<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890</id><updated>2012-02-16T15:55:21.096+07:00</updated><category term='My Notes'/><category term='Opini'/><category term='Berita'/><category term='Lingkungan'/><category term='MICE'/><category term='Entrepreneurship'/><title type='text'>Deni Drimawan's Blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-6262914779830253096</id><published>2010-11-19T00:13:00.005+07:00</published><updated>2010-11-19T00:26:42.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Apa kabar, SDM Bisnis Pameran Indonesia?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.mecho.com.au/wp-includes/images/shanghai-world-expo-2010-china-pavilion.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 600px; height: 320px;" src="http://www.mecho.com.au/wp-includes/images/shanghai-world-expo-2010-china-pavilion.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Shanghai China Expo 2010 mempunyai target pengunjung sebanyak 70 juta. Kita terkagum-kagum tentang jumlah pengunjung yang datang. Dan kita akan lebih terkaget-kaget dampak multiplier yang dihasilkan event tersebut. Pengunjung akan mengeluarkan uang  mulai dari transportasi,  hotel, kuliner, tempat wisata, bahkan belanja barang-barang untuk oleh-oleh. Pada tataran level yang berbeda, begitu juga dengan Jakarta Fair. Berapa rupiah yang berputar pada event tersebut?&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat bahwa event pameran menyimpan potensi yang sangat besar dan berdampak secara multiplier, sesuai dengan karakteristik bisnis MICE. Kegiatan bisnis pameran di Indonesia di bawah naungan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) yang sampai saat ini, bisnis event pameran masih menginduk pada Kementerian Perdagangan sebagai departemen teknisnya. Meskipun Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) juga mempunyai divisi yang secara spesifik mengembangkan kegiatan MICE, yaitu Direktorat MICE. Pada Kementerian Budpar juga sedang dikembangkan standarisasi usaha dibidang MICE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran sebagai suatu kegiatan event sebenarnya adalah marketing tools yang mempertemukan antara produsen dengan konsumen. Saat ini, event pameran adalah kegiatan bisnis yang sangat berkembang, baik di level internasional maupun level Indonesia. Indikator berkembangnya bisnis pameran, bisa di lihat dari selalu penuhnya venue-venue favorit untuk penyelenggaraan event pameran, misal Jakarta Convention Center dan JIEXPO Kemayoran. Belum lagi di kota-kota besar lainnya, misal Surabaya, Makassar, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.china-inno.com/news/Shanghai_World_Expo_2010_tourist.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 600px; height: 400px;" src="http://www.china-inno.com/news/Shanghai_World_Expo_2010_tourist.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Potensi yang sedemikian besarnya, tentu akan menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri beserta sistemnya. Kenapa peluang? Pertumbuhan event pameran pastinya tidak akan berhenti sampai di sini, akan terus bertambah secara kuantitas (agenda jadwal event pameran bisa di lihat pada &lt;a href="http://www.ieca.com/"&gt;situs ASPERAPI&lt;/a&gt;,). Seiring dengan pertumbuhan jumah event pameran secara kuantitas, tentu kita menginginkan juga adanya peningkatan penyelenggaraan secara kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kualitas, mau tidak mau akan menengok orangnya atau sumber daya manusia yang berada dibalik suksesnya event pameran itu. Sumber daya manusia di bisnis pameran, paling tidak  untuk generasi sekarang diakui kualitasnya. Namun secara kuantitas masih bisa diperdebatkan. Apakah nanti alih generasinya bisa berjalan dengan baik atau tidak? Ini yang menjadi pekerjaan rumah bagi industri pameran. Jika sumber daya manusia di bisnis pameran tidak kuat secara kualitas, maka dengan adanya globalisasi yang berimbas pada sumber daya manusia, misal GATS (General Agreement on Trade in Services), AFAS (ASEAN Framework Agreement on Trade in Services), ATA (ASEAN Tourism Agreement),  dan C-AFTA (China-ASEAN Free Trade Area), mau tidak mau kita harus mengikuti aturan-aturan tersebut. Sehingga sumber daya manusia kita, siap tidak siap, harus siap menghadapi serbuan-serbuan dari sumber daya manusia asing yang ingin bekerja dimana saja, asal bisa menunjukkan sertifikasi kompetensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampai kepada sertifikasi kompetensi sumber daya manusia atau profesi, terlebih dahulu dibuat standar kompetensi kerjanya. Merujuk pada makalah "Prospek Industri MICE di Indonesia Dalam Era  C-AFTA" (Herman Wiriadipoetra, Rakernas II Asperapi, Pekanbaru, 2010), bahwa belum ada standar kompetensi untuk sumber daya manusia di bidang pameran). Standar kompetensi sumber daya manusia bidang pameran, jika sudah dikonvesikan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), maka akan diusulkan menjadi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) yang surat keputusannya dikeluarkan oleh Kementeri Tenaga Kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa manfaat sumber daya manusia yang sudah tersertifikasi kompetensinya. Bagi perusahaan akan memudahkan sekaligus mengurangi biaya rekrtutmen karyawan. Begitu pula akan memudahkan promosi karyawan. Dengan demikian biaya diklat akan bisa ditekan, sehingga  perencanaan personalia dapat dipetakan dengan mudah. Sedangkan dari sisi orang yang memegang sertifikasi kompetensi akan mendapatkan pengakuan secara nasional, regional, bahkan internasional. Bisa diibaratkan ini menjadi senjata sekaligus tameng. Senjata, karena dengan memegang sertifikasi kompetensi, orang tersebut diakui kompetensinya dan bisa bekerja dimana saja. Sebagai tameng, sertifikasi kompetensi bisa menjaga serbuan sumber daya manusia asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HERI SETYAWAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Direktur MICE CENTER (Pusat Kajian &amp;amp; Pengembangan Program MICE)&lt;br /&gt;Staf Pengajar Program Studi MICE Politeknik Negeri Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-6262914779830253096?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/6262914779830253096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/11/apa-kabar-sdm-bisnis-pameran-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6262914779830253096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6262914779830253096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/11/apa-kabar-sdm-bisnis-pameran-indonesia.html' title='Apa kabar, SDM Bisnis Pameran Indonesia?'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-6723480565292987928</id><published>2010-11-18T23:51:00.003+07:00</published><updated>2010-11-18T23:58:33.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Industri MICE Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.abudhabitourism.ae/corp/admin/content/images/mice2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 313px;" src="http://www.abudhabitourism.ae/corp/admin/content/images/mice2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Indonesia identik dengan negara yang penuh dengan bom, sarang teroris, dan lain julukan yang kurang mengenakkan kita sebagai sebuah bangsa. Sehingga banyak negara memberlakukan travel warning, dan itulah salah satu alasan keterpurukan industri pariwisata di Indonesia. Jika kita terus-menerus berkutat dengan mengeploitasi wisatawan dengan tujuan leisure saja, maka akan sulit diharapkan untuk menuai kunjungan wisatawan mancanegara sebagai pendapatan devisa negara. Jenis wisatawan ini sangat rentan terhadap isu-isu politik dan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ironis memang, Indonesia yang merupakan negara dengan beragam kekayaan budaya dan alam, tertinggal dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Singapura, dapat dikatakan hampir tidak mempunyai kekayaan alam, begitu juga Malaysia tidak sekaya alam Indonesia. Bahkan Malaysia dinobatkan sebagai ?The World?s Best Destination? oleh majalah Global Traveler. Disamping itu, karakter orang Indonesia yang senang bepergian ke luar negeri sebagai gaya hidup. Dapat dilihat kunjungan wisatawan dari Indonesia ke Malaysia meningkat tajam dari 621 ribu pada tahun 2003 menjadi 1,22 juta di tahun 2006.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah seharusnya melirik kunjungan wisatawan non-leisure, yaitu wisatawan dengan tujuan mengikuti kegiatan MICE (Meeting, Incentive Travel, Convention, and Exhibition). Industri MICE atau dikenal juga dengan meeting industry  sudah sangat berkembang di tingkat global. Mengapa ? Pertama, karakteristik wisatawan MICE tidak terlalu terpengaruh pada keputusan untuk bepergian, karena alasan tugas bukan pribadi. Apapun kondisinya karena dibiayai oleh organisasinya, maka harus pergi. Ini sangat berbeda dengan karakteristik wisatawan leisure, yang harus berpikir ulang untuk pergi, karena kondisi keamanan atau bencana. Kedua, wisatawan MICE adalah high level economy, lebih royal membelanjakan (satu wisatawan MICE dapat disamakan dengan 10-15 orang wisatawan leisure). Ketiga, length of stay wisatawan MICE relatif lebih lama. Keempat, dapat menarik sejumlah wisatawan hanya dalam sekali penyelenggaraan event tertentu. Kelima, dampak publisitas bagi suatu event internasional sangat luas, karena liputan media internasional. Hal ini dapat digunakan untuk pencitraan terhadap kepercayaan masyarakat dunia, bahwa Indonesia aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, negara yang mempunyai beragam destinasi pariwisata berpotensi untuk dikembangkan menjadi daya penarik bagi terselenggaranya kegiatan MICE ini. Dengan diidentifikasikan 10 destinasi MICE, yaitu Jakarta, Bali, Yogyakarta, Medan, Padang/Bukittinggi, Makassar, Bandung, Surabaya, Batam, dan Manado, serta terbentuknya Direktorat MICE di Depbudpar, maka sudah cukup kuat kita melangkah untuk merebut event-event meeting berskala internasional diselenggarakan di Indonesia. Sanggupkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan negara-negara tetangga (Singapura/Malaysia/Thailand), ternyata kita masih ketinggalan jauh. Jangankan Singapura, dengan Malaysia-pun kita masih tertinggal. Singapura, menurut data ICCA (International Congress and Convention Association) yang dirilis tahun 2007 (majalah C+MW - Conference + Meeting World, May 2007), menduduki urutan ke 3 pada tahun 2006 sebagai kota penyelenggara meeting di dunia setelah Viena dan Paris, turun dari posisi 2 di tahun 2005. Di Asia-Pasifik Singapura tak tertandingi sebagai urutan pertama. Singapura dalam tahun 2006 menjadi tempat 127 meeting dunia, ini sulit dikejar oleh Indonesia. Thailand menjadi tempat bagi 51 meeting internasional, menduduki urutan ke 5 di Asia-Pasifik. Kita tahu, Thailand adalah negara yang sangat rentan terhadap politik karena seringkali kudeta. Namun tetap dipercaya menyelenggarakan meeting tingkat dunia. Malaysia secara perlahan tapi pasti, ternyata tahun 2006 menduduki urutan ke 23 dengan 91 meeting, dan ini naik dari posisi ke 33 tahun 2005 dengan 52 meeting. Yang menarik adalah ternyata, Kuala Lumpur sebagai kota tempat penyelegara meeting dunia pada tahun 2006 berada pada urutan ke 15 (dengan 63 meeting), naik drastis dari urutan 30 (dengan 38 meeting).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana dengan Indonesia ?&lt;/span&gt; Kita sudah seharusnya melakukan sinergi dari semua pemangku kepentingan industri MICE ini, baik dari pihak pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, dunia usaha, dunia pendidikan dan masyarakat umum. Dari sisi pemerintah diharapkan membuat regulasi yang menunjang kegiatan MICE. Misalnya kemudahan di bidang imigrasi, kepabeanan ataupun investasi. Disamping mempunyai tugas  memasarkan destinasi Indonesia di luar negeri, dan membantu perusahaan-perusahaan Indonesia yang ikut bidding di manca negara, serta membuat aturan yang jelas bagi para penyelenggara event (semacam lisensi) bagi yang mengikuti tender event di instansi pemerintah. Kesemuanya sudah seharusnya melakukan koordinasi, bukan hanya menonjolkan ego sektoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi dunia usaha tidak perlu untuk ngresula karena kurang didukung pemerintah, mengingat anggaran kita belum memadai. Dan memperkuat barisan untuk menjadi pressure group kepada pemangku regulasi melalui asosiasi (INCCA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kegiatan event di tingkat global semakin banyak, kita harus menyongsong event yang diselenggarakan di Indonesia dengan menyiapkan SDM yang kompeten di bidang MICE, sehingga nantinya SDM bidang ini tidak diisi oleh para ekspatriat. Syukur-syukur jika kita dapat meng-ekspor tenaga ahli di bidang MICE ini, tidak sekedar mengirimkan tenaga kerja level bawah.  Why not ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua pemangku kepentingan industri MICE bersinergi, bukan mustahil MICE akan menjadi penyelemat bagi sektor pariwsata bahkan perekonomian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Heri Setyawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Staf Pengajar pada Program Studi MICE Politeknik Negeri Jakarta&lt;br /&gt;Trainer pada Pelatihan Peningkatan Pengelolaan Kapasitas Penyelenggaraan MICE di 10 Destinasi (Depbudpar - INCCA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-6723480565292987928?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/6723480565292987928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/11/industri-mice-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6723480565292987928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6723480565292987928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/11/industri-mice-indonesia.html' title='Industri MICE Indonesia'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-6634678642173655477</id><published>2010-11-18T23:41:00.004+07:00</published><updated>2010-11-18T23:47:06.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Industri MICE Nasional Dan Antisipasi 2 Konvensi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.venuemagz.com/web/images/off-print1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 600px; height: 400px;" src="http://www.venuemagz.com/web/images/off-print1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;JAKARTA: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata meminta para pelaku usaha MICE (meeting, incentive, convention and exhibition) untuk mempersiapkan pelaksanaan dua konvensi internasional di Indonesia yang diadakan pada 2011 dan 2013.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Nia Niscaya, Direktur MICE Ditjen Pemasaran Kemenbudpar mengatakan persiapan pelaku usaha harus dilakukan mulai saat ini, mengingat pelaksanaan dua konvensi internasional itu tidak hanya akan dilakukan di Jakarta dan Denpasar, melainkan juga di sejumlah daerah di Tanah Air.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada KTT [konferensi tingkat tinggi] Asean pada 2011 dengan 31 meeting ministry dan puluhan pertemuan setingkat dirjen [direktur jendral] kementerian yang harus dipersiapkan mulai dari sekarang," katanya kepada Bisnis usai focus group discussion (FGD) MICE, tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjutnya, ada juga pertemuan APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) pada 2013 yang akan diadakan di Denpasar, Bali, juga diikuti oleh sejumlah pertemuan sejenis untuk beberapa kementerian dari negara-negara di Asia Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila kedua perhelatan itu tidak dipersiapkan pemerintah dan pelaku usaha, maka nama baik Indonesia menjadi taruhannya di kancah internasional, apalagi mereka hadir tidak hanya untuk konvensi, melainkan juga berwisata," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Nia menambahkan komunitas-komunitas masyarakat juga berperan sangat besar untuk menyukseskan kedua perhelatan internasional itu, sehingga peran MICE untuk mendukung pencapaian target kunjungan sekitar tujuh juta wisatawan mancanegara tahun ini akan lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenbudpar menargetkan tingkat kunjungan wisatawan MICE sebesar 3%, dari target kunjungan tujuh juta orang wisman pada 2010, sedangkan untuk pengeluaran wisman MICE diharapkan lebih tinggi atau mencapai tiga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan wisman biasa (leisure) yang rata-tara sebesar US$1.000/orang per kunjungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Kemenbudpar menyebutkan selama 2010 tercatat ada 73 acara skala internasional di Indonesia atau jumlah itu naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 65 acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Oleh  R. Fitriana]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-6634678642173655477?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/6634678642173655477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/11/industri-mice-nasional-dan-antisipasi-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6634678642173655477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6634678642173655477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/11/industri-mice-nasional-dan-antisipasi-2.html' title='Industri MICE Nasional Dan Antisipasi 2 Konvensi'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-7031759928516905505</id><published>2010-11-18T23:01:00.004+07:00</published><updated>2010-11-18T23:59:32.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Bagaimana Daerah Memenangkan Event MICE?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pac.org/images/pages/lobbying.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 299px; height: 192px;" src="http://pac.org/images/pages/lobbying.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak yang mengira industri konvensi (dalam konteks luas disebut industri Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE) atau meeting industry– kita perlu hati-hati dengan istilah ini, karena MICE bisa berarti empat jenis bisnis yang punya segmen berbeda) hanya terkait dengan persoalan, venue, akomodasi (hotel), transportasi, dan pemasaran. Mereka lupa satu faktor yang justru sangat penting yaitu : lobi!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Faktanya adalah semua kota (setidaknya ibukota  provinsi) di Indonesia memiliki kelayakan untuk menggelar event MICE. Memang tergantung pada skala dan ukuran pertemuan itu. Tapi, rata-ratanya, dengan perkembangan yang agresif dalam bidang perhotelan dewasa ini, semua kota itu mulai dari Aceh hingga Merauke, bisa menggelar pertemuan 250-500 orang.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, sebuah kota dengan variasi venue dan hotel yang lebih besar dan didukung oleh peralatan high tech untuk konferensi, tidak bisa juga mutlak-mutlakan disebut pasti akan menyelenggarakan lebih banyak event MICE. Bahwa kota ini lebih memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan kota lain, benar, tapi jika tidak diimbangi dengan pemenuhan faktor lain seperti pemasaran (dalam arti luas) dan lobi, juga tidak akan maksimal hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini perlu dijelaskan untuk tidak mematahkan kota-kota lain di Indonesia yang sedang getol-getolnya membidik wisata MICE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik jika kita coba melihat apa yang terjadi dengan Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Kota ini sama sekali bukan termasuk ke dalam 10 destinasi wisata MICE Indonesia. Tapi soal agresifitasnya tidak perlu diragukan lagi. Sejak 2008, misalnya, kota ini  telah menjadi tempat penyelenggaraan event pertemuan nasional maupun internasional, sebut saja tuan rumah Kongres XX PGRI pada Juli 2008 (2.000 orang), Muktamar IDI November (2.500 orang), Kongres Nasional Ikatan Istri Dokter Indonesia (IID) November 2009 (1.500 orang), Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Februari 2010 (2.500 orang), menjadi tuan rumah Festival Keraton Nusantara VII pada September 2010 (1.000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tuan rumah Jambore Nasional Pramuka 2011 (5.000 orang) peserta dari dalam dan luar negeri, dan puncaknya di 2011 dimana Sumsel khususnya Palembang menjadi penyelenggaraan 10 lebih cabang Olahraga dengan 2.500 atlit Sea Games. Selain itu, kota ini juga pernah menjadi tuan rumah sejumlah pertemuan internasional, misalnya Sidang ASEANAir Transport Working Group ke-15, yang diikuti 10 utusan negara ASEAN plus Amerika dan Uni Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Palembang ini menarik karena tidak masuk hitungan pihak Kemenbudpar, yang sebelumnya sudah menggagas 10 destinasi wisata MICE Indonesia yakni: Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan, Batam-Bintan, Padang-Bukittinggi, Makassar, dan Manado. Saya tidak ingin memuji, tapi aspek kepemimpinan di daerah memang sangat berpengaruh terhadap kinerja industri ini bergerak atau mati. Tidak banyak pemimpin daerah yang melihat nilai tambah MICE bagi daerahnya (misalnya terhadap perkembangan sektor investasi, perdagangan, promosi daerah, perbaikan fasilitas publik, usaha kecil dan menengah dan seterusnya); sebaliknya jika pun ada, mereka mungkin tidak cukup cerdas untuk memainkan strategi untuk membawa event MICE itu ke daerah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana seharusnya lobi itu dijalankan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pasar MICE itu adalah organisasi (asosiasi), entah itu pemerintah (IGO’s), swasta (Corporates), dan non-pemerintah (NGO’s). Semua punya potensi. Pasar corporates itu memang kecil-kecil (pesertanya) tapi cukup sering mereka menggelar pertemuan. Keunggulan Singapura justru karena mampu membidik pasar ini, dan jika dikumpulkan jumlah wisatawan (pesertanya) bisa banyak juga per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama bagi daerah untuk mengembangkan MICE ini tentu saja harus berpijak dari pemahaman terhadap pasar ini: bagaimana karakteristiknya, bagaimana organisasinya, bagaimana pola pertemuan yang dimilikinya (berotasi atau bukan), siapa pemegang hak untuk menetapkan tuan rumah dan bagaimana mereka menetapkannya (apakah dengan bidding terbuka atau ditetapkan dalam rapat dewan eksekutif asosiasi/organisasi), dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pemahaman organisasi/asosiasi ini sangat penting. Coba bayangkan, untuk asosiasi/organisasi kesehatan saja ada begitu banyak asosiasi-asosiasi turunan yang eksis secara internasional maupun nasional, misalnya ikatan dokter gigi, ahli bedah, ahli ginjal, asosiasi obat dan seterusnya. Begitu juga asosiasi/organisasi yang bersifat ekonomi, politik, ormas, dan lainnya. Kalau didata, akan ada ratusan bahkan ribuan asosiasi/organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Jones Sirait -&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt; &lt;a href="http://infopariwisata.wordpress.com/"&gt;Pusat Analisis Informasi Pariwisata&lt;/a&gt;]&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-7031759928516905505?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/7031759928516905505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/11/bagaimana-daerah-memenagkan-event-mice.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/7031759928516905505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/7031759928516905505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/11/bagaimana-daerah-memenagkan-event-mice.html' title='Bagaimana Daerah Memenangkan Event MICE?'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-3936018763323152748</id><published>2010-11-17T00:30:00.003+07:00</published><updated>2010-11-19T00:43:00.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Indonesia Tuan Rumah Pertemuan ASEAN  2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://shimworld.files.wordpress.com/2007/09/asean100-jakarta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 600px; height: 400px;" src="http://shimworld.files.wordpress.com/2007/09/asean100-jakarta.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi setidaknya 460 pertemuan tingkat ASEAN karena Indonesia menjadi ketua ASEAN pada tahun 2011. Jero Wacik Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) pada &lt;i&gt;Antara&lt;/i&gt; di Jakarta, Kamis (18/11), dengan menjadi ketua ASEAN maka potensi ekonomi yang mungkin didapatkan Indonesia sangat besar karena akan ada banyak acara atau kegiatan ASEAN digelar di tanah air. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Wacik mencontohkan pada April 2011 akan ada konferensi tingkat tinggi ASEAN di Jakarta dan pertemuan East Asia atau ASEAN plus pada Oktober 2011.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Selain itu, akan ada 23 pertemuan tingkat menteri dan 97 tingkat SOM (Senior Official Meeting/setingkat direktur jenderal) selama 2011. “Sebelum itu digelar akan ada pertemuan pendahuluan yang melengkapi yakni pertemuan tingkat menteri dan SOM yang juga akan digelar di kota-kota di Indonesia," kata Menteri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Menurut Wacik, Indonesia berpeluang mengembangkan pariwisata MICE (Meeting INcentive Convention and Exhibition) dengan terpilih menjadi ketua ASEAN. Oleh karena itu, ia secara khusus meminta kepada pemerintah daerah di beberapa kota yang telah siap dengan industri MICE untuk bersiap-siap menyambut kegiatan-kegiatan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt;"Kami sudah sepakat untuk menyebar pelaksanaan event-event tersebut ke seluruh kota-kota yang telah siap dengan MICE," katanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Pihaknya telah membidik Jakarta, Bali, Palembang, Yogyakarta, Medan, Bandung, Makasar, Manado, dan Lombok. Dalam pertemuan dengan anggota Komite Tetap ASEAN, pihaknya telah menyepakati beberapa hal di antaranya program pariwisata ASEAN yakni ASEAN for ASEAN atau tukar-menukar turis antar-negara ASEAN. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt;"Dengan begitu turis-turis dari masing-masing negara ASEAN hanya sedikit yang akan melancong ke luar ASEAN sehingga sektor pariwisata di ASEAN lebih maju," katanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Sementara itu, Ngurah SwajyaWakil Tetap RI yang akan menjadi &lt;i&gt;Chairman&lt;/i&gt; ASEAN 2011, mengatakan, jumlah meeting ASEAN terus meningkat setiap tahun. "Sebelum ada piagam ASEAN sekitar 2008, meeting ASEAN hanya sekitar 40 kali setelah piagam ASEAN jumlahnya meningkat menjadi 450 dan sampai akhir 2010 sudah ada 460 meeting," katanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="isi1"&gt;Selain meeting, Ngurah  mengatakan, Indonesia akan menjadi basis bagi Komite Tetap ASEAN dan kantornya berkedudukan di Indonesia. "Dalam waktu dekat juga akan segera dibentuk perwakilan diplomatik untuk China, Jepang, dan Amerika Serikat untuk ASEAN yang berkedudukan di Indonesia. Ke depan negara-negara mitra ASEAN yang lain juga akan mengikuti langkah serupa," kata Ngurah. Saat ini telah ada 44 negara sahabat yang telah membuka perwakilannya di Indonesia dan telah terakreditasi. (ant/tin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sumber: &lt;a href="http://suarasurabaya.net/"&gt;suarasurabaya.net&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-3936018763323152748?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/3936018763323152748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/11/indonesia-tuan-rumah-pertemuan-asean.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/3936018763323152748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/3936018763323152748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/11/indonesia-tuan-rumah-pertemuan-asean.html' title='Indonesia Tuan Rumah Pertemuan ASEAN  2011'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-4242531470109981316</id><published>2010-06-17T09:12:00.014+07:00</published><updated>2010-06-17T10:48:57.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Notes'/><title type='text'>Mewujudkan Mimpi Dengan Konsisten Dan Kreatif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/TBmSCKN7kVI/AAAAAAAAE3s/FgDLd41beGk/s1600/yuhardin.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 0px 0pt; cursor: pointer; width: 135px; height: 159px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/TBmSCKN7kVI/AAAAAAAAE3s/FgDLd41beGk/s400/yuhardin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483574587100467538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebuah kejutan yang menyenangkan&lt;/span&gt; ....&lt;br /&gt;Ketika sedang asyik  "googling" di internet mencari beberapa referensi untuk rujukan setumpuk pekerjaan sehari-hari, tiba-tiba mata saya tertambat pada tulisan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nama saya&lt;/span&gt; menyertai judul tulisan di atas yang ditampilkan oleh &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://yuhardin.scriptintermedia.com/profil.php"&gt;Bang Yuhardin&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; - seorang master manajemen dengan sederet gelar akademis lain yang juga pakar dan konsultan IT untuk beberapa instansi pemerintah di Makassar - dalam situsnya &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://yuhardin.scriptintermedia.com/"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;span class="f"&gt;&lt;cite&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;yuhardin.scriptintermedia.com&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu-malu kucing, diam-diam saya baca lagi tulisan yang saya sendiri sudah lupa siapa yang menulis, kapan ditulis, dan kira-kira waktu itu untuk keperluan  apa.  Saya sendiri juga tidak tahu alasan apa kira-kira yang telah mendorong beliau untuk  mendokumentasikannya. Tapi sungguh, sebagai manusia biasa, saya merasa sangat berterima kasih karena sepotong riwayat hidup saya sudah ikut didokumentasikan oleh seorang ilmuan sekaliber bang Yuhardin dalam situs pribadinya yang sangat bagus, nun jauh di Makassar pula! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, walaupun masih malu-malu kucing sama seperti sejak awal tadi, akhirnya saya pikir saya sendiri juga seharusnya ikut mendokumentasikan artikel tentang sekelumit perjalanan hidup saya ini di sini, di blog saya ini. Jika tokh kemudian tidak ada pembaca yang tertarik untuk menyimak - karena boleh jadi tidak terlalu menarik - paling tidak  nantinya dapat saya jadikan bacaan untuk diri sendiri. Rasanya cukup "fair" bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berikut adalah salinannya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kecil-kecil jabe rawit. Ungkapan tersebut kiranya dapat menggambarkan sosok Deni Drimawan. Bagaimana tidak, postur tubuhnya tidaklah terlalu tinggi, ukuran badannya pun tidak terlalu besar, tetapi siapa yang menyangka kalau pemilik tubuh kecil itu adalah seorang Direktur Kaminari Production, perusahaan yang bergerak dibidang penyelenggaraan pameran. Bahkan diusianya yang masih terbilang muda, ia juga menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Agung Bandung yang terletak di jalan Telaga Bodas No 8-A, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang didapat Deni –begitu beliau bisa disapa- saat ini, memang tidak semudah membalik telapak tangan. Perjalanannya dimulai dari seorang pemandu (guide) turis-turis mancanegara. Sebagai seorang guide, ia bertugas memperkenalkan dunia pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Barat. Sambil bekerja, ia mempergunakan waktu untuk belajar dan memahami karakteristik prilaku turis-turis tersebut. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah turis Jepang. Menurutnya, orang-orang Jepang adalah orang yang tidak terlalu suka menetap berlama-lama tetapi sangat royal dalam membelanjakan uang. Tiba-tiba saja terpikir olehnya untuk berhenti menjadi guide, dan melanjutkan kuliah ke Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1992, pulang dari Jepang ia memutusakan untuk berdiri di ‘kaki’ sendiri. Bermodalkan pengalaman sebagai guide dan dana seadanya, ia memutuskan membuka travel dengan nama Mondial Travel. Target pasarnya saat itu adalah Jepang karena selain terkenal royal, waktu itu juga dibuka jalur penerbangan baru dari Nagoya-Denpasar. Dengan kekuatan jaringan yang dimilikinya dan kelihaiannya membaca peluang, saat itu usahanya mendatangkan tamu-tamu dari luar negeri ke dalam negeri berhasil. Sayangnya, keberhasilan itu tidak berlasung lama, keberhasilan yang diraihnya ternyata membuat perusahaan-perusahaan travel lain mengikuti jejaknya. Kekuatan modal perusahaan travel-travel besar tersebut, merebut pasar Mondial, Deni pun merasa terdesak, tahun 1994 Mondial yang dirintisnya vakum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Mondial, ternyata tidak membuat Deni mengurungkan niatnya untuk tetap berdiri di ‘kaki’ sendiri. Ini dibuktikannya dengan beralih terjun ke bisnis penyelenggaraan pameran yang idenya didapat saat ia berjalan-jalan ke Jakarta. “Saat jalan-jalan ke Jakarta, saya melihat ternyata pameran juga bisa diselenggarakan di hotel-hotel, saat itu tergeraklah hati saya untuk membuatnya di Bandung,” kenang suami Fita Fauzia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi nekat, sesampainya di Bandung ia bersama empat orang temannya di SMP 5, memutuskan untuk menyelenggarakan pameran Bandung Audio Visual di hotel Papandayan Bandung. “Saat itu saya masih sangat awam, bikin proposal saja masih meraba-raba tetapi saya mencobanya,” tutur Deni. Kenyataan ternyata memang tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk kedua kalinya, Deni harus menuai kegagalan, dari 60 stand yang ditawarkannya hanya 6 saja yang terisi, sponsorship pun tidak didapatnya. Harapan untuk mendapatkan keuntungan pupus sudah, ia harus rela kehilangan mobilnya untuk membayar hutang-hutangnya ke pihak hotel dan vendor. Disaat ia membutuhkan dukunganl, teman-teman yang tadinya menjadi mitra kerja, satu persatu pergi meninggalkannya. “Satu-satunya yang membantu saya saat itu adalah Dinas Perisdustrian dan Perdagangan, teman-teman satu persatu meninggalkan saya,” kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsisten  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Tak ada gading yang tidak retak”. Begitulah Deni memaknai kegagalan-kegagalan yang dialaminya. Walaupun kegagalan tersebut telah mengambil banyak barang-barang yang dimilikinya tetapi ia tetap bertahan untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang entrepreneur. Kali ini, meski gagal dalam menyelenggarakan pameran, ia tidak lagi beralih ke bisnis lain tetapi tetap konsisten bergelut dibidang penyelenggaraan pameran. “Saya tidak ingin lagi menghindar, tetapi saya harus konsisten dan harus belajar dari kesalahan hingga akhirnya bisa sukses,” kata ayah beranak satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan yang diambilnya tak salah. Perkenalannya dengan Adung dari Dinas Perindustrian dan Perdagangaan merubah segalanya. Adung, selaku ketua penyelenggaraan pamaren di pemerintahan saat itu, memberi keparcayaan kepadanya untuk menyelenggarakan pameran Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) I. Deni bagaikan mendapat durian runtuh, meski belum begitu berpengalaman dalam penyelenggaraan pameran, ia menerima tawaran tersebut. Ia, yakinkan dirinya bahwa ia mampu melaksanakannya. Ia kembali membuat perusahaan penyelenggaraan pameran dengan nama Kaminari Production yang mana dalam bahasa Jepang berarti menari dalam halilintar atau petir karena ia begitu kagum dengan budaya kerja dan perilaku orang Jepang yang menjunjung tinggi negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekaguman itu pun menjadi ‘spirit’ baginya untuk mensukseskan PKJB ini. Kreatifitas, Kemampuan bernegosiasi, dan jaringan yang luas, mampu menghantarkannya meraih kesuksesan pelaksanaan PKJB dan menjadi salah satu orang yang patut diperhitungkan dalam dunia penyelenggaraan pameran. Sejak saat itu, tawaran demi tawaran tak henti-hentinya datang kepada dirinya. Dalam waktu dekat saja, laki-laki yang mengaku sangat berterima kasih atas perhatian dan pengertian yang diberikan oleh keluarganya ini, sedang sibuk mempersiapkan dua penyelenggaraan pameran di kota Bandung dan Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kreatifitas dan Pendidikan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Deni, keinginan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain dan tanggung jawab terhadap karyawan membuatnya tetap bertahan dan mengembangkan perusahaannya. Ia pun mulai sibuk dengan membangun jaringan-jaringan baru dan menghabiskan waktu dari kafe ke kafe untuk menjaga relationship dengan pelanggan. “Karena kadang-kadang, deal-deal bisnis lebih banyak terjadi saat suasana non farmal seperti itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketatnya persaingan dibidang penyelenggaraan pameran juga menuntutnya selalu berbenah diri. Salah satu hal dasar yang menjadi perhatiannya adalah kreatifitas karena bagaimana pun, dunia pameran adalah dunia yang menuntut orang untuk mendapatkan sesuatu hal yang baru dan unik. Deni menyakini bahwa ide-ide dan konsep-konsep baru itu tidak bisa datang dengan sendirinya tetapi didapat dengan lebih banyak berjalan dan bergaul dengan lingkungan sekitar. Pemikiran seperti ini lah yang dituangkan pada motto Kaminari yang berbunyi The art of creativity dan ditanamkan kepada semua rekan-rekan kerjanya. Terbukti, lewat proses kreatif, relationship dan perpaduan jiwa kewirausahaan serta kemapuan membaca peluang bisnis yang dimilikinya, tahun 2000 laki-laki kelahiran Bandung, 25 Oktober 1964 ini bisa melebarkan sayap dengan mendirikan STIE Darma Agung Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh berbeda dengan Kaminari, STIE ini pun dibangunanya dari bawah. Bermula dari tiga orang siswa hingga akhirnya berjumlah ratusan orang. Tak ada kendala bagi Deni menjalani bisnis ini, karena dia memang dibesarkan dari keluarga dosen. Perpaduan jiwa seni dan pendidikan yang digelutinya membuatnya melahirkan teori sendiri dalam dunia belajar mengajar yang disebutnya dengan konsep Edutaiment (Pendidikan dan Seni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheena krisnawati, salah seorang mitra kerja Deni di Kaminari, berpendapat bahwa apa yang didapat Deni saat ini tidak terlepas dari kecerdasan dan kelincahan yang ada pada dirinya. “ Untuk wilayah Bandung, Deni terpakailah, karena dia memang cerdas dan juga lincah, ada orang yang cerdas tetapi mereka tidak lincah, nah Deni memiliki ke dua-duanya,” tutur wanita yang telah enam tahun bekerjasama dengan Deni. Sebagai pemimpin ia juga cukup mengayomi dan bertanggung jawab, “Walau kadang-kadang, pemikiran-pemikiran dan ide-idenya sulit dipahami,” sambung Sheena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tamat kuliah, Deni mengaku hanya membuat surat lamaran kerja sebanyak tujuh lembar saja, karena ia memang telah berkeinginan untuk berdiri di ‘kaki’ sendiri dengan berwirausaha dan ia menyakini keputusan tersebut sebagai pilihan yang tepat. Walau untuk mewujudkan mimpinya, ia harus meninggalkan wilayah amannya. Sekarang, semua pengorbanan itu telah terbayar dengan apa yang didapatnya saat ini dan menjadi tugasnya untuk mempertahankannya. Ibarat kata pepatah bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; [Dari &lt;a href="http://yuhardin.scriptintermedia.com/view.php?id=169&amp;amp;jenis=Jejak"&gt;Yuhardin&lt;/a&gt; - scriptintermedia.com]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-4242531470109981316?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/4242531470109981316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/06/mewujudkan-mimpi-dengan-konsisten-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/4242531470109981316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/4242531470109981316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/06/mewujudkan-mimpi-dengan-konsisten-dan.html' title='Mewujudkan Mimpi Dengan Konsisten Dan Kreatif'/><author><name>Bang Nonki</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SwmyNGKq0FI/AAAAAAAADQA/4UsouNklqDg/S220/thumb-ns.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/TBmSCKN7kVI/AAAAAAAAE3s/FgDLd41beGk/s72-c/yuhardin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-4791036224237106758</id><published>2010-04-03T19:26:00.007+07:00</published><updated>2010-04-03T19:46:09.637+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Saatnya Wisata MICE Terapkan Green Tourism</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.southlytchettmanor.co.uk/images/newsGreenTourism.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.southlytchettmanor.co.uk/images/newsGreenTourism.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 350px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 600px;" /&gt;&lt;/a&gt;Wisata MICE &lt;i&gt;(Meeting, Intensive, Conference, Exhibition)&lt;/i&gt; di  Indonesia sudah sangat mendesak untuk menerapkan &lt;i&gt;green tourism&lt;/i&gt;  atau pariwisata berbasis dan berwawasan lingkungan, mengingat wisata  MICE di tingkat internasional sudah memberlakukan &lt;i&gt;green tourism&lt;/i&gt;.  Bahkan, World Tourism Organization sudah mengeluarkan himbauan agar  green tourism diterapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Memang sudah mendesak penerapan green tourism bagi destination di  setiap negara. Jika tidak menerapkan, negara itu bisa dihindari oleh  wisatawan mancanegara (wisman) yang melakukan leasure. Mengingat, kini  isu masalah lingkungan sudah mendunia," ungkap Direktur Konvensi,  Insentif dan Pameran Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar),  Nia Niscaya, kepada &lt;b class="c-blue"&gt;kabarbisnis&lt;/b&gt;&lt;b class="c-red"&gt;.com&lt;/b&gt;  di Jakarta, Sabtu (20/3/2010)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, selera dan tuntutan wisman selalu berubah dari waktu ke  waktu secara cepat. Semua itu bisa terjadi secara alami, namun bisa juga  karena perkembangan pasar yang cepat berubah. Dan kini green tourism  menjadi isu sentral dunia,  seiring santernya isu pemanasan global.  Sehingga, wajib diikuti dan dijalankan pemerintah serta pelaku dunia  usaha wisata, termasuk wisata MICE pada tahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nia mengungkapkan kini konvensi dan kongres tingkat internasional, sudah  meminimalkan penggunaan kertas, tinta, penghematan listrik, &lt;i&gt;paperless&lt;/i&gt;yang  menggunakan alat Spotme, serta mengalihkan ke produk teknologi  informasi (TI) yang ramah lingkungan, sebagai upaya mendukung  pengembangan green tourism di bidang wisata MICE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami terus mendesak &lt;i&gt;event organizer, hotel, exhibitions hall,  convention center&lt;/i&gt; di Indonesia hendaknya mulai kini menerapkan &lt;i&gt;green  tourism," tuturnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, tren yang berkembang sekarang sudah mengarah ke green  tourism. "Sehingga ke depan, konvensi-konvensi tingkat nasional sangat  mungkin juga mengikuti konsep &lt;i&gt;green tourism,”&lt;/i&gt; paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nia menambahkan, semula konsep &lt;i&gt;green tourism&lt;/i&gt; secara tradisional  menekankan pada perlindungan lingkungan, tapi kini istilah itu  berkembang tidak hanya pada perlindungan fisik, melainkan harus green  dari segi sosial, budaya, dan lingkungan fisik. &lt;b class="c-blue"&gt;kbc&lt;/b&gt;&lt;b class="c-red"&gt;10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="c-red"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kabarbisnis.com/"&gt;Kabar Bisnis&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;b class="c-red"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-4791036224237106758?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/4791036224237106758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/saatnya-wisata-mice-terapkan-green.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/4791036224237106758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/4791036224237106758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/saatnya-wisata-mice-terapkan-green.html' title='Saatnya Wisata MICE Terapkan Green Tourism'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-6052430929030197610</id><published>2010-04-03T19:21:00.004+07:00</published><updated>2010-04-03T19:46:34.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Jakarta Tetap Menjadi Kota Wisata MICE?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://matanews.com/wp-content/uploads/pameran110908.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://matanews.com/wp-content/uploads/pameran110908.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 600px;" /&gt;&lt;/a&gt;IBUKOTA Jakarta tetap diandalkan sebagai kota wisata konvensi  (MICE/Meeting Intensif Convention and Exhibition) dan bisnis karena 70  persen wisatawan yang berkunjung ke ibukota Indonesia itu datang untuk  dua hal tersebut. Mengingat, selama ini 70 persen kunjungan wisatawan ke  Jakarta merupakan pelaku bisnis dan konferensi, Karena itu, Pemprov  Jakarta tetap akan terus memperkuat sektor MICE dengan berusaha terus  mendorong pertumbuhannya, antara lain dengan mendukung penyelenggaraan  acara-acara besar di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta sebagai ibukota negara merupakan kota dengan fasilitas dan  infrastruktur yang paling lengkap, misalnya adanya bandara  internasional, berbagai tipe hotel, restoran, gedung pertunjukan,  fasilitas hiburan dan fasilitas MICE berstandar internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yusuf mengatakan Jakarta mempunyai lima kelebihan sebagai kota  destinasi wisatawan yaitu sebagai tempat wisata belanja, wisata kuliner,  wisata hiburan, wisata bahari dan wisata golf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibukota Jakarta memiliki banyak pusat perbelanjaan yang menawarkan  aneka produk dari dalam dan luar negeri dengan harga relatif murah serta  restoran-restoran yang menyajikan beragam menu lokal dan internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, ada sarana untuk menikmati wisata bahari dan menjelajahi  Kepulauan Seribu; pusat hiburan seperti kedai minum (pub), karaoke, dan  30 lapangan golf, 20 diantaranya berskala internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk lebih mengembangkan wisata MICE, Pemprov DKI Jakarta telah  membuat kerjasama promosi saling menguntungkan dengan berbagai kota di  dunia yang dianggap memiliki posisi yang sama dengan Jakarta dalam  mempromosikan aktifitas pariwisatanya, yang menjadi kota kembar (sister  city) dengan Jakarta.&lt;br /&gt;Kerjasama Jakarta dengan kota kembar itu  meliputi kerjasama perjalanan wisata, perdagangan, investasi di bidang  pariwisata, serta kerjasama di bidang kebudayaan dan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan kota-kota kembar tersebut yaitu Bangkok (Thailand), Beijing  ( China), Berlin (Jerman), Istambul (Turki), Los Angeles (Amerika),  Sydney (Australia), Rotterdam (Netherlands), Seoul (Korea), Tokyo  (Japan)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-6052430929030197610?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/6052430929030197610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/jakarta-tetap-menjadi-kota-wisata-mice.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6052430929030197610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6052430929030197610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/jakarta-tetap-menjadi-kota-wisata-mice.html' title='Jakarta Tetap Menjadi Kota Wisata MICE?'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-5189743609312380859</id><published>2010-04-03T19:14:00.004+07:00</published><updated>2010-06-17T11:45:07.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Tahun Ini, 73 Event Wisata MICE Digelar Di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://img.m.kompas.com/data/photo/2008/04/19/2745433p.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" src="http://img.m.kompas.com/data/photo/2008/04/19/2745433p.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 391px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 600px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Industri MICE &lt;i&gt;(Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions)&lt;/i&gt;  di tanah air kian prospektif. Direktur MICE Ditjen Pemasaran Kementerian  Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) Nia Niscaya mengatakan, salah  satu indikasinya adalah terus bertambahnya even yang digelar, baik  secara lokal, regional, maupun internasional di tanah air.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Sepanjang tahun 2010, tercatat ada 73 &lt;i&gt;event&lt;/i&gt; internasional yang  bakal diselenggarakan di Indonesia. Jumlah ini mengalami kenaikan  dibandingkan tahun 2009 hanya 65 event. Beberapa agenda utama MICE 2010,  antara lain &lt;i&gt;Palm Oil Asia&lt;/i&gt; (Palmex Indonesia) 2010 dan &lt;i&gt;Java  Jazz&lt;/i&gt; 2010 di Jakarta, &lt;i&gt;Art of Living Internationall Women  Conference&lt;/i&gt; di Bali pada 28 Maret 2010,” ungkap  Nia Niscaya kepada &lt;b&gt;&lt;b class="c-blue"&gt;kabarbisnis&lt;/b&gt;&lt;b class="c-red"&gt;.com&lt;/b&gt;&lt;/b&gt; di Jakarta,  Senin (8/3/10)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Women Conference&lt;/i&gt; ini, sambung Nia, sangat menarik karena dihadiri  tokoh spirutual Guruji dari Banglore India. Kegiatan di Bali ini,  pertama kali digelar diluar India. Guruji sangat tertarik dan ingin  melihat Bali karena namanya sudah mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan menggaet &lt;i&gt;Art of Living&lt;/i&gt; yang akan dihadiri 500 orang  pengikut Guruji dari 167 negara ini, setelah Kemenbudpar menerapkan  strategi promosi horizontal dengan pendekatan masyarakat komunitas, yang  ternyata lebih efektif. Bahkan dengan &lt;i&gt;low budget high impact&lt;/i&gt;  sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam promosi horisontal, kami juga dibantu Perhimpunan  Indonesia-Tionghoa (INTI) untuk menggelar  pertemuan  Marga seperti  belum lama ini pertemuan marga Lee, komunitas Guang Dong yang dihadiri  seribu lebih anggota dari berbagai mancanegara," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar Juni 2010, pertemuan skala internasional ini akan diadakan di  kota Singkawang, Kalimantan Barat dalam rangka memperingati 100 tahun  Marga Huang di Indonesia. Karena dana promosi kita sangat terbatas,  dengan cara ini kita harapkan hasilnya akan maksimal, jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sambung Nia, merangkul dunia medis, pelaku bisnis, dunia  olahraga, asosisasi hingga dunia pendidikan untuk diajak menggelar event  skala dunia di Indonesia. Sambutannya juga luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kami rombak strategi promosi pariwisata secara total. Salah satu  strateginya adalah membidik wisman secara langsung dengan mendekati  komunitas yang beranggotakan orang-orang di seluruh dunia atau membidik  berbagai konferensi. Kami menempel pada acara yang dibuat orang lain,  kami mendukung penuh. Ini yang kami sebut konsep co-marketing,"  ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, event lain yang tak kalah menariknya adalah Deep Indonesia  pada Maret 2010 di Jakarta, Sumatera Internasional Travel Fair pada Juni  2010, juga Internasional &lt;i&gt;MICE and Corporate Travel Mart&lt;/i&gt; (IMCTM)  di Daerah wisata Senggigi Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 6-9 Mei  2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan tahunan ketiga dari pelaku usaha MICE, diperkirakan diikuti  200 pembeli dari Australia, Cina, Malaysia, Singapura, dan Korea  Selatan. Estimasinya terjadi 15 ribu sesi bisnis.Kami bekerja sama  dengan Amex diharapkan mampu meningkatkan 30 persen kegiatan MICE,"  ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengelar di dalam negeri, Indonesia juga mengikuti berbagai event  MICE di dunia. Tahun 2010, tercatat 7 event dunia yang diikuti  Indonesia, yakni AIME &lt;i&gt;(Australia Insentif Meeting and Expo)&lt;/i&gt; di  Melbourne, &lt;i&gt;Golf Insentive Meeting Expo di Abu Dhabi,&lt;/i&gt; AIMEX di  Frankfurt Jerman, ITCMA di Bangkok, China Insentive &amp;amp; Meeting Expo  2010 dan Shanghai World Expo 2010 di China. &lt;b class="c-blue"&gt;Kbc&lt;/b&gt;&lt;b class="c-red"&gt;10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="c-red"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kabarbisnis.com/"&gt;Kabar Bisnis&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;b class="c-red"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-5189743609312380859?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/5189743609312380859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/tahun-ini-73-even-wisata-mice-digelar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5189743609312380859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5189743609312380859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/tahun-ini-73-even-wisata-mice-digelar.html' title='Tahun Ini, 73 Event Wisata MICE Digelar Di Indonesia'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-6964924470855713149</id><published>2010-04-03T19:04:00.011+07:00</published><updated>2010-04-03T20:17:38.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Wisata MICE Diprediksi Tumbuh 5%</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8isAxDpsZ74/SQWVyj7gb-I/AAAAAAAACdI/dElLyiqB_a0/s400/pasar+wisata.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8isAxDpsZ74/SQWVyj7gb-I/AAAAAAAACdI/dElLyiqB_a0/s400/pasar+wisata.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 333px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 269px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wisata minat khusus meeting, incentive, convention, dan  exhibition (MICE) tumbuh 5%-10% pada tahun Ini. Panca Rudolf Sarungu,  Chief Executive Officer (CEO) RaJaMICE.com, perusahaan penyelenggara  (asa MICE, mengatakan bertambahnya kapasitas kursi sejumlah maskapai  penerbangan pada tahun Ini turut mendorong tumbuhnya industri MICE dalam  negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Secara umum, saya mengestimasikan bisnis dan kunjungan MICE tahun  ini tumbuh 5%-10%," katanya kepada Bisnis kemarin. Dia menambahkan daya  beli masyarakat pengguna Jasa MICE tahun ini kembali membaik seiring  membaiknya kondisi perekonomian global, pascakrisis ekonomi global  2008-2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengatakan meeting dan incentive merupakan divisi usaha yang  paling sensitif terhadap perubahan gejolak ekonomi global. Oleh karena  itu, membaiknya perekonomian dunia berdampak positif terhadap  pertumbuhan bisnis meeting dan incentive.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun divisi usaha exhibition, katanya, cenderung berjalan stagnan  setelah sempat turun pada tahun lalu. "Berbeda dengan bisnis meeting dan  incentive, bisnis exhibition tidak terlalu terpengaruh ekonomi global.  Di sisi lain, banyak usaha penyelenggara pameran di dalam negeri yang  menawarkan tema sama," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia menuturkan Singapura merupakan pangsa pasar utama wisata MICE  inbound (perjalanan wisata dari luar ke dalam negeri), disusul Malaysia  dan Hongkong-China. "Negara-negara itu menyumbang kunjungan MICE  tertinggi karena merupakan pusat perkantoran perusahaan-perusahaan  multinasional," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Panca, Bali dan Jakarta masih menjadi destinasi favorit  pengguna wisata MICE inbound, terdorong kemudahan akses penerbangan  internasional ke dua kota besar Itu. Sementara Itu, katanya, pengguna  jasa wisata MICE domestik yang umumnya berdomisili di Jakarta, umumnya  memilih Bandung sebagai destinasi utama kegiatan MICE karena lokasinya  yang relatif mudah diakses dari Ibu Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pemasaran Departemen  Kebudayaan dan Pariwisata, jumlah pasar wisatawan Singapura sepanjang  Januari-September 2009 mencapai 647.238 orang atau mencapai 14,02% dari  total pasar wisatawan mancanegara yang mencapai 4.616.483 orang. Pasar  wisatawan Malaysia menempati urutan kedua tertinggi dengan jumlah  549.033 wisman (11,89%). Adapun pasar wisatawan China mencapai 262.140  wisman (5,67%). (MO)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: Bisnis Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-6964924470855713149?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/6964924470855713149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/wisata-mice-diprediksi-tumbuh-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6964924470855713149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6964924470855713149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/wisata-mice-diprediksi-tumbuh-5.html' title='Wisata MICE Diprediksi Tumbuh 5%'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8isAxDpsZ74/SQWVyj7gb-I/AAAAAAAACdI/dElLyiqB_a0/s72-c/pasar+wisata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-3510991390562433454</id><published>2010-04-02T20:35:00.007+07:00</published><updated>2010-04-03T20:56:13.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Singapura, Wisata Konvensi Paska 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://connectcwt.com/images/2009/jul/061-CONNECT_MICE-Supplement.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" src="http://connectcwt.com/images/2009/jul/061-CONNECT_MICE-Supplement.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 600px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.indonesiamatters.com/images-3/hilda.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 0px 0pt; cursor: pointer; width: 56px; height: 69px;" src="http://www.indonesiamatters.com/images-3/hilda.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;Pekan lalu, wartawan Bisnis Indonesia&lt;/i&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;  Hilda Sabri Sulistyo&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; diundang oleh divisi Business Travel &amp;amp;  MICE (BTMICE) Singapore Tourism Board (STB) untuk melihat perkembangan  dan berbagai fasilitas wisata konvensi baru yang tengah dibangun di  negara itu, berikut laporannya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="newsContent"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Singapura melambungkan harapan yang besar dari sektor  pariwisata terutama untuk wisata konvensi dengan segera hadirnya  berbagai fasilitas baru di negara itu paska 2010 bernilai sedikitnya  Sin$11miliar yang menggabungkan aktivitas bisnis &amp;amp; hiburan.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angeline Kim Kyna Tan, assistant director BTMICE &amp;amp; Service  Communications STB, mengatakan sedikitnya dua mega proyek baru tengah  dibangun yaitu  integrated resort Marina Bay Sands milik Las Vegas Sands  Corp dan Resort World at Sentosa yang dikembangkan oleh Genting  International. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran kedua mega proyek tersebut dengan berbagai fasilitas  Meeting, Incentives, Conference &amp;amp; Exhibition (MICE) akan mendorong  pertumbuhan wisata konvensi  di Singapura. Produk  lainnya  juga terus  berjalan seperti Gardens by the Bay akan dibuka pada 2010 dan Sport Hub  untuk memfasilitasi program  teambuilding yang dijadwalkan beroperasi  2011. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Harapan mendulang suskses di sektor wisata konvensi bukan tanpa  alasan. Tahun lalu dari jumlah  9,4 juta wisman dengan nilai devisa  Sin$12,4 miliar, kontribusi dari sektor MICE mencapai 28% dari total  kunjungan atau sekitar 3 juta orang dengan nilai devisa mencapai Sin$4  miliar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Angeline, kalau tahun 2004 sektor pariwisata Singapura  mendapatkan devisa Sin$10 miliar, kunjungan 8 juta wisman dan kontribusi  sektor ini pada GDP mencapai 3% maka untuk tahun 2015 proyeksinya  devisa menjadi Sin$30 miliar, 17 juta kunjungan wisman dan kontribusi  mencapai 5%-6% pada produk domestik bruto. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Untuk kegiatan MICE, kami harapkan tahun 2015 pemasukan dari sektor  ini bisa mencapai Sin$10,5 miliar. Angka ini optimistis tercapai karena  akhir 2009 banyak fasilitas baru untuk mendukung kami mengembangkan  wisata konvensi," kata Angeline. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lewat slogan Singapore: Where Great Things Happen, BTMICE menawarkan  program yang beragam sebagai daya saing kota tujuan wisata konvensi.  Memiliki kredibilitas sebagai kota bisnis  utama di Asia dan pusat  layanan jasa-jasa terbaik di pasar global, Singapura terus menggali  semua celah untuk memberikan nilai tambah penyelenggaraan MICE. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Singapura punya kelebihan sebagai pusat bisnis dunia dengan  networking yang luas di mana antara ide, kecanggihan tekhnologi dan  masyarakatnya berpadu pada satu kota yang dinamik," kata Angeline  didampingi Rachael Lo-Stevenson, manajer BTMICE &amp;amp; Services  Communication STB. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya untuk melakukan kegiatan konvensi baik itu pertemuan  tahunan, kegiatan insentif. konferensi ataupun pameran, begitu banyak  tempat yang ditawarkan dan beragam program bisa diciptakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh kalau penyelenggara MICE ingin memberikan sensasi  makan malam bagi peserta konvensi di atas jembatan yang di bawahnya  mengalir sungai seperti di Clarke Quay. Maka hal itu dengan mudah dapat  dilaksanakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan awal tahun depan dengan beroperasinya Singapore Flyer di  Raffles Avenue, Marina Bay. Acara makan malam bagi peserta konferensi  bisa dilakukan di atas bianglala raksasa (giant wheel) selama 30 menit  di mana tiap kapsul yang didesain setara dengan ruangan hotel bintang  lima bisa menampung sekaligus 28 orang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Awal 2010 dua mega proyek senilai Sin$11 miliar yang disebut diawal  tulisan ini yaitu Marina Bay Sands dan Sentosa World bahkan akan  dilengkapi fasilitas casino sebagai daya tarik wisata konvensi yang  baru. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Marina Bay Sand dari sisi arsitekturnya saja akan menjadi ikon baru  karena tiga hotel terpisah yang berkamar 2.500 unit bagian atapnya  menyatu seperti jembatan udara. di atas atap itu ada kolam renang, pusat  spa dan beragam restoran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas MICE bisa menampung 50.000 peserta dan uniknya jalan-jalan  di mal yang ada di Marina Bay Sand ini bisa dinikmati dengan perahu  seperti layaknya di Venezia, Italia. Bangunan  yang menjorok ke teluk  buatan itu dilengkapi  hotel,  kasino, fasilitas konvensi dan pameran,  art science museum dan gedung teater untuk pertunjukan dari Holywood  hingga Bolywood. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di Resorts World at Sentosa. Robin Goh, assistant  director communications mengatakan 49 ha mega proyek senilai Sin$6  miliar yang dikembangkan Genting International akan menjadikan Singapura  masuk peta dunia sebagai tujuan wisata keluarga utama awal 2010. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada enam hotel yang menawarkan lebih dari 1800 kamar dan fasilitas  MICE. Di Maxims Residences bahkan dilengkapi fasilitas kasino. Jadi,  peserta wisata konvensi nantinya bisa memboyong keluarga pula karena di  tempat ini akan ada Universal Studio Singapura yang menjadi satu-satunya  theme park yang pertama di Asia Tenggara. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada juga Marine Life park berisi 700.000 satwa laut dengan lagoon  buatan yang memungkinkan pengunjung berenang bersama lumba-lumba dan  bisa memberi makan langsung ikan-ikan hiu ganas yang dibatasi jeruji. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas lainnya adalah Festive Walk, Equarius Water Park dan ESPA,  pusat terapi spa bintang enam dengan akomodasi berbentuk bungalow. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran hanya decak kagum  yang keluar dari mulut  saat  menyaksikan presentasi dari beragam mega proyek yang tengah dibangun  sekaligus melengkapi fasilitas MICE di Singapura. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terbayang akan betapa sulitnya Indonesia menyaingi Singapura untuk  menjadi tujuan wisata MICE kalau pemerintah dan industri pariwisatanya  masih tetap melakukan pola pembinaan dan promosi yang sama dari tahun ke  tahun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Meski ditunjang dengan berbagai akses transportasi, infrastruktur,  citra aman, fasilitas dan kredilitas sebagai kota tujuan wisata konvensi  dunia, para pengelola BTMICE terus saja membuat beragam strategi untuk  mencapai target yang ingin di capai. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain BTMICE dalam tubuh organisasi STB juga ada Singapore  Exhibition &amp;amp; Convention Bureau (SECB) yang fungsinya menjadikan  Singapura sebagai tujuan segala event bisnis dan menciptakan nilai lebih  bagi konsumennya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;SECB inilah yang akan mendampingi para event organizer  (penyelenggara event), perusahaan maupun asosiasi untuk mendapatkan  beragam informasi MICE di negara pulau ini. Peran lainnya adalah aktif  melakukan biding (penawaran) ke bursa-bursa internasional untuk membawa  kegiatan konvensi ke Singapura. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu insentif yang ditawarkan SECB adalah program BE (Business  Events) di Singapura. Event organizer lokal maupun mancanegara  diberikan beragam insentif untuk bisa mendatangkan kegiatan konvensi  besar ke negara itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau sekedar memberikan insentif mensponsori makan malam gratis  seperti yang kerap dilakukan Depbudpar pada asosiasi profesi hanyalah  hal kecil bagi SECB. Tak heran untuk 2008 daftar kegiatan konvensi di  Singapura sudah panjang. Tahun lalu dari satu konfrensi Herba Life saja  pesertanya 16.000 orang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Event BTMICE tahun depan antara lain BikeAsia 2008, Tax Free World  Association 2008, CommunicAsia andBroadcastAsia 2008 dan SIGGRAPH Asia  2008. Banyaknya event juga dimungkinkan karena Singapura kini menjadi  sekretariat (home base) bagi 58 organisasi internasional di dunia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Segala kelebihan yang dimiliki agaknya tidak dinilai sebagai berkah  semata tapi merupakan hasil kerja keras dan bermitra dengan segala  sektor baik pemerintah maupun swasta. Keberadaan 58 organisasi  internasional misalnya, membuat BTMICE lebih fokus membidik event dengan  pendekatan cluster. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Event-event baru lebih mudah diciptakan lewat sistem cluster seperti  Banking &amp;amp; Finance, Biomedical sciences, ICT &amp;amp; Digital Media,  Tranport &amp;amp; Logistic. Tahun 2007 ini misalnya Singapura jadi tuan  rumah pertemuan bank-bank syariah yang beroperasi di dunia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"BTMICE punya apa yang disebut The Singapore Inc Model dimana multi  agensi, sektor pemerintah dan swasta bisa bekerjasama menciptakan dan  menarik event bisnis," kata Angeline Kim Kyna Tan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Caranya dengan menganalisa bersama kekuatan ekonomi dan kunci-kunci  yang dibutuhkan pasar, lalu bekerjasama dengan kalangan industri dan  cluster yang ada untuk membahas trend yang terjadi di masing-masing  cluster sampai akhirnya teridentifikasi event bisnis apa yang bisa di  ciptakan untuk mereka yang berkecimpung di bank syariah tadi misalnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Untuk program BE dengan skema insentif yang dijalankan, STB  mengalokasikan dana sebesar Sin$170 miliar untuk menciptakan event  jangka panjang bagi industri MICE, melakukan biding dan membidik target  event," tambahnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Meski presentasi Angeline sudah seperti tape recorder yang diucapkan  berulang-ulang karena kerap melayani berbagai media asing untuk  mempromosikan fasilitas wisata konvensi yang dimiliki, diakhir pertemuan  tetap saja dari mulut yang keluar tetap decak kagum. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang pasti adalah keluar dari gedung Tourism Court  STB,   tujuh perwakilan pers dari Indonesia menjadi lebih paham  petuah Jawa  yang mengatakan jer basuki mowo beo. Kalau mau menjaring kegiatan  konvensi dunia, usaha dan investasilah!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://web.bisnis.com/"&gt;Bisnis Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-3510991390562433454?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/3510991390562433454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/singapura-wisata-konvensi-paska-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/3510991390562433454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/3510991390562433454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/singapura-wisata-konvensi-paska-2010.html' title='Singapura, Wisata Konvensi Paska 2010'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-7188110995118007571</id><published>2010-04-01T19:49:00.001+07:00</published><updated>2010-04-03T20:13:40.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Bandung Dan Wisata Konvensi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.wallpaperstravel.com/wallpapers/java-gedung-sate-bandung-indonesia-1024x768.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.wallpaperstravel.com/wallpapers/java-gedung-sate-bandung-indonesia-1024x768.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 600px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di tengah suasana mendung dunia usaha akibat  dampak krisis perekonomian global, ada embusan angin segar dari industri  pariwisata kita. Diproyeksikan, industri pariwisata kita akan bisa  meraup sedikitnya Rp 600 miliar pada 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapatan sebesar itu  bersumber dari kedatangan jenis wisatawan pertemuan, insentif, konvensi,  dan pameran (meeting, incentive, convention, and exhibition/ MICE).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut  perhitungan Panca Rudolf Sarungu, salah seorang praktisi industri  wisata MICE, perusahaan-perusahaan besar bisa menghabiskan dana sekitar  Rp 500 juta-Rp 1 miliar per bulan untuk biaya perjalanan dan aktivitas  di luar kota, seperti rapat dan transaksi bisnis (Kompas Jabar, Senin,  1/12/2008).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Departemen Kebudayaan dan Pariwisata bersama pelaku  bisnis pariwisata dan pemangku kepentingan di sektor pariwisata telah  sepakat melanjutkan program Visit Indonesia Year pada 2009 dengan lebih  memfokuskan sasarannya pada wisata MICE dan bahari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Boleh jadi  wisata MICE ini dipilih menjadi salah satu fokus Departemen Kebudayaan  dan Pariwisata dengan melihat kenyataan bahwa profil wisatawan  mancanegara yang datang ke Indonesia selama ini ternyata lebih dari 40  persen bertujuan untuk kepentingan MICE.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, MICE dipilih  agaknya juga karena jenis wisata ini tampaknya tidak sensitif terhadap  isu-isu yang mengganggu pariwisata pada umumnya, semisal isu keamanan  dan terorisme mengingat hampir sebagian besar wisatawan MICE harus  datang ke Indonesia lantaran mengemban tugas dari institusi tempat  mereka bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lewat program wisata MICE dan bahari ini,  Indonesia ditargetkan akan meraih sedikitnya delapan juta kunjungan  wisata sepanjang 2009.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Cepat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kancah  industri pariwisata global, sebegitu jauh MICE merupakan salah satu  jenis wisata yang perkembangannya memang sangat cepat sehingga  menelurkan kemajuan dan keuntungan mengagumkan bagi bisnis pariwisata di  banyak kota dan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu kota/negara yang terbilang  sukses dalam mengelola dan mengembangkan wisata MICE ini adalah  Singapura. Menurut International Congress and Convention Association,  saat ini Singapura menempati peringkat kedua sebagai kota/negara yang  paling banyak menyedot wisatawan MICE setelah Wina, Austria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dewasa  ini guna lebih menggenjot industri wisata MICE-nya, Singapura sedang  menyelesaikan pembangunan dua megaresor bernilai 350 miliar dollar AS  yang dijadwalkan rampung akhir 2009.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Peluang Bandung&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibandingkan  dengan jenis wisata lainnya, MICE memang menyumbang pemasukan yang  relatif lebih besar. Wisata MICE umumnya menghasilkan pemasukan enam  kali lipat lebih besar dibandingkan dengan jenis wisata lainnya. Hal ini  karena wisatawan MICE, selain jumlahnya cukup besar, tingkat  pengeluaran uang mereka pun sangat besar pula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai salah satu  kota besar di Indonesia, Bandung sesungguhnya memiliki peluang terbuka  dalam mengembangkan wisata MICE ini. Hanya saja, peluang terbuka itu  akan tidak berarti apa-apa bagi industri pariwisata di Bandung tanpa  diimbangi dengan sejumlah langkah strategis menangkap potensi besar  industri wisata MICE dewasa ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktanya, selama ini jika ada  konferensi besar antarnegara yang dilangsungkan di Indonesia, hanya ada  dua kota yang kerap menjadi tuan rumah, yakni Jakarta dan Denpasar,  Bali. Kota Bandung sama sekali hampir tidak dilirik. Akibatnya, Bandung  belum menjadi pemain utama dalam industri wisata MICE. Padahal, kota  yang dulu berjuluk Paris-nya Jawa ini memiliki sejarah dan budaya khas  yang bisa ditawarkan dan menjadi daya tarik kuat bagi industri wisata  MICE.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu persoalan utama yang dihadapi Bandung dalam  mengembangkan wisata MICE ini adalah karena hingga kini ibu kota Povinsi  Jawa Barat itu sama sekali belum memiliki gedung pertemuan dan pameran  (convention center) yang representatif dan berskala internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal,  salah satu faktor penting guna mengembangkan dan memajukan industri  wisata MICE adalah adanya convention center yang representatif dan  bertaraf internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja, di samping perlunya keberadaan  convention center yang representatif dan berkelas internasional,  sejumlah aspek pendukung lainnya pun tidak kalah pentingnya untuk  diupayakan dalam pengembangan wisata MICE ini. Aspek-aspek pendukung itu  antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, menjalin dan meningkatkan kerja sama  regional dan internasional bagi pengembangan MICE, yang dibarengi dengan  terciptanya koordinasi yang baik pada tingkat pemerintahan, sektor  industri pariwisata, dan pemangku kepentingan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua,  adanya program-program training dan retraining secara rutin dan  sinambung bagi pekerja sektor pariwisata untuk lebih menaikkan  profesionalisme dan pelayanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, meningkatkan fasilitas  fisik dan teknis, semisal infrastruktur, sistem telekomunikasi, hotel  dan resor, transportasi, dan meningkatkan sistem perbankan dan keuangan  yang diiringi dengan pengembangan sistem pemasaran dan promosi yang  tepat sasaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang juga tidak kalah penting adalah keberadaan  biro konvensi yang andal. Biro semacam ini sangat dibutuhkan untuk  menyediakan segala informasi yang diperlukan oleh organizer MICE atau  siapa saja yang nantinya berniat menggelar berbagai event MICE di  Bandung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DJOKO SUBINARTO &lt;i&gt;Penulis Lepas; Staf Pengajar  Universitas ARS Internasional, Bandung&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arsip &lt;a href="http://cetak.kompas.com/"&gt;KOMPAS&lt;/a&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Online&lt;i&gt; | &lt;/i&gt;Kamis, 8 Januari 2009 | 16:41 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-7188110995118007571?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/7188110995118007571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/bandung-dan-wisata-konvensi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/7188110995118007571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/7188110995118007571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/04/bandung-dan-wisata-konvensi.html' title='Bandung Dan Wisata Konvensi'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-8283977639610341479</id><published>2010-03-30T21:09:00.006+07:00</published><updated>2010-04-03T21:24:39.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Multi Effects dari Bisnis MICE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.umac.mo/fba/fbahss/pics/seminars/09-3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.umac.mo/fba/fbahss/pics/seminars/09-3.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 180px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 295px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;MESKI                         istilah Meetings,                          Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE)                         telah                          populer, namun                         tidak                          semua orang                         tahu                          benar                          apa sebenarnya                           MICE itu.                     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada                         dasawarsa 90-an,  MICE                         telah                          menjadi bagian                         penting                          dalam perkembangan                         kepariwisataan                         di                          Tanah Air, meskipun                         di                          negara-negara industri                         maju                          pariwisata jenis                         ini                          telah berkembang                         jauh                          sebelum kita.                                                                                                    Pesatnya                         perkembangan                         ini                          seiring dengan                         semakin                          terbukanya perdagangan                         internasional                         dan                          berkembang pesatnya                         teknologi                         informasi                         dan                          transportasi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;                                                                                                                         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata                          MICE terdiri                         atas                          empat pokok                         kegiatan                         utama                          yaitu pertemuan                           (meetings), insentif                           (incentives), konvensi                           (conventions) dan                         pameran  (exhibitions).                                                                                                    Keempat                         jenis                          kegiatan itu                         merupakan                         usaha                          untuk memberi                         jasa                          pelayanan bagi                         suatu                          pertemuan sekelompok                         orang (para                         pelaku                          bisnis, cendekiawan,                         para                          eksekutif pemerintah                         maupun                          swasta) untuk                         membahas                         berbagai                         masalah                          berkaitan dengan                         kepentingan                         bersama                          termasuk juga                         memamerkan                         produk-produk                         bisnis.                                                                       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam                         catatan                          Jadi Rajaguguk                           (2005), secara                         historis                         bagi Indonesia                         momen                          terpenting munculnya                           MICE adalah                         berhasil                         diselenggarakannya                         Konferensi Asia                         Afrika                          di Bandung                         tahun 1955                         kemudian                         disusul                          dengan berlangsungnya                         kegiatan                         Genefo (Games of the  New                          Emerging Forces) tahun  1960,                         Konferensi PATA                         tahun 1963                         dan 1974                         menyusul                         kemudian OPEC                         di Bali                          dan KTT APEC di                         Bogor                          tahun 1995, hingga                         akhirnya                         suksesnya UNFCC                         di Nusa                         Dua,                          Desember 2007.                                                                           MICE merupakan                         bagian integral yang                         tidak                          dapat dipisahkan                         dari                          usaha jasa                         pariwisata yang                         meliputi                         usaha                          jasa konvensi,                         perjalanan                         insentif,                         dan                          pameran dalam                         suatu                          rangkaian kegiatan                         pelayanan                         bagi                          pertemuan/berkumpulnya                          orang-orang atau                         sekelompok                         orang (negarawan,                         usahawan,                         cendekiawan,                         publik,                          dan sebagainya)                         pada                          suatu tempat  yang                         terkondisikan                         oleh                          suatu permasalahan,                         pembahasan                         atau                          kepentingan bersama.                                                                                                                         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,                          meeting merupakan                         rapat/pertemuan                         sekelompok                         orang yang                         tergabung                         dalam                          suatu asosiasi,                         perusahaan yang                         memiliki                         kesamaan                         minat                          dengan tujuan                         dan                          kepentingan pembahasan                         suatu                          permasalahan bersama.                     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,                          incentives yakni                         perjalanan                         insentif                         merupakan                         suatu                          kegiatan perjalanan                           yang diselenggarakan                         oleh                          suatu perusahaan                         untuk                          para karyawan                         dan                          mitra usaha                         sebagai                          imbalan penghargaan                         atas                          prestasi mereka  yang                         berkaitan                         dengan                          penyelengaraan konvensi                           yang membahas                         perkembangan                         kegiatan                         perusahaan yang                         bersangkutan                         dan                          atau kegiatan                         pameran.                                                                                                                          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,                          conventions.                         Pertemuan                         sekelompok                         orang (negarawan,                         usahawan,                         cendekiawan,                         profesional                         dan                          sebagainya) untuk                         mambahas                         masalah-masalah yang                         berkaitan                         dengan                          kepentingan bersama                         dan                          biasanya dalam                         jumlah                          peserta yang besar.                                                                                                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat,                          exhibition murupakan                         suatu                          bentuk kegiatan                         mempertunjukkan,                         memperagakan,                         memperkenalkan,                         mempromosikan                         dan                          menyebarluaskan informasi                         hasil                          produksi barang/jasa                         maupun                          informasi visual di                         suatu                          tempat tertentu                         dalam                          jangka waktu                         tertentu                         untuk                          disaksikan secara                         langsung                         oleh                          masyarakat untuk                         meningkatkan                         penjualan,                         memperluas                         pasar                          dan mencari                         hubungan                         dagang.                                                                       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di                          Indonesia saat                         ini                          memiliki sejumlah                         kota                          tujuan wisata                         jasa MICE                         seperti Jakarta,  Bali,                         Batam,                          Medan, Padang,                         Bandung,                         Semarang,                         Yogyakarta, Surabaya                         dan                          Makassar.                                                  Usaha                         jasa MICE                         tidak                          dapat dipisahkan                         dengan                          mata rantai                         usaha-usaha                         di                          bidang kepariwisataan                         dan                          berbagai sektor                         usaha                          lainnya.                                                                                                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan                          MICE selalu                         melibatkan                         banyak                          sektor usaha/industri                         dan                          banyak pihak,                         hal itu                         menyebabkan                         pengaruh                         ekonomi yang                         dihasilkannya                         efek                          berlipat ganda                         atau                          berdampak luas                           (multiplier effect) yang                          menguntungkan dan                         dapat                          dirasakan banyak                         pihak.                         Apalagi                          spending power segmen  MICE                         sekitar 8 - 10 kali                         wisatawan                         biasa.                                                                                                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan                         ini,                          kondisi keamanan                         di Indonesia                         makin                          kondusif sehingga                         memberi image yang                         positif                          sebagai destinasi                         wisata.                         Diharapkan,                         mementum                         seperti                          ini dipertahankan                         sehingga                         kondisi                          rawan kertakit                         kegiatan                         politik                          seperti pilkada,                         pilpres                          dan pemilu                         legislatif                         tidak                          sampai mengorbankan                         kondisi yang                         kini                          makin kondusif.                         *                          &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gregorius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.balipost.co.id/"&gt;Bali Pos&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoPlainText" style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="SpellE" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-8283977639610341479?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/8283977639610341479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/03/multi-effects-dari-bisnis-mice.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/8283977639610341479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/8283977639610341479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/03/multi-effects-dari-bisnis-mice.html' title='Multi Effects dari Bisnis MICE'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-5340746533184385663</id><published>2010-01-19T01:59:00.006+07:00</published><updated>2010-04-03T21:29:36.768+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Pameran Industri Tetap Dominan 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.klsreview.com/HTML/2009Jul_Dec/20091108_01.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 600px; height: 400px;" src="http://www.klsreview.com/HTML/2009Jul_Dec/20091108_01.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ajang pameran di Tanah Air sepanjang 2010 dipastikan tetap didominasi oleh pameran industri, didukung oleh optimisme semakin membaiknya iklim investasi dan kondisi perekonomian nasional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sektor usaha yang dikategorikan dalam pameran industri yakni pameran dari sektor pertambangan, tekstil dan garmen, mesin, otomotif, transportasi, dan agroindustri.&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Adapun, jenis pameran lainnya yakni pameran properti (termasuk mebel, kerajinan, dan desain interior), pameran edukasi (termasuk teknologi informasi dan elektronik), pameran multiproduk, dan pameran lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal tahun hingga saat ini, jenis pameran industri merupakan yang paling banyak digelar yakni mencapai 75 pameran dari total 204 acara pameran yang telah digelar.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Herman Wiriadipoera, Direktur PT Napindo Media Ashatama, perusahaan penyelenggara acara (event organizer), menyebutkan peningkatan volume kegiatan pameran industri dipicu oleh semakin tingginya minat perusahaan multinasional dari berbagai negara untuk meningkatkan nilai investasi mereka di Indonesia.&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Kami yakin apabila pemerintah tetap bersungguh-sungguh menetapkan berbagai kebijakan yang positif bagi pertumbuhan dan perkembangan industri, maka pertumbuhan sektor tersebut di Indonesia pun akan semakin berkembang," katanya dalam seminar bertajuk MICE Outlook 2010, kemarin.&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dia menuturkan bisnis pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran (MICE) di Indonesia terus meningkat, terbukti dari jumlah pameran dagang yang diselenggarakan oleh anggota Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) cenderung meningkat.&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada 2004 tercatat sebanyak 152 pameran dagang dilakukan di Indonesia. Jumlah tersebut naik menjadi 242 pameran pada 2005. Kendati sempat turun menjadi 238 pameran pada 2006, jumlah pameran dagang yang digelar kembali naik menjadi 246 pameran pada 2007 dan 304 pameran dagang pada tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dukungan pemerintah&lt;br /&gt;Herman menyebutkan industri pameran memainkan peranan strategis untuk merangsang perkembangan ekonomi nasional dan juga membuka peluang investasi, serta mempromosikan produksi dalam negeri ke mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Oleh sebab itu dia berharap pemerintah memberikan dukungan kepada industri tersebut, sehingga dapat bersaing dengan penyelenggara pameran dari negara lain di kawasan Asia seperti Singapura, Hong Kong, dan Thailand.&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"Pada 2007, Indonesia berada di posisi kedelapan di wilayah Asia dalam hal jumlah acara bertaraf internasional yang diselenggarakan," katanya.&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menurut Herman, Indonesia seharusnya mampu berada di posisi lima besar.&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam kesempatan itu, Direktur MICE Ditjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Nia Niscaya menyebutkan yang menjadi kendala utama dari bisnis MICE adalah masalah keamanan, harga, dan aksesibilitas, sehingga dibutuhkan kerja sama semua pihak.&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Nia menambahkan bisnis MICE di sejumlah negara dikelola khusus oleh satu lembaga yang biasanya bernama convention bureau (biro konvensi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak contoh negara-negara yang memiliki biro khusus konvensi, seperti Austria, Norwegia, dan Belanda. Hal serupa bisa juga dibentuk di Indonesia untuk wilayah provinsi atau kota-kota utama MICE seperti Surabaya, Medan, Batam, Manado, Solo, dan Yogyakarta," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;a href="mailto:rochmat.fitriana@bisnis.co.id"&gt; R. Fitriana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisnis Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-5340746533184385663?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/5340746533184385663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/01/pameran-industri-tetap-dominan-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5340746533184385663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5340746533184385663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/01/pameran-industri-tetap-dominan-2010.html' title='Pameran Industri Tetap Dominan 2010'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-4560416289788902779</id><published>2010-01-19T01:38:00.005+07:00</published><updated>2010-04-03T20:09:50.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Melihat Peluang Wisata MICE 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0o9FmdaloJE/SDejKteH-qI/AAAAAAAAATs/NUNO4FIUFJ8/s400/salon.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_0o9FmdaloJE/SDejKteH-qI/AAAAAAAAATs/NUNO4FIUFJ8/s400/salon.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 214px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 280px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Industri MICE yang di dalamnya terdapat bidang meeting, incentive, conference, and exhibition, menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada 2008 kunjungan wisatawan mancanegara  mencapai 6,3 juta orang, lebih rendah dari target Visit Indonesia Year.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun dari sisi pemasukan, negara memperoleh devisa sekitar US$ 7,4 miliar (Rp 91 triliun lebih) tahun ini. Dari jumlah ini sebagaian besar langsung terserap langsung oleh masyarakat yang berkecimpung dalam industri wisata, perhotelan, restoran, transportasi, sampai kerajinan tangan. Yang menggembirakan,  menurut Asosiasi Kongres dan Konvesi Indonesia (INCCA), MICE menyumbang 40% dari devisa yang dihasilkan  pariwisata.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pariwisata dan MICE memiliki keterkaitan yang sangat erat, dengan demikian MICE juga sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan politik, baik nasional dan global. Untuk itulah, mengingat multiplayer effect MICE, yang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di 14  kota utama destinasi MICE maupun kota-kota lain di Indonesia, Majalah Venue menggelar talkshow bertajuk MICE Outlook 2009 dan “Indonesia MICE Award 2010” yang diselenggarakan pada 19 November 2009 lalu di Hotel Borobudur, Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MICE Outlook bertujuan memberi masukan kepada pelaku industri MICE sebagai bekal dalam merencanakan bisnis di 2010. Paparan para pakar politik dan ekonomi memberi gambaran kondisi politik dan ekonomi yang mempengaruhi bisnis MICE. Diharapkan, dengan mengikuti MICE Outlook, pelaku industri dapat lebih tajam lagi dalam merancang strategi bisnisnya. Bagi para pengambil keputusan di daerah, dapat menangkap tren yang terjadi untuk dilaksanakan di tingkat daerah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersamaan dengan kegiatan MICE Outlook,  diselenggarakan pula pemberian penghargaan: Indonesia MICE Award. Pemberian penghargaan ini bertujuan menjadi benchmark bagi pelaku industri. Kini mereka memiliki sasaran atau ukuran yang mesti dicapai dalam upaya terus memperbaiki diri dan meningkatkan produk serta layanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa pelaku industry MICE yang memperoleh penghargaan di antaranya adalah : Sinyo Herry Sarundajang Gubernur Sulawesi Utara, sebagai gubernur terbaik dalam pengembangan MICE di wilayahnya, kemudian Joko Widodo, Walikota Solo sebagai walikota terbaik dalam pengembangan MICE di wilayahnya, lalu Bali masih menjadi pilihan sebagai Destinasi MICE terbaik, Pacto Convex sebagai Profesional Convention Organizer terbaik, Napindo Media Ashatama  sebagai Profesional Exhibition Organizer terbaik, Bali International Convention Centre sebagai Convention Hall Terbaik, serta Jakarta International Expo sebagai Exhibition Hall Terbaik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, dalam penghargaan Indonesia MICE Award kali ini, Dewan Juri yang mewakili beberapa praktisi MICE dan akademisi MICE di Indonesia, seperti Christina L Rudatin Selaku Ketua LSP MICE Politeknik Negeri Jakarta, Ida Bagus Lolec (Pacific World Nusantara), dan Nia Niscaya (Direktur MICE Depbudpar RI), serta tim manajemen Majalah VENUE yang diwakili oleh Bambang Budjono (Wakil Pemimpin Umum), Andrianto Soekarnen (Pemimpin redaksi), serta Nurdin Al Fahmi (Project Director MICE Award 2009) juga memberikan penghargaan khusus kepada Tokoh MICE 2009 yang diberikan secara langsung kepada Bapak Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik, SE.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penghargaan atas Menbudpar RI kabinet Indonesia Bersatu II tersebut didasarkan berkat kebijakan-kebijakan yang beliau ambil demi memajukan industri MICE di tanah air, salah satunya dengan didirikannya direktorat MICE Depbudpar  melalui program Visit Indonesia Year.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping itu ada acara ini juga menganugerahkan Komisi Nasional Penanggulangan Aids sebagai penerima penghargaan khusus organisasi non pemerintah yang concern dalam pengembangan MICE di tanah air. “Berkat Kongres internasional ke-9 tentang AIDS se-Asia Pasifik, di Nusa Dua, Bali, Agustus lalu, nama Indonesia menjadi harum di mata dunia” ungkap Bambang Bujono, Ketua Dewan Juri yang mengumumkan penerima penghargaan Indonesia MICE Award pekan lalu di Hotel Borobodur Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses penilaian Indonesia MICE Award 2009 ini sendiri diperoleh dari hasil reportase dan pengamatan majalah VENUE selama setahun terakhir, setidaknya 10 nominasi dari masing-masing kategori berhasil di kelompokkan. Hasilnya 3 pemenang masing-masing kategori diperoleh dari meeting Dewan Juri yang berlangsung awal pekan November  di Depbudpar RI.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:  &lt;a href="http://erawisata.com/mice/"&gt;&lt;b&gt;Erawisata.Com&lt;/b&gt;.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://erawisata.com/mice/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-4560416289788902779?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/4560416289788902779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/01/melihat-peluang-wisata-mice-2010.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/4560416289788902779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/4560416289788902779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/01/melihat-peluang-wisata-mice-2010.html' title='Melihat Peluang Wisata MICE 2010'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0o9FmdaloJE/SDejKteH-qI/AAAAAAAAATs/NUNO4FIUFJ8/s72-c/salon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-4236857929396736777</id><published>2010-01-17T01:45:00.005+07:00</published><updated>2010-04-03T20:10:16.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>MICE Outlook 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://chicagoist.com/attachments/chicagoist_chuck/2007_09_candy_expo_prime.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" src="http://chicagoist.com/attachments/chicagoist_chuck/2007_09_candy_expo_prime.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 198px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 264px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ekonomi Bagus, Politik Stabil, Pariwisata Penuh Tantangan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pakar menyatakan ekonomi Indonesia pada 2010 akan lebih baik dibanding tahun ini, politik akan adem ayem, sementara di sektor pariwisata muncul tren-tren baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2010 telah di depan mata. Sebagaimana lazimnya, perusahaan-perusahaan‚ termasuk pelaku industri jasa Pertemuan, Insentif, dan Pameran di Tanah Air‚Äîmulai merancang bisnis di tahun depan. Untuk itu, dibutuhkan data tren bisnis serta ramalan kondisi di tahun mendatang. Dengan demikian, perusahaan lebih mudah menetapkan asumsi dalam menyusun strategi, menetapkan target, serta merancang anggaran.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu pelaku industri meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE), majalah VENUE menyelenggarakan MICE Outlook 2010. Pada intinya, kegiatan ini menampilkan para pakar yang memaparkan, secara umum, kondisi ekonomi, politik, pariwisata, dan MICE di tahun depan. Kegiatan ini diselenggarakan pada 19 November 2009 lalu di Hotel Borobudur, Jakarta, berkerja sama dengan Direktorat MICE dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI (Depbudpar). Selain itu, pada kesempatan tersebut majalah ini juga mengadakan penganugerahan Indonesia MICE Award 2009. Ajang ini merupakan sarana bench-marking praktik terbaik di industri MICE Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi pertama MICE Outlook, yang dibuka Sapta Nirwandar (Direktur Jenderal Pemasaran Depbudpar), menampilkan Tony Prasetyantono (Chief Economist BNI 46), Firmanzah (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), dan Alistair G. Speirs (Pendiri Phoenix Communications dan Pemimpin Redaksi Jakarta Now). Mereka memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi, politik, dan pariwisata pada 2010. Tony membuka pemaparan dengan analisis bahwa krisis ekonomi global telah mencapai titik terendah dan langsung memasuki masa-masa pemulihan. Krisis 2008-2009 berbeda dengan ‚ÄúGreat Depression‚Äù yang melanda dunia pada akhir 1920-1930-an. Ketika itu, kondisi depresi berlangsung lama, sejak 1929, dan baru mulai pulih pada 1936. Sekarang ini, dunia memasuki masa recovery dengan relatif sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sendiri tak terlalu terpengaruh krisis finansial global. Ini berkat pasar domestik yang kuat. Kegiatan ekonomi masih tumbuh sekitar 4 persen. Tony kemudian memaparkan analisis beberapa media internasional terhadap masa depan Indonesia pascapemilihan umum. Majalah ekonomi terkemuka, The Economist, menyebut Indonesia sebagai ‚ÄúA Golden Chance‚Äù. Majalah Newsweek juga menurunkan berita sampul tentang ekspektasi besar terhadap pemerintahan SBY-Boediono. Namun begitu, menurut Tony, optimisme terhadap Indonesia baru sebatas ekspektasi. Ini berbeda dengan Brazil, misalnya, yang telah disebut-sebut media internasional sebagai ‚ÄúKeajaiban Ekonomi Baru.‚Äù Jadi, tantangan Indonesia adalah mentransformasikan harapan menjadi kenyataan. Tony meramalkan, di tahun depan, kegiatan ekonomi Indonesia akan berkembang sebesar 5,5 persen. Sementara itu, harga barang-barang akan naik 5,5 persen pula. Nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp 9.000 per dollar Amerika Serikat. Kucuran kredit dari perbankan akan naik 15 persen dibanding tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik Era Facebook Melanjutkan optimisme di sektor ekonomi, Firmanzah mengemukakan bahwa politik Indonesia di tahun depan akan adem ayem. Kalaupun muncul gejolak semisal yang berkaitan dengan hak angket Bank Century, ia hanya berupa riak kecil. Kondisi baru akan memanas pada 2012 ketika elite politik bersiap menghadapi pemilihan legislatif dan presiden 2014. Dengan kenyataan bahwa Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono tak bisa maju lagi, para kontestan lain merasa peluang untuk berkuasa sama besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firmanzah menekankan bahwa kondisi aman tenteram terutama ditopang sikap rakyat yang pragmatis, tak ideologis. Mereka tak bisa lagi didorong-dorong oleh kepentingan eliteelite politik. Permainan politik sendiri kini berubah dari mass mobilization ke image creation. Di sini, pelaku politik harus menyesuaikan diri dengan medan bertarung yang baru. Konsultan politik serta pembangun imaji mendapat peran penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut studi, masyarakat menilai partai politik tidak berpengaruh. Padahal, mestinya, partai menjadi mesin demokrasi. Karenanya, partai harus menyesuaikan diri dengan politik di era jejaring dunia maya Facebook dan Twitter. ‚ÄúKita tengah menyaksikan deelitisasi,‚Äù kata Firmanzah. Maksudnya, dinamika elite politik tak berpengaruh kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://netsains.com/author/andrianto-soekarnen/"&gt;Andrianto Soekarnen&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-4236857929396736777?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/4236857929396736777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/01/mice-outlook-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/4236857929396736777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/4236857929396736777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/01/mice-outlook-2010.html' title='MICE Outlook 2010'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-7433145516217481588</id><published>2010-01-01T02:20:00.005+07:00</published><updated>2010-04-03T20:10:58.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Melongok Kota Wisata Bandoeng Tempo Doeloe</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.walburgpers.nl/site/boek_detail.php?hfst_id=101&amp;amp;hfst_id_parent=5&amp;amp;boek_id=855&amp;amp;text=" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.walburgpers.nl/images_content/boeken/9789057306044.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 282px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 200px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada catatan sejarah Kota Bandung, bahwa pada jaman Belanda, Bandung pernah dijadikan obyek tujuan wisata, terutama oleh wisatawan yang datang dari negara-negara Eropa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Bookman Old Style,Georgia,Times New Roman,Times,serif;font-size:12px;"  &gt;&lt;/span&gt;Dalam buku Semerbak Bunga di Bandung Raya yang ditulis oleh Haryoto Kunto, dikemukakan bahwa adanya “Bandoeng Voorruit” (Bandung Maju) suatu perkumpulan swasta yang menjadi partner Gemeente Bandung (Kotapraja Bandung) tahun 1920, telah berhasil membangun, menata dan membenahi kota Bandung, sehingga memperoleh julukan Parijs van Java.    &lt;span style=";font-family:Bookman Old Style,Georgia,Times New Roman,Times,serif;font-size:12px;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih spesifik lagi, Bandoeng Voorruit kemudian memilih bidang pembangunan:&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menggali dan mengembangkan obyek wisata di Wilayah Bandung dan sekitarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menata dan merias secara artistik wajah penampilan Bandung sebagai tujuan wisata di Nusantara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menarik sebanyak-banyaknya turis untuk mampir ke Parijs van Java, selain mempromosikan Bandung sebagai kota ideal bagi para pensiunan orang Eropa yang ingin tetap tinggal bermukim di Nusantara.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan namanya “Bandung Maju”, organisasi swasta itu benar-benar berusaha memajukan sektor pariwisata pada masa lalu. Dalam menggali obyek turisme, Bandung Maju berhasil membangun jalan raya menuju Kawah Tangkubanparahu dan Kawah Papandayan. Selain itu, juga menyediakan fasilitas dan kemudahan bagi para turis yang ingin mengunjungi objek wisata di sekitar Bandung dan Priangan, seperti danau-danau, air terjun, panorama indah, peninggalan sejarah, tempat peristirahatan, dan lain-lain. Bandung Maju bahkan sanggup menyelenggarakan perjalanan mendaki gunung dan menembus rimba.   Ada beberapa faktor penyebab atau daya tarik yang mendukung Bandung sebagai daerah tujuan wisata maupun sebagai “kota pemukiman ideal” di Nusantara. Faktor-faktor pendukung tersebut antara lain adalah:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sebagai sebuah kota pegunungan, Bandung memiliki udara sejuk, nyaman dan menyegarkan. Keramahan penduduk dipadu dengan panorama indah alami Daerah Priangan, merupakan pesona tersendiri. Itu modal utama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Banyaknya objek wisata sekeliling Bandung yang telah maupun belum digali potensinya. Apalagi letak objek wisata tidak terlampau jauh dari kota, dan tak kelewat sulit untuk mencapainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Meski lokasi geografis Bandung di wilayah pegunungan, namun berbagai sarana transpor cukup banyak tersedia untuk mencapainya. Hampir dari semua kota di Jawa ada jalur komunikasi menuju kota Bandung. Kelancaran transpor tentu saja merupakan faktor penunjang suksesnya pengembangan pariwisata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pada masa sebelum perang, Bandung lengkap memiliki akomodasi pariwisata seperti hotel, wisma peristirahatan, restoran, tempat rekreasi dan pelayanan transportasi yang dikelola secara baik. Mampu memenuhi persyaratan minimal sebagai kota yang layak menjadi tujuan wisata di Nusantara, bahkan juga untuk wilayah Asia Tenggara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; “Parijs van Java” memiliki kalender tahunan yang menarik dan bisa memancing minat perhatian orang luar kota untuk datang mengunjunginya. Sejak tahun 1920, setiap bulan Juni-Juli, Kota Bandung memasuki suasana pesta. Suatu atraksi wisata berupa ”Bursa Tahunan” (Jaarbeurs) yang meriah diselenggarakan. Jaarbeurs memamerkan segala macam hasil produksi industri maupun pertanian dari segenap peloksok Nusantara. Dalam Bursa Tahunan itu juga diselenggarakan pameran dan festival seni budaya yang diikuti juga oleh artis seniman manca negara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Salah satu faktor sebagai kunci keberhasilan pengembangan pariwisata adalah promosi atau propaganda. Menyadari akan pentingnya promosi sebagai upaya menarik wisatawan, maka Burgemeester (Walikota) Bandung N. Beets pada tahun 1937 telah melibatkan seluruh warga kota dalam kampanye memperkenalkan objek wisata yang potensial.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Bandung Baheula yang beken sebagai ”Parijs van Java”, memang merupakan kota titirah dan hunian kaum pensiunan yang indah permai. Kota Kembang yang sejuk asri menawan hati , mampu membelai sukma nurani pelancong untuk tetap betah tinggal. Pesona indah panorama alami, dilengkapi taman bersih hijau berseri, merupakan ciri lestari abadi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ciri menarik Kota Bandung tempo dulu adalah suasana kehidupan masyarakatnya. Beberapa orang tua dulu sependapat bahwa dahulu  Bandung tenar sebagai kota tempat santai dan pelesiran. Dalam basa Sunda disebut Tempat Pangulinan. Suasana kehidupan masyarakat kala itu aman, tertib, dan tentram atau rust en orde, sangat mendukung  kelangsungan aktifitas Kota Bandung, hidup terus menerus sehari 24 jam. Memang Bandung tempo dulu adalah kota yang tidak pernah tidur. Tidak seperti jaman sekarang, orang cepat tidur, kelewat sore menutup pintu.  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini Bandung sudah mulai bebenah diri, ingin mengembalikan citra sebagai Bandung Kota Wisata. Tantangannya yang masih mencolok adalah kepadatan penduduk dan tumbuh berkembangnya bangunan baik guna perumahan, perkantoran serta pengelolaan pertamanan yang memang perlu ditertibkan lebih seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kecil dari sahabat saya orang pertanian ahli pertamanan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Kunaon nya di Kota Bandung mah bet pohon pelindung sisi jalan teh lolobana tangkal Angsana. Pan eta mah gampang runtuh, jeung daunna baradag gampang  ngabalaan jalan. Alusna mah tangkal asem karanji, nu kungsi dipelakeun waktu jaman Bandung Tempo Dulu. Pan kiwari mah di kota-kota Jawa Tengah, Jawa Timur jeung kota Jakarta masih loba pelak asem karanji. Tangkalna kuat teu gampang runtuh katebak angin, daunna moal ngabalaan jalan. Oge buahna bisa dijadikeun manisan jeung ubar”.    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Bookman Old Style,Georgia,Times New Roman,Times,serif;font-size:12px;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kabarindonesia.com/"&gt;Kabar Indonesia&lt;/a&gt; | Oleh : &lt;a href="http://www.mandarmaju.com/pengarang.php?id=110"&gt;Dr Rochajat Harun Med&lt;/a&gt;. | 06-Aug-2008, 23:07:11 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-7433145516217481588?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/7433145516217481588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/01/melongok-kota-wisata-bandung-tempo-dulu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/7433145516217481588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/7433145516217481588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2010/01/melongok-kota-wisata-bandung-tempo-dulu.html' title='Melongok Kota Wisata Bandoeng Tempo Doeloe'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-1863596135831000796</id><published>2009-12-25T10:34:00.009+07:00</published><updated>2010-04-03T20:11:25.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Jalan Braga, Bandung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SzQ0uDN18AI/AAAAAAAADik/K7NyqdeI1h8/s1600-h/braga-clik.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419014217375543298" src="http://4.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SzQ0uDN18AI/AAAAAAAADik/K7NyqdeI1h8/s400/braga-clik.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 600px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Jalan Braga&lt;/b&gt; adalah nama sebuah jalan utama di kota &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung" title="Bandung"&gt;Bandung&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. Nama jalan ini cukup dikenal sejak masa pemerintahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindia-Belanda" title="Hindia-Belanda"&gt;Hindia-Belanda&lt;/a&gt;. Sampai saat ini nama jalan tersebut tetap dipertahankan sebagai salah satu maskot dan obyek wisata kota Bandung yang dahulu dikenal sebagai &lt;i&gt;Parijs van Java&lt;/i&gt;.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Lingkungan"&gt;Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat kompleks pertokoan yang memiliki arsitektur dan tata kota yang tetap mempertahankan ciri arsitektur lama pada masa Hindia Belanda. Tata letak pertokoan tersebut mengikuti model yang ada di Eropa sesuai dengan perkembangan kota Bandung pada masa itu (1920-1940-an) sebagai kota mode yang cukup termasyhur seperti halnya kota &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris" title="Paris"&gt;Paris&lt;/a&gt; pada saat itu. Di antara pertokoan tersebut yang masih mempertahankan ciri arsitektur lama adalah pertokoan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sarinah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Sarinah (halaman belum tersedia)"&gt;Sarinah&lt;/a&gt;, Apotek &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_Farma" title="Kimia Farma"&gt;Kimia Farma&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Merdeka" title="Gedung Merdeka"&gt;Gedung Merdeka&lt;/a&gt; (Gedung Asia Afrika yang dulunya adalah gedung &lt;i&gt;Societeit Concordia&lt;/i&gt;). Model tata letak jalan dan gedung gedung pertokoan dan perkantoran yang berada di Jalan Braga juga terlihat pada model jalan-jalan lain di sekitar Jalan Braga seperti Jalan Suniaraja (dulu dikenal sebagai &lt;i&gt;Jalan Parapatan Pompa&lt;/i&gt;) dan Jalan Pos Besar (&lt;i&gt;Postweg&lt;/i&gt;) yang dibangun oleh Gubernur Jendral &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Herman_Willem_Daendels" title="Herman Willem Daendels"&gt;Herman Willem Daendels&lt;/a&gt; pada tahun 1811, di depan Gedung Merdeka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Sejarah"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya Jalan Braga adalah sebuah jalan kecil di depan pemukiman yang cukup sunyi sehingga dinamakan &lt;i&gt;Jalan Culik&lt;/i&gt; karena cukup rawan, juga dikenal sebagai &lt;i&gt;Jalan Pedati&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Pedatiweg&lt;/i&gt;) pada tahun 1900-an. Jalan Braga menjadi ramai karena banyak usahawan-usahawan terutama berkebangsaan Belanda mendirikan toko-toko, bar dan tempat hiburan di kawasan itu seperti toko &lt;i&gt;Onderling Belang&lt;/i&gt;. Kemudian pada dasawarsa 1920-1930-an muncul toko-toko dan &lt;i&gt;butik&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;boutique&lt;/i&gt;) pakaian yang mengambil model di kota Paris, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis" title="Perancis"&gt;Perancis&lt;/a&gt; yang saat itu merupakan kiblat model pakaian di dunia. Dibangunnya gedung &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Societeit_Concordia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Societeit Concordia (halaman belum tersedia)"&gt;Societeit Concordia&lt;/a&gt; yang digunakan untuk pertemuan para warga Bandung khususnya kalangan &lt;i&gt;tuan-tuan hartawan&lt;/i&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hotel_Savoy_Homann&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Hotel Savoy Homann (halaman belum tersedia)"&gt;Hotel Savoy Homann&lt;/a&gt;, gedung perkantoran dan lain-lain di beberapa blok di sekitar jalan ini juga meningkatkan kemasyhuran dan keramaian jalan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun sisi buruknya adalah munculnya hiburan-hiburan malam dan kawasan &lt;i&gt;lampu merah&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;kawasan remang-remang&lt;/i&gt;) di kawasan ini yang membuat Jalan Braga sangat dikenal turis. Dari sinilah istilah kota Bandung sebagai &lt;i&gt;kota kembang&lt;/i&gt; mulai dikenal. Sehingga perhimpunan masyarakat warga Bandung saat itu membuat selebaran dan pengumuman agar "&lt;i&gt;Para Tuan-tuan Turis sebaiknya tidak mengunjungi Bandung apabila tidak membawa istri atau meninggalkan istri di rumah&lt;/i&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di beberapa daerah dan kota-kota yang berdiri serta berkembang pada masa Hindia Belanda, juga dikenal nama jalan-jalan yang dikenal seperti halnya Jalan Braga di Bandung seperti &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jalan_Kayoetangan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Jalan Kayoetangan (halaman belum tersedia)"&gt;Jalan Kayoetangan&lt;/a&gt; di kota &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malang" title="Malang"&gt;Malang&lt;/a&gt; yang juga cukup termasyhur dikalangan para Turis terutama dari negeri &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda"&gt;Belanda&lt;/a&gt; juga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Malioboro" title="Jalan Malioboro"&gt;Jalan Malioboro&lt;/a&gt; di &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta" title="Yogyakarta"&gt;Yogyakarta&lt;/a&gt; dan beberapa ruas jalan di &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta" title="Jakarta"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;. Namun sayangnya nama asli jalan ini tidak dipertahankan atau diubah dari nama sebelumnya yang dianggap populer seperti halnya Jalan Kayoetangan di kota Malang diganti menjadi Jalan Basuki Rahmat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baca juga: &lt;a href="http://www.arsitekturindis.com/?p=242"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://drimawan.blogspot.com/2009/10/mengembalikan-kejayaan-jalan-braga.html"&gt;Mengembalikan kejayaan Jalan Braga&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://drimawan.blogspot.com/2009/10/jalan-braga-hidup-segan-mati-tak-mau.html"&gt;Jalan Braga, Hidup Segan Mati Tak Mau&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-1863596135831000796?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/1863596135831000796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/jalan-braga-bandung.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/1863596135831000796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/1863596135831000796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/jalan-braga-bandung.html' title='Jalan Braga, Bandung'/><author><name>Bang Nonki</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SwmyNGKq0FI/AAAAAAAADQA/4UsouNklqDg/S220/thumb-ns.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SzQ0uDN18AI/AAAAAAAADik/K7NyqdeI1h8/s72-c/braga-clik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-8338867024465046962</id><published>2009-12-15T05:52:00.012+07:00</published><updated>2010-10-25T15:28:18.793+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Bisnis MICE Untuk Bandung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SycPNyiGbrI/AAAAAAAAABc/BhNJ2St0WfY/s1600-h/OTHERS_76380_2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415313806513827506" src="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SycPNyiGbrI/AAAAAAAAABc/BhNJ2St0WfY/s400/OTHERS_76380_2.jpg" style="margin: 0pt 10px 0px 0pt; cursor: pointer; float: left; height: 222px; width: 289px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di kalangan pebisnis pariwisata, MICE atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Meeting,  Incentive, Convention and exhibition&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;tentu saja bukan hal baru. Bisnis ini memang sudah lama dikenal sebagai sumber perolehan terbesar dari negara-negara yang mengandalkan pendapatan devisanya dari sektor pariwisata. Sehingga tidak heran jika dalam rangkaian program Visit Indonesia Year 2008 &amp;amp; 2009 Kementerian Pariwisata Seni dan Budaya RI pun meletakkan MICE sebagai salahsatu potensi bisnis yang sangat diandalkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Tapi apakah MICE juga dikenal baik oleh masyarakat luas Indonesia? Pertanyaan ini tentu perlu diuji, mengingat belum tentu 1 dari 10 warganegara Indonesia yang berjumlah lebih dari 230 juta itu bisa bercerita banyak bila ditanya tentang MICE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di negara-negara tetangga seperti Jepang, China, Autralia, Malaysia, Thailand, Hong Kong, Filipina, Vietnam, Macau dll, MICE sudah lama menjadi penghasil devisa negara di urutan atas. Tidak heran bila bisnis inipun selalu mendapat perhatian khusus dari masing-masing pemerintah negara tersebut, tidak saja dalam sosialisasi tetapi juga dalam upaya nyata untuk sedapat mungkin mewujudkan semua sarana dan fasilitas pendukung yang dituntut oleh pasar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Dalam salahsatu makalah yang diterbitkan oleh Direktorat MICE Departemen Kebudayaan dan Pariwisata disebutkan bahwa yang diinginkan oleh pasar MICE dunia sebenarnya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Security, Pricing, Accessibility, Fresh New Destination, Infrastructure, Cultural Option&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Language&lt;/span&gt;. Lalu apakah Indonesia sudah mampu menampilkan semua itu dalam arti yang sebenar-benarnya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Sampai di sini, tidak kurang dari Ketua Umum INCCA (Indonesian Congress and Convention Association), Iqbal Alan Abdullah sendiri mengakui bahwa Indonesia masih memiliki banyak ketertinggalan sehingga terlepas dari sudah sejauh mana upaya yang dilakukan oleh semua pihak terkait, paling tidak selama 6 tahun belakangan ini, aktifitas MICE berskala internasional di negara kita masih berada di urutan ke delapan di bandingkan dengan negara-negara yang disebutkan tadi &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(*).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="MsoNormalTable"  style="height: 112px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left; width: 605px;font-family:verdana;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr  style="height: 20.25pt;font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; height: 20.25pt; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; height: 20.25pt; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Negara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; height: 20.25pt; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; height: 20.25pt; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; height: 20.25pt; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; height: 20.25pt; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; height: 20.25pt; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; height: 20.25pt; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr  style="font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Jepang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;189&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;180&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;197&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;194&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;215&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;247&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr  style="font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;China&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;76&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;202&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;203&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;189&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;195&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;223&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr  style="font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Australia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;163&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;179&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;184&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;194&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;182&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr  style="font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Singapore&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;85&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;132&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;124&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;141&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;120&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;169&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr  style="font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Malaysia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;64&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;86&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;58&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;97&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;92&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;87&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr  style="font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Thailand&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;91&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;101&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;93&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;84&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;92&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;95&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr  style="font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Hongkong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;41&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;89&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;98&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;66&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;72&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;66&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr  style="font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;38&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;31&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;36&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;33&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr  style="font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Philippines&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;34&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;23&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;38&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;35&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr  style="font-family:verdana;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 7.78%;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 21.84%;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Vietnam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;19&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.74%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.72%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;19&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.76%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;22&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td  style="padding: 0cm; width: 7.78%;font-family:verdana;" width="7%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td  style="padding: 0cm; width: 21.84%;font-family:verdana;" width="21%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Macao&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td  style="padding: 0cm; width: 11.74%;font-family:verdana;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td  style="padding: 0cm; width: 11.74%;font-family:verdana;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td  style="padding: 0cm; width: 11.74%;font-family:verdana;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td  style="padding: 0cm; width: 11.72%;font-family:verdana;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td  style="padding: 0cm; width: 11.76%;font-family:verdana;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 11.7%;" width="11%"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:red;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:85%;" &gt;(*) Sumber: German Indonesia Chamber of Industries and Commerce&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Bandung Sebagai Kota MICE  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Melalui Direktorat MICE Deparsenibud, Pemerintah telah menetapkan kota-kota tujuan MICE di Indonesia yakni Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan, Batam-Bintan, Padang-Bukittinggi, Makassar, Manado, Palembang, Mataram, dan Bandung. Meskipun sebagai warga Bandung hal itu terdengar menyenangkan, namun tidak banyak dari kita yang menyadari bahwa 3 kota yang disebut belakangan baru masuk dalam daftar ini terhitung sejak April 2009 lalu. Artinya, Pemerintah sendiri menganggap kesiapan Bandung untuk dijadikan kota MICE masih tertinggal dibanding 10 kota yang disebut duluan. Padahal bila ditilik dari sejarah perkembangan MICE Indonesia, sesunguhnya Bandung termasuk kota pertama yang berhasil menyelenggarakan event berskala Internasional sejenis ini melalui Konferensi Asia Afrika di tahun 1955!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Masyarakat Pariwisata Jawa Barat sendiri sebetulnya sudah sejak lama berbicara, berdebat, bahkan memohon kepada Gubernur dan Walikota untuk membantu agar bisnis MICE di Jawa Barat, khususnya di kota Bandung, dapat berkembang dengan baik. Namun hal ini nampaknya masih memerlukan perjuangan dan waktu yang relatif panjang kendati sebagian besar syarat yang dituntut pasar sebagaimana disebut di atas sebetulnya sudah lama dimiliki.&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bandung dikenal aman dan hampir bebas dari berbagai isu menyangkut keamanan publik. Jumlah kamar dari 251 berbagai kelas hotel yang tersedia saat ini sudah mencapai 10.430. Bahkan pada tahun 2010 nanti diperkirakan akan terpenuhi sebanyak 13.805 - dari kebutuhan sebanyak 15.000 - dengan rata-rata pilihan harga kamar yang relatif terjangkau. Akses menuju Bandung, terutama dari Jakarta, sudah demikian baik. Dengan menggunakan jalan Tol Cipularang misalnya, hanya dibutuhkan waktu berkendaraan sekitar 2 sampai maksimum 3 jam saja. Adapun pesona wisatanya sendiri sudah tidak perlu dipertanyakan lagi terutama keindahan alamnya, kultur masyarakatnya, wisata kulinernya, keunikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fashion&lt;/span&gt;-nya, dll, yang bahkan sejak jaman Belanda dulu sudah menjadi magnit sangat kuat untuk menarik wisatawan dari berbagai daerah termasuk dari Eropa. Karenanya tidak heran bila nickname Parijs Van Java terus melekat padanya sejak jaman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baheula &lt;/span&gt;hingga saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung, Drs. M. Askari Wirantaatmadja mengatakan bahwa rata-rata kedatangan wisatawan - nusantara dan mancanegara - ke Bandung sudah mencapai 21.000 orang per-hari, dan jumlah itu bisa meningkat hingga 61.000 orang pada akhir pekan dan hari-hari libur nasional (pada umumnya didominasi oleh wisatawan nusantara). Disebutkan juga bahwa dari total 7,5 s/d 10 juta wisatawan yang tecatat berkunjung ke Bandung per-tahun, hanya sekitar 2,5 juta saja yang tertampung untuk menginap. Itu pun dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;length of stay&lt;/span&gt; (rata-rata lama menginap) kurang dari 1,7 malam per-orang.&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm; font-family: verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jika rata-rata pengeluaran setiap wisatawan ini diperkirakan sebesar Rp. 200.000 per-hari saja, tentu dapat kita bayangkan sendiri berapa besar sesungguhnya potensi PAD yang “urung terserap” dari ketidaksiapan kota Bandung untuk mengakomodir seluruh wisatawan ini. &lt;/div&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kendati demikian, dengan mengedepankan pertimbangan dan perhitungan-perhitungan perencanaan dan tata ruang kota Bandung sendiri, upaya ke arah penambahan jumlah kamar hotel secara masif, atau dengan kata lain membangun hotel-hotel baru secara besar-besaran, tentu saja dapat berdampak pada timbulnya masalah-masalah lingkungan yang tidak sederhana. Lihat saja apa jadinya sekarang dengan penumpukan pengunjung - terutama pada hari-hari libur - yang selalu memadati hampir semua ruas jalan-jalan kota Bandung. Hal ini sudah menjadi masalah sangat serius, namun hingga kini belum juga ada tanda-tanda akan terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sebetulnya sekarang ini sudah tiba waktunya, terutama bagi Pemerintah Daerah dan seluruh komponen terkait untuk kommit dan dengan sungguh-sungguh membangun sekaligus menumbuh-kembangkan bisnis MICE Jawa Barat melalui seluruh potensi yang dimiliki oleh kota Bandung dan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Mesin Uang Bernama MICE  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak dari kita yang menyadari betapa besar sesungguhnya kemampuan bisnis ini mencetak uang. Usmar Salam, akademisi Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) dalam presentasinya tentang MICE pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumatera International Travel Fair (SITF) 2009&lt;/span&gt; di Hotel Pangeran Beach, Padang, Juni lalu menyebutkan bahwa jumlah uang yang mengalir dari bisnis ini bisa mencapai 40 kali lipat lebih besar daripada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leisure tourism&lt;/span&gt;. Usmar menganalogikannya dalam bentuk kunjungan seorang kepala negara. Jika seorang kepala negara bepergian ke luar negeri, akan ada ratusan orang yang ikut bersama rombongannya, dan secara ekonomis tentu saja ini memberikan efek positif bagi negara tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ketika Hillary Clinton berkunjung ke Indonesia, Usmar mengamati ternyata ada sekitar 2.000 orang yang menyertainya. Menururtnya ini baru satu orang pejabat penting. Lalu, bagaimana jika ada ratusan orang penting yang berkunjung dan menginap di Bandung selama seminggu misalnya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="verdana" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Leisure tourism dan MICE&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leisure tourism&lt;/span&gt; dapat diartikan sebagai perjalanan wisata untuk bersenang-senang atau singkatnya perjalanan liburan. Di Indonesia sendiri waktu terpendek yang dihabiskan wisatawan mancanegara untuk berlibur rata-rata adalah selama 7 hari sedangkan waktu terlama rata-rata adalah selama 29 hari. Dan untuk yang disebut belakangan ini biasanya mereka lakukan dengan secara teratur berpindah-pindah dari satu kota tujuan wisata ke kota tujuan wisata lainnya. Paket perjalanan wisata jenis ini popular dengan sebutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overland tour&lt;/span&gt;, seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;0 Days Jawa-Bali Overland &lt;/span&gt;misalnya. Yakni suatu rangkaian perjalanan wisata yang dilakukan melalui darat - dengan kendaraan wisata dan pemandu wisata khusus - dari Jakarta menuju Bali melaui kota-kota seperti Bogor, Bandung, Baturaden, Wonosobo, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Bromo, Banyuwangi, dan berakhir di Bali. Di kota-kota yang tidak dapat dinikmati sambil meneruskan perjalanan biasanya mereka akan menginap antara 1, 2 sampai 3 malam hingga akhirnya tiba di Bali, di mana kemudian mereka akan menghabiskan sisa waktu liburannya sebelum kembali ke negara asalnya masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Di luar tiket penerbangan, biaya pribadi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;extend stay&lt;/span&gt; di Bali, guna dapat mengikuti paket overland ini biasanya para wisatawan membayar kepada perusahaan perjalanan antara US$. 700 s/d US$. 1.000 per-orang. Jika mereka menginap di Bandung selama 2 malam dan kita berasumsi biaya perjalanan per-orang adalah US$. 100 per-hari (US$. 1.000 untuk 10 hari perjalanan), maka terlepas berapapun banyaknya wisatawan mancanegara yang sempat singgah dan menginap di Bandung, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;total share &lt;/span&gt;yang diperoleh Bandung dari penyelenggaraan paket &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leisure tourism&lt;/span&gt; ini hanya US$. 200 per-orang. Sedangkan sisanya masih harus dibagi sebagai “pendapatan daerah” untuk kota-kota berikutnya. Karenanya, katakanlah dari 2,5 juta wisatawan yang tertampung untuk menginap di Bandung tadi separuhnya terdiri dari wisatawan mancanegara. Maka potensi pendapatan dari wisatawan mancanegara ini dalam setahun kurang lebih hanya sebesar 2,5 juta wisatawan x 50% x US$. 200, atau sama dengan US$. 250.000. &lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="verdana" style="font-family: verdana; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan penyelenggaraan MICE. Di luar tiiket pesawat dan belanja pribadi, biasanya rata-rata biaya paket MICE berskala Internasional untuk 4 atau 5 hari penyelenggaraan bisa mencapai US$. 1.500 s/d US$. 2.500 per-orang. Dan jika penyelenggaraan ini dilangsungkan di Bandung misalnya, berbeda dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;leisure tourism&lt;/span&gt; yang harus mendistribusikan expenditure-nya di kota-kota yang dilalui, maka untuk MICE hampir seluruh penerimaan itu akan sepenuhnya menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;total share&lt;/span&gt; bagi kota Bandung sendiri! &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan bila Bandung memiliki fasilitas penyelenggaraan MICE yang memadai sehingga mampu mengakomodir 2.000 s/d 5.000 orang untuk sekali event Internasional. Maka dalam kurun waktu 4 s/d 5 hari saja, setidaknya akan terdistribusi dana di seputar kota Bandung sekitar US$. 1.500 x 2.000 peserta, atau sama dengan US$. 3.000.000. Bayangkan juga jika kejadian serupa berulang cukup 3 kali dalam setahun, berapa besar kira-kira dana yang dapat disumbangkan untuk PAD?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-right: 2pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Deni Drimawan., SE, MM, CQM &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-8338867024465046962?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/8338867024465046962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/bisnis-mice-untuk-bandung.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/8338867024465046962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/8338867024465046962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/bisnis-mice-untuk-bandung.html' title='Bisnis MICE Untuk Bandung'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SycPNyiGbrI/AAAAAAAAABc/BhNJ2St0WfY/s72-c/OTHERS_76380_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-5733874847055927008</id><published>2009-12-14T11:01:00.002+07:00</published><updated>2010-04-03T18:36:16.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Wisata MICE Masih Potensial</title><content type='html'>&lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt;    &lt;br /&gt;&lt;div class="cover"&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvxkmkOp05I/AAAAAAAAABI/_af6R_6UzUc/s1600-h/Nia-Niscaya.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403304266660696978" src="http://2.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvxkmkOp05I/AAAAAAAAABI/_af6R_6UzUc/s320/Nia-Niscaya.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 225px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 176px;" /&gt;&lt;/a&gt;Direktur Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE) Depbudpar, Nia Niscaya mengatakan, kegiatan pertemuan, insentif, konferensi dan pameran (MICE) Indonesia tahun 2009 tumbuh positif sekitar dua persen dibanding tahun 2008. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Indonesia memiliki potensi insentif yang luar biasa dilihat dari potensi pariwisata," kata Direktur MICE Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Nia Niscaya di Denpasar, Rabu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada acara Lokakarya bertema "Bali MICE 2010", ia mengatakan, Indonesia tahun ini diperkirakan juga tetap tumbuh. Walau industri MICE dunia mengalami penurunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurutnya, krisis global yang telah meruntuhkan ekonomi dunia serta isu keamanan di Indonesia belum berakibat terhadap pembatalan agenda MICE di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hingga saat ini belum ada pembatalan agenda MICE akibat krisis dan isu keamanan tersebut," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikatakannya, Indonesia sebagai destinasi yang mulai diperhitungkan oleh pasar wisata MICE sebagai tujuan menarik. Sejumlah kegiatan besar dunia menjadi bukti kepercayaan masyarakat dunia untuk melakukan aktivitas MICE.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kendati tidak ada pembatalan, namun adanya pergeseran pasar dari kunjungan wisatawan jangka panjang menjadi kunjungan singkat," kata Nia Niscaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perubahan pasar ini mengakibatkan perubahan yang cukup signifikan terhadap lama tinggal tamu di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Perubahan pasar ini ternyata juga tidak mengakibatkan turunnya belanja tamu. Tahun 2008 belanja turis per orang hanya 1.000 dolar AS, tapi tahun ini justru naik menjadi 1.178 dolar AS per wisman," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketua Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia (INCCA/Indonesia Conference and Convention Association) Bali, Ida Bagus Surasana menyatakan, sejumlah pasar MICE yang masih prospek untuk digarap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Prospek MICE Eropa dan Amerika sampai saat ini masih tetap positif khususnya untuk insentif," kata Surasana. (ant/waa)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://erabaru.net/era-baru"&gt;&lt;span class="small"&gt;     Era Baru News&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-5733874847055927008?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/5733874847055927008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/wisata-mice-masih-potensial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5733874847055927008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5733874847055927008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/wisata-mice-masih-potensial.html' title='Wisata MICE Masih Potensial'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvxkmkOp05I/AAAAAAAAABI/_af6R_6UzUc/s72-c/Nia-Niscaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-3895632011568298256</id><published>2009-12-13T16:46:00.002+07:00</published><updated>2010-04-03T20:12:41.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Pengembangan industri MICE terkendala SDM</title><content type='html'>&lt;span class="post-author vcard"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SuzyyJgDSvI/AAAAAAAADEY/g0fWrUvehKY/s1600-h/employee-discount-program-image.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398956996668115698" src="http://2.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SuzyyJgDSvI/AAAAAAAADEY/g0fWrUvehKY/s320/employee-discount-program-image.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 202px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt;, Pertumbuhan industri meeting, incentive, convention &amp;amp; exhibition (MICE) di Indonesia terkendala sumber daya manusia (SDM) yang minim, sehingga pelaksanaan kegiatan masih terfokus di Jakarta dan Bali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Iqbal Alan Abdullah, Ketua Asosiasi Konggres dan Konvensi Indonesia (Indonesian Congress and Convention Association - Incca), mengatakan delapan daerah lain yang dicanangkan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menjadi tujuan utama pelaksanaan MICE masih terhambat minimnya SDM di industri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah kurang menyiapkan sumber daya manusia di luar Jakarta dan Bali. Pelaksanaan MICE belum menyebar rata," katanya kepada Bisnis baru-baru ini.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) pada tahun lalu menetapkan 10 daerah tujuan MICE di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menyebar pelaksanaan MICE di luar Jakarta dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua kota itu, delapan kota yang sudah punya fasilitas MICE standar nasional adalah Surabaya, Medan, Bandung, Batam, Yogyakarta, Padang, Makassar, dan Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kata Iqbal, upaya itu tidak dibarengi dengan SDM yang baik. Perusahaan jasa MICE di luar Jakarta dan Bali masih kekurangan tenaga yang andal, sehingga menghambat kreativitas kegiatan MICE di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir separuh dari 450 anggota Incca yang ada saat ini, berada di Jakarta   dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan pelaksanaan MICE tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas seperti hotel bintang lima, kapasitas ruang pertemuan, dan ruang konvensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDM yang menjadi pengelola MICE merupakan unsur penting yang tidak bisa diabaikan. Mereka dituntut untuk mahir membuat kegiatan yang sukses mulai dari mencari sponsor, memasarkan, hingga mengemas acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga yang dibutuhkan untuk pelaksanaan MICE berbeda dengan tenaga yang tersedia di hotel. Selama ini beberapa pelaksanaan MICE di daerah masih menggunakan SDM untuk sektor perhotelan dalam menggelar acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi SDM untuk MICE itu jangan disamakan dengan tenaga yang ada di   hotel," katanya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pola lama &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iqbal menambahkan keterbatasan SDM, infrastruktur, dan fasilitas, menyebabkan perusahaan pelaksanaan MICE di Indonesia masih menggunakan pola-pola lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan penyedia jasa MICE juga sulit mengembangkan kreativitas seperti yang dilakukan negara lain dengan menggelar acara di luar ruangan. Selain minimnya tempat yang representatif, keamanan dan cuaca yang tidak menentu menjadi faktor penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami kesulitan mengembangkan kreasi untuk membuat acara di luar hotel.   Di luar itu risikonya tinggi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, Indonesia mulai diperhitungkan oleh negara Asia lain karena mempunyai potensi sumber daya alam untuk mengembangkan industri MICE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam mulai memperhitungkan industri MICE di Indonesia karena mempunyai potensi tinggi untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika industri ini dikemas dengan baik dan didukung SDM yang terampil, banyak perusahaan asing yang melirik Indonesia sebagai tempat konvensi," tambahnya. (&lt;a href="http://kilasberita.com/"&gt;kilasberita.com&lt;/a&gt; ~ dtc)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-3895632011568298256?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/3895632011568298256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/pengembangan-industri-mice-terkendala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/3895632011568298256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/3895632011568298256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/pengembangan-industri-mice-terkendala.html' title='Pengembangan industri MICE terkendala SDM'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SuzyyJgDSvI/AAAAAAAADEY/g0fWrUvehKY/s72-c/employee-discount-program-image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-3289420107841985740</id><published>2009-12-13T11:03:00.003+07:00</published><updated>2010-04-03T18:37:08.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>VIY 2009, Konsentrasi Ke Wisata MICE</title><content type='html'>&lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt;    &lt;br /&gt;&lt;div class="cover"&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://erawisata.com/images/stories/mice/visit_indonesia_year/tki.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://erawisata.com/images/stories/mice/visit_indonesia_year/tki.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 226px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 267px;" /&gt;&lt;/a&gt;Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) melanjutkan program Visit Indonesia Year dan untuk tahun 2009 mengambil tema wisata MICE (Meeting Incentive Convension and Exhibition) dan wisata bahari. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekjen Depbudpar Wardiyatmo di Jakarta, Selasa menilai Depbudpar memilih wisata MICE dan wisata bahari sebagai VIY 2009 karena dua bidang wisata tersebut merupakan sektor wisata yang tidak terpengaruh dengan kondisi keamanan suatu negara. "Meeting itu tidak terpengaruh oleh suasana apapun," kata Wardiyatmo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan wisata bahari, katanya, merupakan wisata minat khusus dimana lokasi wisatanya berada di daerah yang sepi dan jauh dari keramaian.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dirjen Pemasaran Depbudpar, Sapta Nirwandar mengatakan program VIY 2009 MICE and Marine Tourism cukup kuat dan relevan mengingat tahun 2009 Indonesia akan melakukan pesta demokrasi (Pemilu) dan menjadi tuan rumah konferensi dunia World Ocean Conference (WOC) di Manado, Sulut. "Dua produk unggulan yaitu wisata bahari dan wisata konvensi menjadi primadona untuk meraih target 8 juta kunjungan wisman tahun 2009," kata Sapta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia (Indonesia Conference and Convention Association/ INCCA) mendukung keputusan pemerintah yang menetapkan VIY 2009 dengan tema wisata konvensi dan wisata bahari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hal itu (penyelenggaraan VIY 2009) sudah menjadi keputusan antara pemerintah dan industri pariwisata untuk melanjutkan VIY, karena kalau penyelenggaraaan VIY hanya sekali itu tidak efektif," kata Ketua Umum Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia (Indonesia Conference and Convention Association/ INCCA), Iqbal Allan Abdullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengatakan, untuk penyelenggaraan VIY pada tahun-tahun mendatang akan dibuat fokus dengan suatu tema yang dipilih agar menarik minat segmentasi pasar yang dituju tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai pemilihan VIY 2009 yang terfokus pada wisata konvensi, Iqbal mengatakan hal itu berdasarkan data profil wisman yang datang ke Indonesia sebanyak 40,1 persen bertujuan untuk MICE. "Dari data itu terlihat pasar MICE Indonesia besar dan peluang ke depan masih besar,'' katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, MICE merupakan sektor wisata yang tidak sensitif terhadap isu-isu yang mengganggu pariwisata pada umumnya, misalnya keamanan dan terorisme, karenan pada umumnya wisman dengan tujuan MICE datang karena tugas dari institusinya. "MICE dipilih karena pada 2009 ada pemilu dan pilpres yang rentan terhadap keamanan, dan industri wisata yang tidak sensitif terhadap itu adalah MICE," kata Ketua INCCA.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://erawisata.com/"&gt;erawisata.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-3289420107841985740?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/3289420107841985740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/viy-2009-konsentrasi-ke-wisata-mice.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/3289420107841985740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/3289420107841985740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/viy-2009-konsentrasi-ke-wisata-mice.html' title='VIY 2009, Konsentrasi Ke Wisata MICE'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-5544227001901558097</id><published>2009-12-11T02:38:00.007+07:00</published><updated>2010-04-03T18:37:38.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>MICE, Masa Depan Pariwisata Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.silkroadgroup.com/editor/assets/India/mice_tourism_india_index2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.silkroadgroup.com/editor/assets/India/mice_tourism_india_index2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 217px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 253px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 100%;"&gt;MICE menjadi tren dunia. Di   Indonesia tren ini lebih dipusatkan di Bali tepatnya di Nusa Dua, yang   seringkali menjadi tuan rumah konferensi internasional. Meskipun demikinan,   ada juga beberapa kota lainnya yang dijadikan prioritas untuk menggelar suatu   event seperti Batam dan Manado, kota dimana baru saja diselenggarakannya   konferensi laut dunia. Dengan keberagaman pemandangan alam dan budayanya,   Indonesia mampu menjadi magnet yang memikat bagi mereka yang ingin melakukan   perjalanan, yang lebih dikenal dengan istilah incentive.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Tren lainnya dalam industri MICE untuk wilayah Asia adalah banyaknya tempat   perjudian casino, misalnya Makau. Hal ini ikut membuktikan bahwa suatu   perjalanan dinas dapat sekaligus dikaitkan dengan kesenangan. Singapura   sendiri dalam waktu dekat ini akan membuka komplek perjudian casino dengan   pelbagai fasilitas penunjangnya. Tempat serupa dapat juga ditemukan di   Malaysia.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Di Indonesia sendiri Batam telah dilegalisasi sebagai kota yang menyediakan   permainan ketangkasan dan mampu menjaring wisatawan asing dari Singapura.   Sebenarnya di Jakarta pada era 1960an sudah pernah ada permainan sejenis   Casino yakni di Sarinah dan di Ancol. Permainan ketangkasan yang dikontrol oleh   pemerintah seperti ini bisa memberikan efek positif bagi perkembangan   industri MICE, yang justru tidak terpengaruh oleh krisis global keuangan. Hal   tersebut tampak nyata dengan jarangnya pameran dan pertemuan yang dibatalkan.   The show must go on! Pameran memang merupakan instrumen pemasaran yang   penting yang tidak bisa dilepaskan pada saat krisis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Menteri Pariwisata Jero Wacik menjelaskan kepada “Voice of Indonesia”:   “Industri MICE kebal terhadap gangguan-gangguan dan jarang sekali terpengaruh   dengan kenaikan harga minyak.” Maka, pariwisata MICE dapat menjadi alternatif   yang menjanjikan, bilamana pariwisata biasa anjlok karena resesi atau ancaman   teror. Jakarta Convention Centre (JCC) dan Jakarta International Expo (JI   Expo) pada kenyataannya justru melihat sinyal positif pada kalendar agendanya   dalam beberapa tahun ke depan. Sebagai contoh pameran tahunan Pekan Raya   Jakarta yang mampu menunjukkan kenaikan jumlah pengunjung sebesar 13%   dibanding tahun lalu. Sekitar 3,4 juta orang mengunjungi pameran retail   tersebut. Angka transaksi meningkat hingga sekitar 19% dengan nilai Rp. 2,5   Triliun (sekitar 172 juta Euro).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;JI Expo memiliki lahan pameran sekitar 100.000 m2 yang terbagi ke dalam 5   gedung dan lahan-lahan outdoor yang memadai untuk pameran berkelas internasional.   Selain provinsi DKI Jakarta, provinsi Sulawesi Utara juga telah mengambil   tindakan untuk memperbaiki infrastruktur untuk melancarkan Konferensi   Kelautan Dunia (WOC) di Manado pada bulan Mei 2009 lalu. Bandara Sam   Ratulangi direnovasi, gedung kongres Kawanua dibangun dan jalan penghubung   antara bandara dan hotel Grand Kawanua City diperluas hingga 7,7 km. Sebagian   pendapatan diperoleh dari investor perseorangan. Indroyono Soesilo,   sekretaris Komite Nasional WOC dalam konferensi persnya menjelaskan bahwa   “jumlah investasi perseorangan di bidang konferensi hampir mencapai Rp. 1,5   triliun”. Ini menunjukkan efek multiplikator yang dimiliki MICE. Usaha wisata   bisnis juga mampu membawa keuntungan di beberapa bidang lainnya seperti   konstruksi, hotel, usaha kuliner, penyediaan transportasi dan sejenisnya.   Peserta yang datang sudah barang tentu nantinya akan membawa devisa bagi   negara. Secara umum, menurut Ralph Scheunemann dari JI Expo, volume transaksi   yang terjadi di sekitar sebuah pameran dapat meraih keuntungan enam hingga   tujuh kali lipat dari pameran itu sendiri. Satu studi yang dilakukan oleh   Messe München membuktikan bahwa industri ini mampu meningkatkan efek-efek   positif seperti pada peningkatan produksi, bursa tenaga kerja dan pendapatan   pajak suatu daerah nantinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Direktorat MICE, Pelayan bagi   industri pameran dan pertemuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Indonesia menyadari potensi MICE   dan sedang berupaya untuk memaksimalkan potensi di bidang yang sedang booming   ini. Indonesia berharap mampu bersaing dengan beberapa negara besar   penyelenggara pusat pameran dan pertemuan di Asia seperti Singapura,   Hongkong, Makau dan Thailand. Karena itulah Departemen Kebudayaan dan   Pariwisata mendirikan Direktorat MICE sejak dua tahun lalu. MICE tergabung di   dalam Direktorat Umum Pemasaran dan berupaya mendorong dan mempromosikan   pariwisata bisnis di Indonesia. Hingga kini negara kepulauan ini memiliki 33   event internasional dan berada dalam urutan ke-11 di wilayah Asia di bawah   Singapura, Thailand dan Hongkong yang menempati posisi 5, 6 dan 10. Jepang   berada di peringkat teratas pada tahun 2008 dengan 247 event.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="font-family: verdana; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left; width: 100%;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 20.25pt;"&gt;&lt;td style="height: 20.25pt; padding: 0cm; width: 2%;" width="2%"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="height: 20.25pt; padding: 0cm; width: 26%;" width="26%"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="height: 20.25pt; padding: 0cm; width: 12%;" width="12%"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;2003&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="height: 20.25pt; padding: 0cm; width: 12%;" width="12%"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;2004&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="height: 20.25pt; padding: 0cm; width: 12%;" width="12%"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;2005&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="height: 20.25pt; padding: 0cm; width: 12%;" width="12%"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;2006&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="height: 20.25pt; padding: 0cm; width: 12%;" width="12%"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;2007&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="height: 20.25pt; padding: 0cm; width: 12%;" width="12%"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;2008&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  Japan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;189&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;180&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;197&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;194&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;215&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;247&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  China&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;76&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;202&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;203&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;189&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;195&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;223&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  Australia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;163&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;179&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;184&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;194&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;182&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  Singapore&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;85&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;132&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;124&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;141&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;120&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;169&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  Malaysia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;64&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;86&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;58&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;97&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;92&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;87&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  Thailand&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;91&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;101&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;93&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;84&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;92&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;95&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  Hong Kong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;41&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;89&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;98&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;66&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;72&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;66&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;38&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;31&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;36&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;33&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  Philippines&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;34&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;23&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;38&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;35&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  Vietnam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;19&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;19&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;22&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  Macao&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;Direktorat MICE akan berperan sebagai negosiator hingga ke mancanegara,   berperan aktif dalam pelbagai informasi internasional dan mempromosikan   Indonesia secara intensif pada pameran-pameran di pelbagai tempat, misalnya   pada konferensi iklim dunia di Bali. Direktorat ini juga menyediakan beberapa   layanan bantuan lainnya seperti berperan sebagai mediator dengan   kontak-kontak lainnya, mengelola kedatangan tamu, program pendampingan,   perjalanan bagi peserta kongres, mengemas program budaya bahkan hingga   pengadaan suvenir. Direktorat ini juga menyediakan sebuah Help Desk pada   beberapa acara dan bertindak sebagai koordinator dengan instansi pemerintah   yang terkait.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Meskipun demikian ada beberapa kendala dalam pelaksanaanya, seperti   permohonan visa bagi peserta pameran dan pertemuan mancanegara. Saat ini baru   sebelas negara saja yang mendapatkan kebebasan visa. Sedangkan peserta asing   lainnya harus mengurus visa untuk masuk ke Indonesia. Hongkong sendiri   misalnya telah memberikan kebebasan visa bagi 170 negara. Visa-free policy   seperti ini telah direncanakan di Depbudpar, tetapi sampai sekarang mengalami   penolakan dari pihak imigrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dibutuhkan koordinasi dan dukungan&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;Penyelenggara MICE kerap kecewa   a&lt;/span&gt;tas minimnya koordinasi dan tanggungajawab yang diberikan, sehingga   mengganggu kelancaran bisnis sehari-hari mereka. Industri pameran merupakan   tanggungjawab Departemen Perdagangan, sedangkan pertemuan, perjalanan   incentive dan kongres menjadi tanggungjawab Depbudpar. Departemen Perdagangan   bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia ASPERAPI, sedangkan   Depbudpar bekerjasama dengan INCCA (Indonesian Congress and Convention   Association).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Peraturan perundang-undangan sepertinya tidak mendukung industri MICE.   Ekspor-impor perlengkapan pameran misalnya membutuhkan ijin yang rumit untuk   didapatkan dan adanya beban peraturan pajak. “Pemerintah mendukung kami,   namun belum 100% penuh. Kami dapat dibantu dengan kemudahan ijin misalnya“,   demikian ditegaskan Edwin Sulaeman dan Yogi Wirawan dari JCC.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menteri Pariwisata Jero Wacik ingin mempromosikan sektor ini secara lebih   intensif lagi dan lebih mengembangkan potensi-potensi Indonesia di bidang   MICE. Untuk tujuan tersebut, infrastruktur seperti bandara, gedung kongres   dan hotel-hotel harus ditingkatkan. Karena fasilitas yang tersedia dengan   lahan berkapasitas hingga maksimal 4,000 m2 tidak memadai untuk acara-acara   bertaraf internasional. Menurut JCC, industri ini mengalami kemunduran sejak   tahun 1990an, di mana pada saat itu Indonesia memiliki lahan terbesar di Asia   Tenggara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Untuk itu perlu adanya kebijakan yang mendukung industri MICE dan memajukan   investasi, sehingga perlengkapan dan infrastruktur yang tersedia dan juga   ketrampilan individu dapat ditingkatkan. Citra sebagai penyedia jasa yang   baik akan menjadi aspek yang akan dipilh dalam menentukan tempat pertemuan.   Perusahaan seperti JCC dan JI Expo bekerjasama erat dengan beberapa hotel dan   mendukung pelanggannya dengan organisasi yang lancar. Standar keterampilan   menurut Ralph Scheunemann sudah mencukupi. Begitu juga dengan adanya jenjang   pendidikan S1 yang diadakan di Universitas Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tuntutan selanjutnya bagi industri MICE adalah adanya dukungan kepada   pemerintah lokal. Misalnya pada proyek-proyek yang memerlukan biaya besar,   Direktorat MICE berupaya untuk menanggung beban biaya melalui Co-Sponsoring   atau Co-Marketing bersama pemerintah lokal, jelas Wakil Direktur Martini   Paham. Hal ini pernah terjadi pada perhelatan Konferensi Iklim Dunia di   Manado bulan Mei 2009 lalu misalnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kerjasama dengan maskapai penerbangan juga masih dipertimbangkan. Di Malaysia   contohnya sudah menyediakan layanan one-stop shopping. Malaysia Airlines   telah mengemas satu paket yang terdiri dari penerbangan, akomodasi dan   beberapa layanan penting lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;      Berita peledakan bom tidak   mempengaruhi usaha MICE    Aksi teror yang terjadi di hotel   Ritz-Carlton dan JW Marriott pada tanggal 17 Juli 2009 lalu ternyata hanya   membawa sedikit sekali efek bagi usaha MICE. Merujuk pernyataan dari JCC, JI   Expo dan PAMERINDO serta direktorat MICE bahwa tidak ada pembatalan yang berarti   sampai saat ini. Seperti terlihat pada peserta pameran dari Australia, New   Zealand dan beberapa negara lainnya, yang meskipun pemerintahnya telah   mengeluarkan larangan perjalanan ke Indonesia pasca ledakan, tapi mereka   tetap tidak membatalkan keiikutsertaannya. Bagaimanapun juga Indonesia harus   mampu mengambil tindakan-tindakan keamanan agar bagi mereka yang ingin   melakukan perjalanan ke Indonesia tidak perlu merasa ragu lagi. Melalui   pembangunan infrastruktur dan peningkatan mutu kompetensi dalam hal manajemen   event yang terus menerus, Indonesia akan mampu meningkatkan pangsa pasarnya   di bidang pariwisata yang kian menjanjikan ini. Efek-efek multiplikator yang   terkait akan menjadi stimulus yang baik bagi pasar Indonesia dan meningkatkan   pendapatan rakyat Indonesia nantinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: verdana; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: verdana; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: verdana; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sumber: AHK ~ &lt;a href="http://indonesien.ahk.de/index.php?id=547&amp;amp;L=26"&gt;German Indonesia Chamber Of Industries and Commerce&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: verdana; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 100%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-5544227001901558097?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/5544227001901558097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/mice-masa-depan-pariwisata-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5544227001901558097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5544227001901558097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/mice-masa-depan-pariwisata-indonesia.html' title='MICE, Masa Depan Pariwisata Indonesia'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-9195767955896738470</id><published>2009-11-16T02:36:00.006+07:00</published><updated>2010-04-03T18:38:14.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Gedung Konvensi Jabar Akan Segera Dibangun?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SvU-hj0d5BI/AAAAAAAADG0/fhWErzuIoOI/s1600-h/c_004_l1111.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401292074372686866" src="http://3.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SvU-hj0d5BI/AAAAAAAADG0/fhWErzuIoOI/s400/c_004_l1111.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 380px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 600px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf mengatakan pemerintah provinsi akan membangun gedung konvensi bertaraf internasional untuk menangkap berbagai peluang untuk peningkatan ekonomi, dari penyelenggaraan pameran.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Selama ini berbagai event besar selalu diadakan di Jakarta atau di Bali. Bisa dikatakan hampir tidak pernah diselenggarakan di Bandung. Ini karena Bandung tidak memiliki gedung konvensi yang memadai untuk kegiatan besar," katanya, dalam sambutan pembukaan acara Rakernas I Asperapi (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia), di Savoy Homann Bidakara, Bandung, Kamis (19/3).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Wagub mengatakan rencana pembuatan gedung tersebut, saat ini masih dalam tahap perencanaan awal. Pihaknya masih mencari-cari lahan mana yang cocok untuk itu karena selain harus memiliki luas yang cukup juga harus memperhatikan kemudahan aksesnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Kemungkinan yang baru ada di Padalarang karena selain lahannya relatif masih luas, juga dekat dengan jalan tol Cipularang," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sementara itu, Ketua Asperapi Jabar, Deni Drimawan mengatakan ketiadaan gedung konvensi bertaraf internasional, membuat Bandung tidak pernah mendapat keuntungan ekonomis dari berbagai penyelenggaraan acara-acara besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Padahal, keberadaan gedung konvensi bisa memberikan multiplier effect yang signifikan untuk perekonomian lokal. Karena itu pula kota semacam Makassar saja, sudah memilki gedung konvensi bertaraf internasional," katanya. (A-135)***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php"&gt;Pikiran Rakyat Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-9195767955896738470?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/9195767955896738470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/11/gedung-konvensi-jabar-akan-segera.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/9195767955896738470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/9195767955896738470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/11/gedung-konvensi-jabar-akan-segera.html' title='Gedung Konvensi Jabar Akan Segera Dibangun?'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SvU-hj0d5BI/AAAAAAAADG0/fhWErzuIoOI/s72-c/c_004_l1111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-310122311639369428</id><published>2009-10-25T11:23:00.007+07:00</published><updated>2010-04-03T18:39:14.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Mengembalikan Kejayaan Jalan Braga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://farm3.static.flickr.com/2105/2336540935_46c1663291.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://farm3.static.flickr.com/2105/2336540935_46c1663291.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 380px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 279px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a href="http://drimawan.blogspot.com/2009/12/jalan-braga-bandung.html"&gt;Menyusuri Jalan Braga &lt;/a&gt;di Kota Bandung, Jawa Barat, serupa dengan perjalanan ziarah ke zaman kejayaan pemerintah kolonial Belanda tempo dulu. Dihiasi bangunan-bangunan kuno berarsitektur art deco, jalan yang namanya sama dengan sebuah kota di utara Portugal itu merupakan daerah konservasi budaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Di masa lalu, Jalan Braga merupakan pusat perniagaan modern yang hanya menjajakan barang-barang berkelas pada zamannya. Semula, jalan ini bernama Jalan Pedati dengan lebar sekitar 10 meter.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Konon, pembuatan jalan ini terkait dengan pembangunan Jalan Anyer - Panarukan oleh Daendels pada tahun 1808-1811 dan Politik Tanam Paksa tahun 1830-1870. Jalan ini menghubungkan Jalan Raya Pos dengan gudang kopi milik Andries de Wilde yang sekarang menjadi Balaikota Bandung.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1856, saat Bandung menjadi ibu kota Karesidenan Priangan, beberapa hunian warga Eropa dibangun di sepanjang jalan yang masih terbuat dari tanah tersebut. Sementara itu, perumahan lainnya masih beratapkan ijuk, rumbia, atau ilalang. Hingga tahun 1874, hanya terdapat enam hingga tujuh rumah dari batu di Jalan Braga.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Tahun 1882 seiring dengan pendirian Tonil Braga, jalan diperkeras dengan batu kali dan digunakannya lampu minyak sebagai penerang jalan. Ketika jalur kereta api Batavia-Bandung dibangun pada tahun 1884, ujung Jalan Braga yang terletak dekat pusat kota telah berkembang pesat, sedangkan bagian utaranya masih berupa hutan karet.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Perkembangan jalan ini dipicu oleh toko kelontong De Vries. Toko yang menjual kebutuhan sehari-hari ini banyak dikunjungi petani Priangan keturunan Belanda yang kaya raya (Priangan planters). Keramaian De Vries membuat kawasan di sekitarnya ikut berkembang sehingga berdiri hotel, restoran, bioskop, dan bank. Akhirnya, Jalan Braga berkembang menjadi daerah pertokoan terkemuka di seluruh Hindia Belanda.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Tahun 1900, penggal Jalan Gereja dan Jalan Braga mulai diaspal. Jalan Braga pun menjadi daerah dengan pembangunan yang pesat. Karena itu, pada tahun 1906 dibuat peraturan tentang standar bangunan toko di Jalan Braga, seperti tipe bangunan gaya barat yang semula terbuka diubah menjadi bangunan perdagangan tertutup. Bentuknya bervariasi, mulai dari langgam klasik hingga arsitektur modern.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Modernisasi Jalan Braga dilakukan tahun 1920-1930 dan menjadikannya sebagai pertokoan eksklusif. Seiring dengan terjadinya Perang Dunia II tahun 1942, pamor Jalan Braga mengalami kemerosotan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Menjelang Konferensi Asia Afrika tahun 1955, bangunan-bangunan di Jalan Braga dipercantik. Kemeriahan Jalan Braga pun hidup kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Namun, citra Jalan Braga surut kembali sekitar tahun 1960, bersamaan dengan pembangunan kembali sebuah toko dengan bentuk yang berbeda. Akibatnya, wajah Jalan Braga mulai berubah secara perlahan. Reklame mulai bermunculan menutupi bangunan-bangunan yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Kerusakan bertambah parah ketika kesepakatan untuk tidak membangun gedung-gedung lebih dari dua lantai dilanggar. Dengan alasan pembangunan, gedung-gedung lama dibongkar dan dibangun tanpa ada aturan. Kondisi Braga pun makin semrawut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Saat ini hanya sekitar 50 persen bangunan yang masih menjaga bentuk aslinya dengan gaya arsitektur art deco yang berjaya di awal abad ke-20. Sisanya, telah berubah menjadi bangunan modern dan bangunan tak terawat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Denyut perniagaan di Jalan Braga sebenarnya masih terasa dengan berdirinya sejumlah toko dan gedung perkantoran.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;KINI, Jalan Braga yang kesohor itu tinggal kenangan. Dari sekitar 78 toko yang ada, tinggal 60 persen yang masih beroperasi dan sisanya terabaikan. Menurut penasihat (advisor) proyek Braga City Walk (BCW), Harry S Soedarsono, dari 60 persen itu, 70 persen berupa bisnis ritel dan 30 persen nonritel, seperti percetakan dan bengkel. Padahal, sejak dulu daerah Braga diperuntukkan hanya untuk bisnis ritel.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Agar kawasan Braga dapat kembali berdetak, sebuah pengembang swasta menjalankan proyek BCW. Dalam proyek itu, Jalan Braga akan dikembalikan pada kejayaannya sebagai pusat kegiatan perniagaan masyarakat Bandung.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Menurut pihak pengembang PT Bangun Mitra Mandiri (BMM), revitalisasi kawasan Braga tidak dapat dilakukan secara parsial. Proses penghidupan kembali Braga memerlukan konsep integral yang melibatkan keseluruhan kawasan, tanpa menghilangkan gaya arsitektur kuno bangunan-bangunannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Jadi, proses revitalisasi Jalan Braga tidak bisa dilakukan dengan renovasi bangunan sendiri-sendiri, melainkan harus lewat konsep kawasan,” kata Harry.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Keterlibatan pengembang, dalam hal ini PT BMM, diyakini akan dapat menghidupkan kembali kawasan bersejarah Braga. Harapan itu, menurut Harry, cukup beralasan karena keberadaan sebuah bangunan dengan 18 lantai yang dilengkapi menara akan menarik banyak pengunjung. Dengan demikian, bangunan-bangunan mati di sepanjang Jalan Braga akan hidup kembali dengan sendirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Namun, proses revitalisasi itu bergantung pada mekanisme pasar. Maksudnya, keterlibatan pengembang hanya sampai pada menyediakan “gula bagi semut”. Begitu BCW dibangun, para pemilik modal diharapkan secara otomatis akan mau berinvestasi di Jalan Braga.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, pemilik toko kerajinan tangan di Jalan Braga yang sekaligus Ketua Paguyuban Braga, David B Soediono, justru khawatir. Pembangunan BCW, katanya, berpotensi mematikan toko-toko di sepanjang jalan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Memang pihak pengembang mengatakan, kalau kami akan saling menguntungkan, menjadi komplementerlah. Tetapi, siapa yang bisa menjamin itu untuk seterusnya. Jadi, pemerintah yang harus turut terlibat agar toko-toko di sini tidak mati,” kata David yang telah tinggal di Jalan Braga sejak 39 tahun silam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, Paguyuban Braga akan menolak keras rencana pembangunan BCW kalau lahan parkir pertokoan dikurangi. Hal itu berkaitan dengan rencana pelebaran trotoar Jalan Braga yang pada akhirnya mempersempit jalan aspal yang selama ini menjadi tempat parkir pengunjung.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Walaupun pengembang menyediakan tempat parkir, tetapi kita tahu karakter pembeli Indonesia. Mereka akan malas berjalan jauh ke pertokoan Jalan Braga. Kalau itu terjadi, toko akan mati perlahan-lahan,” ujar David.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Hingga kini pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan BCW masih dalam proses dan diperkirakan akan selesai satu hingga dua bulan mendatang. Sementara itu, peletakan batu pertama direncanakan pada bulan Juni 2004.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;PEMBANGUNAN BCW ini juga menuai kecaman dari para pemerhati dan pelestari budaya. BCW yang terdiri atas hotel, apartemen, dan pertokoan ritel ini dianggap akan semakin merusak citra Jalan Braga sebagai daerah konservasi budaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Maksud dan tujuan pembangunan BCW baik, tetapi harus dilihat faktor- faktor lain yang dapat membangkitkan gairah perdagangan di sana,” kata Ketua Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (Bandung Heritage) Harastoeti DH.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Menurut dia, BCW seharusnya hanya dikembangkan sebagai apartemen dan hotel tanpa membangun pertokoan ritel. Lebih baik, para penghuni apartemen dan hotel berbelanja di Jalan Braga sehingga toko yang telah ada dapat kembali hidup. Pembangunan pusat perbelanjaan di BCW dikhawatirkan akan semakin mengurangi intensitas dan jumlah perdagangan di toko-toko yang telah ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Secara estetik, pembangunan apartemen dan hotel yang tinggi ini dikhawatirkan akan merusak karakter bangunan yang telah ada. Selama ini ciri bangunan di Jalan Braga adalah bangunan rendah. Pembangunan BCW harus dikompromikan dan mampu bersandingan dengan bangunan-bangunan bersejarah yang telah ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Kami tidak antipembangunan, tetapi jangan sampai pembangunan bangunan baru merusak bangunan yang telah ada. Pembangunan harus dilakukan secara kontekstual sehingga mampu meningkatkan kualitas kota,” kata Harastoeti.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;RENCANA pembangunan BCW tidak hanya mengundang reaksi dari para pemilik toko, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Yanti (37), warga RT 06 RW 04, menuturkan kegelisahannya sehubungan dengan akan berdirinya gedung pertokoan yang merangkap hotel dan apartemen setinggi 18 lantai itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Kami, warga yang rumahnya langsung berbatasan dengan gedung, tentu akan terganggu. Karena, rumah kami akan tertutup bayangan sehingga tidak mendapat sinar Matahari. Kan itu enggak bagus untuk kesehatan, apalagi untuk anak- anak,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Begitu pula yang dikatakan Haji Ahri Solehudin (62), seorang tokoh masyarakat. Ia mengeluhkan tidak adanya pihak pengembang yang bersedia berdialog dengan warga. Padahal, menurut dia, baru membangun sumur untuk proyek saja sudah cukup bising hingga mengganggu ketenteraman warga.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Pihak pengembang sudah mematok bahwa pembangunan Braga Citywalk akan diselesaikan sebagian bertepatan dengan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika, Mei 2005. Sisanya baru akan selesai pada akhir tahun yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Namun, Sekretaris Kota Bandung Maman Suparman menyatakan, hingga saat ini masalah pembangunan BCW masih dalam penggodokan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah di bawah koordinasi Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Bandung. Beberapa hal yang masih dikaji di antaranya menyangkut masalah perizinan serta analisis mengenai dampak lingkungannya. (K11/k12) &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Sumber: Kompas, Kamis, 06 Mei 2004 &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Baca juga:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://drimawan.blogspot.com/2009/12/jalan-braga-bandung.html"&gt;Jalan Braga, Bandung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://drimawan.blogspot.com/2009/10/jalan-braga-hidup-segan-mati-tak-mau.html"&gt;Jalan Braga, Hidup Segan Mati Tak Mau&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-310122311639369428?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/310122311639369428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/mengembalikan-kejayaan-jalan-braga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/310122311639369428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/310122311639369428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/mengembalikan-kejayaan-jalan-braga.html' title='Mengembalikan Kejayaan Jalan Braga'/><author><name>Bang Nonki</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SwmyNGKq0FI/AAAAAAAADQA/4UsouNklqDg/S220/thumb-ns.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm3.static.flickr.com/2105/2336540935_46c1663291_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-6639156539465044491</id><published>2009-10-25T10:54:00.005+07:00</published><updated>2010-04-03T18:39:43.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Jalan Braga, Hidup Segan Mati Tak Mau</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://farm3.static.flickr.com/2222/2337424852_5521a714fe.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://farm3.static.flickr.com/2222/2337424852_5521a714fe.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 359px; margin: 0pt 10px 0px 0pt; width: 270px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jalan Braga di pusat Kota Bandung, Jawa Barat, pernah dianalogikan dengan catwalk, papan tempat para model berlenggak-lenggok. Dulu, jalan itu memang trendsetter. Mau melihat pakaian yang sedang tren, lihatlah sandang yang dikenakan kaum muda yang hilir-mudik di Jl Braga. Tapi, semua itu seolah tinggal kenangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Saat ini, Braga seperti hidup segan, mati tak mau. Toko-tokonya masih buka, tapi dalam kondisi sekarat. Siang hari di Braga kini lengang. Jangankan warga Bandung, warga Jakarta yang setiap akhir pekan berbondong-bondong ke Parijs Van Java, seolah tak melirik Braga kendati lokasinya tak jauh dari Alun-alun kota Bandung ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Pekan lalu, Republika mendatangi beberapa toko di Jl Braga. Saat itu pukul 11.00 WIB, saat yang seharusnya sedang ramai. Tapi, toko-toko di sana malah menutup pintu. Di sebuah toko di Jl Braga No 88, Republika mencoba memencet bel yang berada di samping rolling door. Tak lama kemudian, terdengar langkah bergegas pemilik toko. Sedikit basa-basi, pemilik toko mempersilakan masuk. Sejumlah porselen yang biasa dijadikan suvenir, masih berjejer di etalase. Tapi, pemiliknya mengatakan toko tersebut sudah tutup.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Di sepanjang Jl. Braga yang sekitar setengah kilometer itu, ada 120 bangunan. Tapi, hanya beberapa rumah makan dan kantor saja yang buka. ''Dari 120 bangunan, 45 persen di antaranya sudah mati,'' keluh tokoh masyarakat Braga, David B Soediono, Senin (31/12). Sebanyak 55 persen bangunan di Braga, yang sampai saat ini terlihat masih menjalankan aktivitas, dipakai untuk kantor, bank, toko mebel, dan tempat hiburan malam. Jumlah jam bukanya pun semakin irit. Jika terus seperti itu, David memprediksi lama-lama kantor, bank, dan toko-toko itu akan tutup atau hengkang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Kompleks terkemuka Braga, &lt;a href="http://drimawan.blogspot.com/2009/12/jalan-braga-bandung.html"&gt;dulu adalah magnet.&lt;/a&gt; Seperti ditulis Haryoto Kunto dalam bukunya Wajah Bandoeng Tempo Doeloe, Braga pernah dijuluki sebagai De Meest Europeesche Winkelstraat Van Indie Kompleks Pertokoan Eropa Paling Terkemuka di Hindia. Elegan dan bergengsi. Sejak dulu Braga ramai sebagai tempat jual-beli gaun-gaun mode terbaru, termasuk keluaran Paris yang sedang in. Toko-toko yang pernah bersaing menggoda para noni Belanda, antara lain, Onderling Belang (OB), Modemagazijn 'Au Bon Marche', Modiste, dan Kleermarker.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Braga juga pernah dijejeri etalase arloji, berlian, sedan, hingga senjata api. Presiden RI pertama, Soekarno, termasuk yang menggandrungi sandang di Braga. Braga juga pernah menjadi tempat makan enak di Bandung. Sejumlah restoran terkenal pernah berdiri di sana. Tapi, semua itu seolah tinggal kenangan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, dinilai seperti tak punya visi dalam menangani Braga. David menilai, sampai saat ini Braga tak jelas akan dijadikan sebagai kawasan apa. ''Seharusnya dibuat spesifik,'' katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Bila memang ingin dijadikan sebagai tempat wisata, David mengatakan mestinya daerah itu ditata untuk menyesuaikan diri. Misalnya, bangunan-bangunan di Braga diarahkan menjadi tempat penjualan cenderamata, tempat hiburan, dan tempat makan-makan. Tapi, sekarang semua tumpang-tindih.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Di tengah ketidakjelasan itu, aktivitas lain yang tidak elegan, berdenyut di Braga. Pada malam hari, Braga berubah menjadi 'kandang ayam'. Banyak perempuan malam yang menjajakan diri di sana. ''Sekarang ada pameo, kalau punya anak cantik dan muda, jangan dibiarkan jalan-jalan ke Braga. Nanti dibeli,'' ujar David yang juga aktivis Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung, ini, kesal.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Malah bikin sepi Sejauh ini, Pemkot Bandung telah melakukan penataan di Braga. Antara lain, pelebaran trotoar pada 2004-2005, menjelang peringatan Konferensi Asia-Afrika 2005. Trotoar itu diisi aneka bunga, tapi wisatawan yang diharapkan, tetap ogah berkunjung. Braga tetap sepi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Penataan yang menelan miliaran rupiah dana APBD Kota Bandung itu, tak urung menuai kritik pedas. Pasalnya, pelebaran trotoar membuat Braga kehilangan tempat parkir. Padahal, selama ini, mobil-mobil yang mengunjungi Braga biasa parkir di kiri-kanan jalan. Bila tempat parkir tak ada, David menilai, mana mungkin pengunjung akan membludak? Seolah kehabisan akal untuk menghidupkan lagi Braga, pada akhir 2004, Pemkot Bandung mengeluarkan izin pendirian sebuah mal &lt;a href="http://drimawan.blogspot.com/2009/10/mengembalikan-kejayaan-jalan-braga.html"&gt;Braga City Walk &lt;/a&gt;(BCW). Ongkosnya cukup besar, Pemkot memberi lampu hijau penghancuran toko dan bengkel Mercedes tertua di Hindia, tempat orang-orang Indonesia di masa lalu belajar otomotif. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Tapi, semua ongkos besar itu tak membuat Braga semakin ramai. Braga tetap sepi. Bahkan, Festival Braga ketiga yang digelar 29-31 Desember 2007 lalu, merupakan yang tersepi. Bila dua Festival Braga sebelumnya dihadiri puluhan ribu orang, festival ketiga yang bertema Mabaraga hanya dihadiri ribuan orang. Sudah tamatkah riwayat Braga, atau semua ini hanya karena salah urus?  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=318793" style="font-family: verdana;"&gt;Koran Republika Online&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://drimawan.blogspot.com/2009/12/jalan-braga-bandung.html"&gt;Jalan Braga, Bandung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://drimawan.blogspot.com/2009/10/mengembalikan-kejayaan-jalan-braga.html"&gt;Mengembalikan Kejayaan Jalan Braga&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-6639156539465044491?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/6639156539465044491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/jalan-braga-hidup-segan-mati-tak-mau.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6639156539465044491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6639156539465044491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/jalan-braga-hidup-segan-mati-tak-mau.html' title='Jalan Braga, Hidup Segan Mati Tak Mau'/><author><name>Bang Nonki</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_dxgDrtE97T4/SwmyNGKq0FI/AAAAAAAADQA/4UsouNklqDg/S220/thumb-ns.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm3.static.flickr.com/2222/2337424852_5521a714fe_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-527365679090343644</id><published>2009-10-15T20:01:00.002+07:00</published><updated>2010-04-03T18:40:09.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>Young Entrepreneur</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyeJMg7T3HI/AAAAAAAAACI/-jAgc9CtVVo/s1600-h/People_Children_A_small_businessman___Children_012772_.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415447925026446450" src="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyeJMg7T3HI/AAAAAAAAACI/-jAgc9CtVVo/s400/People_Children_A_small_businessman___Children_012772_.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I write Entrepreneur.com ‘s Young Entrepreneur column because I believe there are far too few resources directly addressing the nonacademic trials and tribulations young entrepreneurs face along their journey. Whenever possible, I encourage up-and-comers and established entrepreneurs to mentor the next generation of dream-seekers; for it is this insight and insider education that will provide the foundation for the entrepreneurs of tomorrow. With that, here are 10 pieces of advice that I wish someone had given to me before I launched my first venture. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Focus. Focus. Focus.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Many first-time entrepreneurs feel the need to jump at every “opportunity” they come across. Opportunities are often wolves in sheep’s clothing. Avoid getting side-tracked. Juggling multiple ventures will spread you thin and limit both your effectiveness and productivity. Do one thing perfectly, not 10 things poorly. If you feel the need to jump onto another project, that might mean something about your original concept.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Know what you do. Do what you know.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Don’t start a business simply because it seems sexy or boasts large hypothetical profit margins and returns. Do what you love. Businesses built around your strengths and talents will have a greater chance of success. It’s not only important to create a profitable business, it’s also important that you’re happy managing and growing it day in and day out. If your heart isn’t in it, you will not be successful.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Say it in 30 seconds or don’t say it at all.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;From a chance encounter with an investor to a curious customer, always be ready to pitch your business. State your mission, service and goals in a clear and concise manner. Fit the pitch to the person. Less is always more.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Know what you know, what you don’t know and who knows what you don’t.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;No one knows everything, so don’t come off as a know-it-all. Surround yourself with advisors and mentors who will nurture you to become a better leader and businessman. Find successful, knowledgeable individuals with whom you share common interests and mutual business goals that see value in working with you for the long-term.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Act like a startup.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Forget about fancy offices, fast cars and fat expense accounts. Your wallet is your company’s life-blood. Practice and perfect the art of being frugal. Watch every dollar and triple-check every expense. Maintain a low overhead and manage your cash flow effectively.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Learn under fire.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;No business book or business plan can predict the future or fully prepare you to become a successful entrepreneur. There is no such thing as the perfect plan. There is no perfect road or one less traveled. Never jump right into a new business without any thought or planning, but don’t spend months or years waiting to execute. You will become a well-rounded entrepreneur when tested under fire. The most important thing you can do is learn from your mistakes--and never make the same mistake twice.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;No one will give you money.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;There, I said it. No one will invest in you. If you need large sums of capital to launch your venture, go back to the drawing board. Find a starting point instead of an end point. Scale down pricey plans and grandiose expenditures. Simplify the idea until it's manageable as an early stage venture. Find ways to prove your business model on a shoestring budget. Demonstrate your worth before seeking investment. If your concept is successful, your chances of raising capital from investors will dramatically improve.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Be healthy.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;No, I'm not your mother. However, I promise that you will be much more productive when you take better care of yourself. Entrepreneurship is a lifestyle, not a 9-to-5 profession. Working to the point of exhaustion will burn you out and make you less productive. Don't make excuses. Eat right, exercise and find time for yourself.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Don’t fall victim to your own B.S.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Don’t talk the talk unless you can walk the walk. Impress with action not conversation. Endorse your business enthusiastically, yet tastefully. Avoid exaggerating truths and touting far reaching goals as certainties. In short, put up or shut up.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Know when to call it quits.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Contrary to popular belief, a smart captain does not go down with the ship. Don’t go on a fool’s errand for the sake of ego. Know when it’s time to walk away. If your idea doesn’t pan out, reflect on what went wrong and the mistakes that were made. Assess what you would have done differently. Determine how you will utilize these hard-learned lessons to better yourself and your future entrepreneurial endeavors. Failure is inevitable, but a true entrepreneur will prevail over adversity.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="IntelliTXT" name="intelliTxt"&gt;&lt;span id="IntelliTXT" name="intelliTxt"&gt;&lt;span id="IntelliTXT" name="intelliTxt"&gt;&lt;i&gt;Are you a young entrepreneur with a unique venture? Email us about it at &lt;/i&gt;&lt;a href="mailto:youngentrepreneurcolumn@gmail.com"&gt;&lt;i&gt;youngentrepreneurcolumn@gmail.com&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="optspots"&gt;&lt;i&gt;Scott D. Gerber is Entrepreneur.com's Young Entrepreneur columnist and CEO of Gerber Entertainment, a brand development and venture management company that specializes in the entertainment, Internet, media and marketing industries. For information on speaking engagements, media appearances or Gerber Entertainment's portfolio of businesses visit &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.gerberentertainment.com/" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;www.GerberEntertainment.com&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;. &lt;span lang="EN"&gt;&lt;i&gt;Follow Scott Gerber on Twitter &lt;/i&gt;&lt;a href="http://twitter.com/yngentrepreneur" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;@yngentrepreneur&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="optspots"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="optspots"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;By &lt;a href="http://www.entrepreneur.com/columnists/scottgerber/archive201310.html"&gt;Scott Gerber    &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-527365679090343644?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/527365679090343644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/young-entrepreneur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/527365679090343644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/527365679090343644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/young-entrepreneur.html' title='Young Entrepreneur'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyeJMg7T3HI/AAAAAAAAACI/-jAgc9CtVVo/s72-c/People_Children_A_small_businessman___Children_012772_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-4064894954814793675</id><published>2009-10-15T19:37:00.003+07:00</published><updated>2010-04-03T18:40:49.483+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>Successful Entrepreneur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;This article has been excerpted from the&lt;/i&gt; &lt;a href="http://www.entrepreneurpress.com/cgi-bin/books/00058.html" target="_blank"&gt;U&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.entrepreneurpress.com/cgi-bin/books/00058.html" target="_blank"&gt;ltimate Home Based Business Handbook&lt;/a&gt;&lt;i&gt;, by James Stephenson, available from &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.entrepreneurpress.com/" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;Entrepreneur Press&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyeDu63qfEI/AAAAAAAAACA/btxDH2ljDM0/s1600-h/rs05_0266666.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415441919036259394" src="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyeDu63qfEI/AAAAAAAAACA/btxDH2ljDM0/s400/rs05_0266666.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 280px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;Regardless of your definition of success, there are, oddly enough, a great number of common characteristics that are shared by successful businesspeople. You can place a check beside each characteristic that you feel that you possess. This way, you can see how you stack up. Even if you don't have all of these characteristics, don't fret. Most can be learned with practice and by developing a winning attitude, especially if you set goals and apply yourself, through strategic planning, to reach those goals in incremental and measurable stages.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-size: 130%;"&gt;The Home Business Musts&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Like any activity you pursue, there are certain musts that are required to be successful in a chosen activity. To legally operate a vehicle on public roadways, one must have a driver's license; to excel in sports, one must train and practice; to retire comfortably, one must become an informed investor and actively invest for retirement. If your goal is success in business, then the formula is no different. There are certain musts that have to be fully developed, implemented and managed for your business to succeed. There are many business musts, but this article contains I believe to be some of the more important musts that are required to start, operate and grow a profitable home business.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Do what you enjoy.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;What you get out of your business in the form of personal satisfaction, financial gain, stability and enjoyment will be the sum of what you put into your business. So if you don't enjoy what you're doing, in all likelihood it's safe to assume that will be reflected in the success of your business--or subsequent lack of success. In fact, if you don't enjoy what you're doing, chances are you won't succeed.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Take what you do seriously.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;You cannot expect to be effective and successful in business unless you truly believe in your business and in the goods and services that you sell. Far too many home business owners fail to take their own businesses seriously enough, getting easily sidetracked and not staying motivated and keeping their noses to the grindstone. They also fall prey to naysayers who don't take them seriously because they don't work from an office building, office park, storefront, or factory. Little do these skeptics, who rain on the home business owner's parade, know is that the number of people working from home, and making very good annual incomes, has grown by leaps and bounds in recent years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Plan everything.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Planning every aspect of your home business is not only a must, but also builds habits that every home business owner should develop, implement, and maintain. The act of business planning is so important because it requires you to analyze each business situation, research and compile data, and make conclusions based mainly on the facts as revealed through the research. Business planning also serves a second function, which is having your goals and how you will achieve them, on paper. You can use the plan that you create both as map to take you from point A to Z and as a yardstick to measure the success of each individual plan or segment within the plan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Manage money wisely.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;The lifeblood of any business enterprise is cash flow. You need it to buy inventory, pay for services, promote and market your business, repair and replace tools and equipment, and pay yourself so that you can continue to work. Therefore, all home business owners must become wise money managers to ensure that the cash keeps flowing and the bills get paid. There are two aspects to wise money management.&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;The money you receive from clients in exchange for your goods and services you provide (income)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The money you spend on inventory, supplies, wages and other items required to keep your business operating. (expenses)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Ask for the sale.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;A home business entrepreneur must always remember that marketing, advertising, or promotional activities are completely worthless, regardless of how clever, expensive, or perfectly targeted they are, unless one simple thing is accomplished--ask for the sale. This is not to say that being a great salesperson, advertising copywriting whiz or a public relations specialist isn't a tremendous asset to your business. However, all of these skills will be for naught if you do not actively ask people to buy what you are selling.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Remember it's all about the customer.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Your home business is not about the products or services that you sell. Your home business is not about the prices that you charge for your goods and services. Your home business is not about your competition and how to beat them. Your business is all about your customers, or clients, period. After all, your customers are the people that will ultimately decide if your business goes boom or bust. Everything you do in business must be customer focused, including your policies, warranties, payment options, operating hours, presentations, advertising and promotional campaigns and website. In addition, you must know who your customers are inside out and upside down.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Become a shameless self-promoter (without becoming obnoxious).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;One of the greatest myths about personal or business success is that eventually your business, personal abilities, products or services will get discovered and be embraced by the masses that will beat a path to your door to buy what you are selling. But how can this happen if no one knows who you are, what you sell and why they should be buying?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Self-promotion is one of the most beneficial, yet most underutilized, marketing tools that the majority of home business owners have at their immediate disposal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;8. Project a positive business image.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;You have but a passing moment to make a positive and memorable impression on people with whom you intend to do business. Home business owners must go out of their way and make a conscious effort to always project the most professional business image possible. The majority of home business owners do not have the advantage of elaborate offices or elegant storefronts and showrooms to wow prospects and impress customers. Instead, they must rely on imagination, creativity and attention to the smallest detail when creating and maintaining a professional image for their home business.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;9. Get to know your customers.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;One of the biggest features and often the most significant competitive edge the home based entrepreneur has over the larger competitors is the he can offer personalized attention. Call it high-tech backlash if you will, but customers are sick and tired of hearing that their information is somewhere in the computer and must be retrieved, or told to push a dozen digits to finally get to the right department only to end up with voice mail--from which they never receive a return phone call.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The home business owner can actually answer phone calls, get to know customers, provide personal attention and win over repeat business by doing so. It's a researched fact that most business (80 percent) will come from repeat customers rather than new customers. Therefore, along with trying to draw newcomers, the more you can do to woo your regular customers, the better off you will be in the long run and personalized attention is very much appreciated and remembered in the modern high tech world.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;10. Level the playing field with technology.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;You should avoid getting overly caught up in the high-tech world, but you should also know how to take advantage of using it. One of the most amazing aspects of the internet is that a one or two person business operating from a basement can have a superior website to a $50 million company, and nobody knows the difference. Make sure you're keeping up with the high-tech world as it suits your needs.. The best technology is that which helps you, not that which impresses your neighbors.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;11. Build a top-notch business team.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;No one person can build a successful business alone. It's a task that requires a team that is as committed as you to the business and its success. Your business team may include family members, friends, suppliers, business alliances, employees, sub-contractors, industry and business associations, local government and the community. Of course the most important team members will be your customers or clients. Any or all may have a say in how your business will function and a stake in your business future.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12. Become known as an expert.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;When you have a problem that needs to be solved, do you seek just anyone's advice or do you seek an expert in the field to help solve your particular problem? Obviously, you want the most accurate information and assistance that you can get. You naturally seek an expert to help solve your problem. You call a plumber when the hot water tank leaks, a real estate agent when it's time to sell your home or a dentist when you have a toothache. Therefore, it only stands to reason that the more you become known for your expertise in your business, the more people will seek you out to tap into your expertise, creating more selling and referral opportunities. In effect, becoming known as an expert is another style of prospecting for new business, just in reverse. Instead of finding new and qualified people to sell to, these people seek you out for your expertise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;13. Create a competitive advantage.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;A home business must have a clearly defined unique selling proposition. This is nothing more than a fancy way of asking the vital question, "Why will people choose to do business with you or purchase your product or service instead of doing business with a competitor and buying his product or service?" In other words, what one aspect or combination of aspects is going to separate your business from your competition? Will it be better service, a longer warranty, better selection, longer business hours, more flexible payment options, lowest price, personalized service, better customer service, better return and exchange policies or a combination of several of these?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;14. Invest in yourself.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Top entrepreneurs buy and read business and marketing books, magazines, reports, journals, newsletters, websites and industry publications, knowing that these resources will improve their understanding of business and marketing functions and skills. They join business associations and clubs, and they network with other skilled business people to learn their secrets of success and help define their own goals and objectives. Top entrepreneurs attend business and marketing seminars, workshops and training courses, even if they have already mastered the subject matter of the event. They do this because they know that education is an ongoing process. There are usually ways to do things better, in less time, with less effort. In short, top entrepreneurs never stop investing in the most powerful, effective and best business and marketing tool at their immediate disposal--themselves.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;15. Be accessible.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;We're living in a time when we all expect our fast food lunch at the drive-thru window to be ready in mere minutes, our dry cleaning to be ready for pick-up on the same day, our money to be available at the cash machine and our pizza delivered in 30 minutes or it's free. You see the pattern developing--you must make it as easy as you can for people to do business with you, regardless of the home business you operate.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;You must remain cognizant of the fact that few people will work hard, go out of their way, or be inconvenienced just for the privilege of giving you their hard-earned money. The shoe is always on the other foot. Making it easy for people to do business with you means that you must be accessible and knowledgeable about your products and services. You must be able to provide customers with what they want, when they want it.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;16. Build a rock-solid reputation.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;A good reputation is unquestionably one of the home business owner's most tangible and marketable assets. You can't simply buy a good reputation; it's something that you earn by honoring your promises. If you promise to have the merchandise in the customer's hands by Wednesday, you have no excuse not to have it there. If you offer to repair something, you need to make good on your offer. Consistency in what you offer is the other key factor. If you cannot come through with the same level of service (and products) for clients on a regular basis, they have no reason to trust you . . . and without trust, you won't have a good reputation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;17. Sell benefits.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pushing product features is for inexperienced or wannabe entrepreneurs. Selling the benefits associated with owning and using the products and services you carry is what sales professionals worldwide focus on to create buying excitement and to sell, sell more, and sell more frequently to their customers. Your advertising, sales presentations, printed marketing materials, product packaging, website, newsletters, trade show exhibit and signage are vital. Every time and every medium used to communicate with your target audience must always be selling the benefits associated with owning your product or using your service.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;18. Get involved.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Always go out of your way to get involved in the community that supports your business. You can do this in many ways, such as pitching in to help local charities or the food bank, becoming involved in organizing community events, and getting involved in local politics. You can join associations and clubs that concentrate on programs and policies designed to improve the local community. It's a fact that people like to do business with people they know, like and respect, and with people who do things to help them as members of the community.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;19. Grab attention.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Small-business owners cannot waste time, money and energy on promotional activities aimed at building awareness solely through long-term, repeated exposure. If you do, chances are you will go broke long before this goal is accomplished. Instead, every promotional activity you engage in, must put money back in your pocket so that you can continue to grab more attention and grow your business.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;20. Master the art of negotiations.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;The ability to negotiate effectively is unquestionably a skill that every home business owner must make every effort to master. It's perhaps second in importance only to asking for the sale in terms of home business musts. In business, negotiation skills are used daily. Always remember that mastering the art of negotiation means that your skills are so finely tuned that you can always orchestrate a win-win situation. These win-win arrangements mean that everyone involved feels they have won, which is really the basis for building long-term and profitable business relationships.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;21. Design Your workspace for success.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Carefully plan and design your home office workspace to ensure maximum personal performance and productivity and, if necessary, to project professionalism for visiting clients. If at all possible, resist the temptation to turn a corner of the living room or your bedroom into your office. Ideally, you'll want a separate room with a door that closes to keep business activities in and family members out, at least during prime business and revenue generating hours of the day. A den, spare bedroom, basement or converted garage are all ideal candidates for your new home office. If this is not possible, you'll have to find a means of converting a room with a partition or simply find hours to do the bulk of your work when nobody else is home.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;22. Get and stay organized.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;The key to staying organized is not about which type of file you have or whether you keep a stack or two of papers on your desk, but it's about managing your business. It's about having systems in place to do things. Therefore, you wan to establish a routine by which you can accomplish as much as possible in a given workday, whether that's three hours for a part-time business or seven or nine hours as a full-timer. In fact, you should develop systems and routines for just about every single business activity. Small things such as creating a to-do list at the end of each business day, or for the week, will help keep you on top of important tasks to tackle. Creating a single calendar to work from, not multiple sets for individual tasks or jobs, will also ensure that jobs are completed on schedule and appointments kept. Incorporating family and personal activities into your work calendar is also critical so that you work and plan from a single calendar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;23. Take time off.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;The temptation to work around the clock is very real for some home business owners. After all, you don't have a manager telling you it's time to go home because they can't afford the overtime pay. Every person working from home must take time to establish a regular work schedule that includes time to stretch your legs and take lunch breaks, plus some days off and scheduled vacations. Create the schedule as soon as you have made the commitment to start a home business. Of course, your schedule will have to be flexible. You should, therefore, not fill every possible hour in the day. Give yourself a backup hour or two. All work and no play makes you burn out very fast and grumpy customer service is not what people want.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;24. Limit the number of hats you wear.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;It's difficult for most business owners not to take a hands-on approach. They try to do as much as possible and tackle as many tasks as possible in their business. The ability to multitask, in fact, is a common trait shared by successful entrepreneurs. However, once in a while you have to stand back and look beyond today to determine what's in the best interest of your business and yourself over the long run. Most highly successful entrepreneurs will tell you that from the time they started out, they knew what they were good at and what tasks to delegate to others.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;25. Follow-up constantly.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Constant contact, follow-up, and follow-through with customers, prospects, and business alliances should be the mantra of every home business owner, new or established. Constant and consistent follow-up enables you to turn prospects into customers, increase the value of each sale and buying frequency from existing customers, and build stronger business relationships with suppliers and your core business team. Follow-up is especially important with your existing customer base, as the real work begins after the sale. It's easy to sell one product or service, but it takes work to retain customers and keep them coming back.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;James Stephenson is an experienced home based consultant with more than 15 years of business and marketing experience. He is the author of several popular books, including &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.entrepreneurpress.com/cgi-bin/books/00273.html" target="_blank"&gt;Entrepreneur magazine’s Ultimate Startup Directory&lt;/a&gt;&lt;i&gt; and &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.entrepreneurpress.com/cgi-bin/books/00268.html" target="_blank"&gt;Ultimate Small Business Marketing Guide&lt;/a&gt;&lt;i&gt;, both available from &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.entrepreneurpress.com/" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;Entrepreneur Press&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-4064894954814793675?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/4064894954814793675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/this-article-has-been-excerpted-from-u.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/4064894954814793675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/4064894954814793675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/this-article-has-been-excerpted-from-u.html' title='Successful Entrepreneur'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyeDu63qfEI/AAAAAAAAACA/btxDH2ljDM0/s72-c/rs05_0266666.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-5657116255570411838</id><published>2009-10-10T22:37:00.008+07:00</published><updated>2009-12-26T17:10:26.876+07:00</updated><title type='text'>Tentang Blog Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyevbSns5NI/AAAAAAAAACg/IqYKebAKznw/s1600-h/blog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyevbSns5NI/AAAAAAAAACg/IqYKebAKznw/s400/blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415489960325997778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blog ini saya terbitkan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas  keterlibatan saya   dan rekan-rekan selama ini dalam upaya-upaya ikut menggalakkan industri Pariwisata Jawa Barat,  terutama bidang usaha MICE (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meeting, Incentive, Convention and Exshibition&lt;/span&gt;) dan di dunia pendidikan yang dimaksudkan untuk mendorong  semangat lahirnya para pelaku-pelaku binis muda di kota Bandung dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, konten blog ini pun kemudian akan lebih banyak berkonsentrasi  pada isu-isu  seputar MICE Industry, lingkungan dan, atau objek wisata, dunia pendidikan, terutama yang berhubungan dengan  entrepreneurship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tulisan sendiri, tulisan-tulisan lain di blog ini didapat dari berbagai sumber dan cara seperti antara lain melalui investigasi lapangan, diskusi dengan kelompok-kelompok masyarakat, pemantauan media dan dokumentasi atas berbagai peristiwa yang berhubungan dengan interes di atas serta  dari beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;studi kasus&lt;/span&gt; bersama rekan-rekan dari disiplin ilmu dan ketertarikan  minat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga konten blog ini dapat menjadi referensi bagi  para pelaku dan pengambil kebijakan dalam melanjutkan setiap usaha pengembangan industri pariwisata Jawa Barat serta perbaikan-perbaikan yang diperlukan guna mencapai hasil seperti harapan kita semua.&lt;br /&gt;Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Deni Drimawan&lt;/span&gt;., SE, MM, CQM &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyetjWAJ0MI/AAAAAAAAACQ/QB9A8qIRN7o/s1600-h/RSS_person_leaning.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-5657116255570411838?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/5657116255570411838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/tentang-blog-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5657116255570411838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5657116255570411838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/tentang-blog-ini.html' title='Tentang Blog Ini'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyevbSns5NI/AAAAAAAAACg/IqYKebAKznw/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-2491075000226601381</id><published>2009-10-09T19:18:00.001+07:00</published><updated>2010-04-03T18:41:31.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>Keys To Success</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/Syd_6L2vKPI/AAAAAAAAAB4/DgNZsMLrgjM/s1600-h/keys-2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415437714527824114" src="http://1.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/Syd_6L2vKPI/AAAAAAAAAB4/DgNZsMLrgjM/s400/keys-2.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 236px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hilite"&gt;Success&lt;/span&gt; is everybody’s dream. But what is the &lt;span class="hilite"&gt;key&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;success&lt;/span&gt;? How can you be successful? In my post about &lt;a href="http://www.lifeoptimizer.org/2007/05/11/how-do-you-define-successful-people/"&gt;defining successful people&lt;/a&gt;, I wrote that we should measure &lt;span class="hilite"&gt;success&lt;/span&gt; based on how much we give rather than how much we receive. Fortunately, it also works nicely the other way around since those who give more almost always will also receive more. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Based on that, you can see that &lt;i&gt;the more value you give &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; others, the more successful you will be&lt;/i&gt;. So how do you pave your way &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;success&lt;/span&gt;? How do you become more successful? The answer is amazingly simple. Here it is: &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;The &lt;span class="hilite"&gt;key&lt;/span&gt; to &lt;span class="hilite"&gt;success&lt;/span&gt; is making yourself as useful as possible &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; others&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-154"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;That’s it. &lt;i&gt;Making yourself as useful as possible &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; others&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;If you focus on applying this, others will realize the value they get from you and they will attract more people to come to you. These new people will also realize the value they get from you and they will attract even more people to come to you. The virtuous cycle begins and you are now on your way &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;success&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;With this principle in mind, you should aim at increasing your usefulness &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; others. How do you do that? Here are some ideas: &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Be observant of needs&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;To be useful to others, you should always be aware of even the slightest clues of needs. The more sensitive you are to the needs of others, the more appreciative people will eventually become. The best scenario is being able &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; anticipate a need before the other people are even aware of it. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Find solutions &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; the needs&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Now that you are aware of needs, the next step is finding solutions to them. The solutions you offer should be as useful as possible. To be able to do so, there is no other way but to continuously build your own value. It is from the value you have that you could give value &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; others. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Be proactive &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; help&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Do not wait for the other person &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; ask for your help. Be proactive. Give your help even before they ask. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Be sincere&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;What matters is not only the solution you offer, but also the way you deliver it. Being sincere means being glad to help others without expecting anything in return. Make it your joy to give something &lt;span class="hilite"&gt;to&lt;/span&gt; others. People can somehow distinguish whether or not you are sincere. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Go the extra mile&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Doing the above four steps is good, but add this one if you can: &lt;i&gt;give more than expected&lt;/i&gt;. First, give what is expected, and then add a little more. If you do the above four steps people will be appreciative, but if you add this one step they will be &lt;i&gt;impressed&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-size: 100%;"&gt;By &lt;/span&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-size: 150%;"&gt;&lt;a href="http://www.lifeoptimizer.org/"&gt;Donald Latumahina&lt;/a&gt;       (&lt;a href="http://twitter.com/lifeoptimizer"&gt;follow him on Twitter&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-2491075000226601381?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/2491075000226601381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/key-to-success.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/2491075000226601381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/2491075000226601381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/key-to-success.html' title='Keys To Success'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/Syd_6L2vKPI/AAAAAAAAAB4/DgNZsMLrgjM/s72-c/keys-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-6004245315068278759</id><published>2009-10-07T04:48:00.005+07:00</published><updated>2010-04-03T18:41:53.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MICE'/><title type='text'>Menjadi Penyelenggara MICE Profesional?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.countryliving.com/cm/countryliving/images/red5-de-78705734.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.countryliving.com/cm/countryliving/images/red5-de-78705734.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 395px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 260px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana; font-style: italic; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Perkembangan industri Meeting Incentive Convention Exhibition (MICE), di Indonesia sudah menunjukan arah peningkatan, meski tumbuh secara perlahan. Lambatnya laju pertumbuhan di industri mice ini tidak lain adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) baik secara kuantitas maupun profesionalismenya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Untuk mengakomodasi hal ini, PT. Indo Kreatif Mishatama mengadakan workshop nasional, dengan tajuk Be Come a Profesional MICE Organizer, pada tanggal 27-28 Februari 2008, di Hotel Kartika Chandra. Acara ini, diharapkan nantinya 20 orang yang menjadi peserta workshop dapat menjadi Sumber Daya Manusia yang Professional dalam menekuni bidang MICE baik yang terjun di &lt;i&gt;Profesional Exhibition Organizer&lt;/i&gt; (PEO), maupun &lt;i&gt;Profesional Conference Organizer&lt;/i&gt; (PEO). Kemudian dapat memberikan pengetahuan dan pembelajaran mengenai konsep dasar dan tehnik dalam mengelola event MICE baik yang bertaraf nasional maupun internasional.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Workshop ini sangat bermanfaat, sebab dapat menghadirkan para praktisi seperti Surya Dharma dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Eko Prabowo, dari ASPERAPI, Herman Widiapoera praktisi Exhibition Organizer bertaraf Internasional, Ida Bagus Lolec Surakusuma dari industri travel, Andi Soehendro mewakili Venue Owner, Agus Iswahyudi mewakili stand contractor, Adeviyanti mewakili pacto convex dan praktisi pendidikan Christina L, Rudatin dari D-4 MICE P.N.J.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sehari menjelang diadakannya workshop, Ivan Haeqal, selaku direktur PT. Indo Kreatif Mishatama mengutarakan, workshop ini merupakan langkah kedua setelah sukses menggarap acara seminar mengenai &lt;i&gt;Be Come a Profesional Mice Event &lt;/i&gt;Organizer pada tahun 2007.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Memang harus diakui, dari segi sumber daya manusia (SDM), Indonesia harus terus berbenah pada industri ini. Pada peserta workshop, Surya Dharma mengatakan, bahwa Industri mice Indonesia masih banyak kelemahan dan kekuranganya. Beberapa hal tersebut, surya mencontohkan mengenai lemahnya profesionalitas SDM baik dari segi kualitas dan kuantitas, aksesbilitas kurang optimal, serta untuk sosialisasi mengenai peranan mice pun masih kurang, baik di tingkat pusat maupun daerah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kurangnya sosialisasi tentang industri mice pun diamini oleh beberapa peserta workshop ini. Beberapa daerah seperti Semarang, Kalimantan dan Sulawesi memang tidak paham betul akan istilah mice yang telah menjadi sebuah industri ini. Sayangnya, para peserta dari daerah tidak ada yang menanyakan mengenai kriteria seperti apa saja suatu provinsi yang masuk dalam ranah destinasi mice. Mereka hanya mengetahui bahwasannya mice merupakan bagian dari paket pariwisata. “Kalau mice merupakan bagian dari pilar pariwisata, provinsi kami memiliki potensi wisata yang bagus. Kami memiliki segitiga karang yang tidak dapat ditemukan pada provinsi lain,” ujar peserta workshop dari Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Jika ditilik lebih lanjut, nilai ekonomis dari wisata mice ini sebenarnya dapat meningkat 2 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan wisata konvensional. “Singapore Tourism Board menunjukan data, bahwa nilai ekonomis wisata mice dua kali lebih besar dari sektor wisata konvensional,” terang, Surya Dharma. Pada saat presentasi di depan peserta workshop, Surya Dharma mencontohkan ada beberapa pasar potensial yang menjadi bagian dari industri mice, misalnya, pertemuan, atau meeting dari NGO-NGO (Non Government Organization). Kemudian, spartai politik, perusahaan-perusahaan multinasional pun dianggapnya sebagai pasar potensial.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Hal senada pun di ungkap oleh Herman Wiriadipoera, praktisi sekaligus CEO pameran bertaraf Internasional Napindo Media Ashatama. “Mice itu industri yang besar, dan dapat mendatangkan nilai devisa yang besar pula bagi Negara. Namun dalam hal ini, mice belum tergarap secara maksimal,” sebut Herman. Herman kembali menambahkan, untuk mengadakan event bertaraf internasional saja, sudah mengundang devisa bagi Negara yang didapat dari sektor transportasi, hotel, hiburan, dan souvenir. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Namun sangat disayangkan kembali, venue-venue besar ditiap daerah akan tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal. Kemudian pemerintah dalam hal ini kurang berperan aktif dalam hal edukasi, dan terkesan berjalan sendiri-sendiri dan tumpang tindih. Seperti diketahui, industri mice di Indonesia dipegang oleh dua departemen yang berbeda, yakni departemen perdagangan dan departemen pariwisata. Eko Prabowo wakil sekjen Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) memaparkan pada peserta workshop, untuk mengadakan ijin seperti Meeting, Incentive, Convention harus melalui Departemen kebudayaan dan pariwisata. Kemudian untuk exhibition harus melalui Departemen Perdagangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Andai saja pemerintah dapat mengkap sinyalemen industri ini dengan baik, kemudian suasta selaku pelaksana industri dapat berjalan seiring, bukan tidak mungkin pertumbuhan mice Indonesia akan setaraf dengan negara Singapura. Paling tidak, pada tahun 2008, industri mice Indonesia akan meningkat menjadi 10-15 persen dari target pertumbuhan 3 persen pada tahun 2007 seperti yang ditetapkan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh: Fatkhurrohim | &lt;a href="http://fatkhurrohim.wordpress.com/"&gt;Media Liputanku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-6004245315068278759?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/6004245315068278759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/menjadi-penyelenggara-mice-profesional.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6004245315068278759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/6004245315068278759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/menjadi-penyelenggara-mice-profesional.html' title='Menjadi Penyelenggara MICE Profesional?'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-9132781951793345436</id><published>2009-09-17T09:39:00.002+07:00</published><updated>2009-12-17T09:53:44.838+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>Defining Entrepreneurship</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.effectiveleadershipstyles.co.uk/images/business_people_brainstorming.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 600px; height: 382px;" src="http://www.effectiveleadershipstyles.co.uk/images/business_people_brainstorming.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;There has been a great deal of attention paid to the subject of entrepreneurship over the past few years, stemming primarily from the discovery by economic analysts that small firms contri-bute considerably to economic growth and vitality. Moreover, many people have chosen entrepreneurial careers because doing so seems to offer greater eco-nomic and psychological rewards than does the large company route. Programmes, such as the TKMPK strive to identify potential entrepreneurs from within the target group of unemployed graduates and, to a certain extent, teach entrepreneurship. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Yet, despite all of the discussion and attention paid to this issue, two fundamental questions remain unanswered: What is entrepreneurship? and Can you measure it? Clearly, in the context of TKMPK participant selection, these are two questions that need answering! &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Peter Kilby once compared entrepreneurship to the imaginary animal, the Heffa-lump:  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; It is a large and important animal which has been hunted by many individuals using various ingenious trapping devices ... All who claim to have caught sight of him report that he is enormous, but they disagree on his particulari-ties. Not having explored his current habitat with sufficient care, some hunters have used as bait their own favourite dishes and have then tried to persuade people that what they caught was a Heffalump. However, very few are convinced, and the search goes on (Kilby, Hunting the Heffalump: Entrepre-neurship and Economic Development, 1971). &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; What is Entrepreneurship?  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Many definitions of entrepreneurship can be found in the literature describing business processes. The earliest definition of entrepreneurship, dating from the eighteenth century, used it as an economic term describing the process of bearing the risk of buying at certain prices and selling at uncertain prices. Other, later commentators broadened the definition to include the concept of bringing together the factors of production. This definition led others to question whether there was any unique entrepreneurial function or whether it was simply a form of management. Early this century, the concept of innovation was added to the definition of entrepreneur-ship. This innovation could be process innovation, market innovation, product innovation, factor innovation, and even organisational innovation. Later definitions described entrepreneurship as involving the creation of new enterprises and that the entrepreneur is the founder. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Considerable effort has also gone into trying to understand the psychological and sociological wellsprings of entrepreneurship. These studies have noted some common characteristics among entrepreneurs with respect to need for achievement, perceived locus of control, orientation toward intuitive rather than sensate thinking, and risk-taking propensity. In addition, many have commented upon the common, but not universal, thread of childhood deprivation, minority group membership and early adolescent economic experiences as ty-pifying the entrepreneur. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; At first glance then, we may have the beginnings of a definition of entrepreneurship. However, detailed study of both the literature and actual examples of entrepreneurship tend to make a definition more difficult, if not impossible. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Consider, for example, the degree to which entrepreneurship is synonymous with 'bearing risk', 'innovation', or even founding a com-pany. Each of the terms described above focuses upon some aspect of some entrepreneurs, but if one has to be the founder to be an entrepreneur, then neither Thomas Watson of IBM nor Rey Kroc of McDonald's will qualify; yet few would seriously argue that these individuals were not entrepreneurs. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Although risk bearing is an important element of entrepreneurial behaviour, many entrepreneurs have succeeded by avoiding risk where possible and seeking others to bear the risk. As one extremely successful entre-preneur has said; 'My idea of risk and reward is for me to get the reward and others to take the risks'. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Creativity is often not a prerequisite for entrepreneurship either. Many successful entrepreneurs have been good at copying others and they qualify as innovators and creators only by stretching the definition beyond elastic limits. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; There are similarly many questions about what the psychological and social traits of entrepreneurs are. The same traits shared by two individuals can often lead to vast different results: successful and unsuccessful entrepreneurs can share the characteristics commonly identified. As well, the studies of the life paths of entrepreneurs often show decreasing 'entrepreneurship' following success, which tends to disprove the centrality of character or personality traits as a sufficient basis for defining entrepreneurship. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; So, we are left with a range of factors and behaviours which identify entrepreneurship in some individuals. All of the above tends to reinforce the view that it is difficult, if not impossible to define what an entrepreneur is, and that the word itself can be best used in the past tense to describe a successful business person. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; Measuring Entrepreneurship  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Despite the above, there is remains a powerful impulse, particularly amongst enterprise development practitioners, to measure entrepreneurship in some way. These measurement attempts can range from simple checklists through to complex and detailed computer programmes. This need for a definition and measure of entrepreneurship is because, however defined, the entrepreneur is the key to the successful launch of any business. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; He or she is the person who perceives the market opportunity and then has the motivation, drive and ability to mobilise resources to meet it. The major characteristics of entrepreneurs that have been listed by many commentators include the following. &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Self confident and multi-skilled. The person who can 'make the prod-uct, market it and count the money, but above all they have the confidence that lets them move comfortably through unchartered waters'. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Confident in the face of difficulties and discouraging circumstances.   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Innovative skills. Not an 'inventor' in the traditional sense but one who is able to carve out a new niche in the market place, often invisible to others. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Results-orientated. To make be successful requires the drive that only comes from setting goals and targets and getting pleasure from achieving them. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;A risk-taker. To succeed means taking measured risks. Often the successful entrepreneur exhibits an incremental approach to risk taking, at each stage exposing him/herself to only a limited, measured amount of personal risk and moving from one stage to another as each decision is proved. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Total commitment. Hard work, energy and single-mindedness are essential elements in the entrepreneurial profile.  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; However, two warnings need to be attached to this partial list of entrepreneurial qualities.  &lt;/p&gt;&lt;dl style="text-align: justify;"&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Firstly,&lt;/i&gt; selecting individuals for enterprise development training by such a set of attitudes and skills in no way guarantees business success. &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Secondly,&lt;/i&gt; the entrepreneurial characteristics required to launch a business successfully are often not those required for growth and even more frequently not those required to manage it once it grows to any size. The role of the entrepreneur needs to change with the business as it develops and grows, but all too often he or she is not able to make the transition. &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; Visionaries and Managers  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; In new and emerging businesses, the person who starts the business is often an entrepreneur; a visionary.  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; The visionary who starts a business with a fresh idea -- to make something better or less expensively, to make it in a new way or to satisfy a unique need -- is often not primarily interested in making money. The visionary wants to do something that no one else has done because they can, because it is interesting and exciting, and because it may be meeting a need. Once the business begins to have some success, then the nature of the processes needed change. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; At this stage, the infant business experiences its first set of challenges:  &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;How does the visionary entrepreneur transfer the skills and the inspiration that made the little enterprise a success into something larger? &lt;/li&gt;&lt;li&gt;How does the business deal with cash flow constraints?  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;How does it obtain the legitimacy necessary to enable it to borrow?  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Often, the visionary is not interested in these issues. Visionaries are notoriously poor at supervising staff, negotiating with investors, or training successors. The business now needs a professional management focus, which calls on a different set of skills, to manage and sustain growth, that are distinct from the skills necessary to start an enterprise and promote a vision. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Applying management skills allows the adolescent enterprise continues to do well, but the business culture begins to change. The emphasis of management is structure, policies, procedures and the bottom line, that is profitability. Then the business reaches the next challenge: the maturing enterprise now requires a management structure or governance to create checks and balances and to ensure that the management focus does not become too powerful and overwhelm the entrepreneurship necessary to create rapid growth and access new markets. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Businesses in emerging industries go through these three stages characterised by vision, management, and governance. Upon developing into an institutionalised company with appropriate governance structures, the business encounters a new set of challenges that are common to all industries: &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;How does the business preserve its vision?  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;How does it balance growth, risk, and profitability?  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;How does it establish a governance system that holds management accountable without undermining its independence and flexibility? &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; Conclusion  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; This business development cycle described above is common amongst successful businesses. The cycle itself raises the issue of what to focus on when attempting to select a business idea to take part in a programme such as the TKMPK. The real danger for those involved in selection activities is that of selecting entrepreneurial qualities over managerial skills. This may thereby condemn the business to uneven growth, poor management and ultimate failure, as the enterprise does not respond adequately to new market and trading conditions. A further danger is attempting to select people over ideas. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; The focus of any predicative element in the selection process, therefore, needs to be on a balance of both entrepreneurial and managerial qualities. And the major determinant in selecting a participant for business management training must remain the business idea itself.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;By: &lt;a href="mailto:pauljude@centrin.net.id"&gt;Paul Di-Masi&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:1px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-9132781951793345436?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/9132781951793345436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/09/defining-entrepreneurship.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/9132781951793345436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/9132781951793345436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/09/defining-entrepreneurship.html' title='Defining Entrepreneurship'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-5545092682546575726</id><published>2009-09-17T09:20:00.000+07:00</published><updated>2009-12-17T09:32:20.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>The 10 Point Ethics Checklist</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.rhylbusinessgroup.co.uk/admin/Image/business_people_jumping.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://www.rhylbusinessgroup.co.uk/admin/Image/business_people_jumping.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Michael Fortin recent recently posted this blog post:  &lt;a href="http://www.michelfortin.com/ethics-checklist/"&gt;"The 10-Point Ethics Checklist"&lt;/a&gt; … it was submitted by a student of his &lt;a href="http://www.maponics.com/"&gt;Darrin Clement&lt;/a&gt; and since it is consistent with what I have been teaching for the past 17 years, I thought I would share it with you here.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;I personally believe that it firmly supports the role of Ethics in a person's long term business success.  Read my post on &lt;a href="http://www.gregwatson.com/the-speed-of-trust-personal-ethics/"&gt;The Speed of Trust - Personal Ethics&lt;/a&gt; for a more detailed description of the power of Ethics and trust in the business equation.  Business typically calculates results as Strategy x Execution, but there is a Trust Multiplier that is an important factor in long term success:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;(Strategy x Execution) x Trust = Results&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Here is Darrin's 10-Point Ethics Checklist, I hope you enjoy it!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;The Golden Rule: Would I want people to do this to me?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Fairness Test: Who might be affected and how? Is this fair to everyone?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The ‘What if everybody did this?’ Test: Would I want everyone to do this? Would I want to live in that kind of world?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Truth Test: Does this action represent the whole truth and nothing but the truth?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Parents Test: How would my parents feel if they found out about this? What advice would they give me?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Children Test: Would I be willing to explain everything about this to my kids and expect them to act in the same way?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Religion Test: Does this go against my religion?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Conscience Test: Does this go against my conscience? Will I feel guilty?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Consequences Test: Are there possible consequences of this action that would be bad? Would I regret doing this?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The Front Page Test: How would I feel if my action were reported on the front page of my hometown paper?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;That is a wonderful list Darrin shared.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;By: &lt;a href="http://www.gregwatson.com/"&gt;Greg Watson&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-5545092682546575726?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/5545092682546575726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/09/10-point-ethics-checklist.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5545092682546575726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5545092682546575726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/09/10-point-ethics-checklist.html' title='The 10 Point Ethics Checklist'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-5895672262448575267</id><published>2009-07-02T18:08:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T18:45:49.367+07:00</updated><title type='text'>Profil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/S6iwxeZ78SI/AAAAAAAAAGE/1McX5tlAIs0/s1600-h/2642_1075593582750_1613546457_186574_2414967_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 172px; height: 258px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/S6iwxeZ78SI/AAAAAAAAAGE/1McX5tlAIs0/s320/2642_1075593582750_1613546457_186574_2414967_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451801712953913634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;DR. Deni Drimawan., SE, MM, CQM &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbadan kecil, tapi “bernyali” besar. Itulah sosok yang menggambarkan Deni Drimawan. Lelaki bertubuh mungil ini memang memilki keberanian yang besar dalam menjalankan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan yang pernah diraihnya tak menjadikan semangat usahanya luntur. Bahkan ia terus maju untuk mendapatkan kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pengusaha.co.id/cerita/deni_drimawan_mengambil_pelajaran_kegagalan"&gt;Baca selengkapnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-5895672262448575267?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/5895672262448575267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/profil.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5895672262448575267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5895672262448575267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/12/profil.html' title='Profil'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/S6iwxeZ78SI/AAAAAAAAAGE/1McX5tlAIs0/s72-c/2642_1075593582750_1613546457_186574_2414967_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-2567399059605530358</id><published>2009-07-01T17:55:00.014+07:00</published><updated>2010-11-19T12:33:08.453+07:00</updated><title type='text'>Daftar Arsip</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klik imej di bawah ini, lalu klik JUDUL POST atau TANGGAL POST untuk mengatur pencarian anda. Arsip dapat diakses langsung melalui daftar ini. Semoga bermanfaat!&lt;/div&gt;&lt;div id="toc"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="toclink"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="javascript:showToc();"&gt;&lt;img src="http://celestinechua.com/blog/images/posts/tpeb-contents.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="javascript:showToc();"&gt;[Atau klik di sini]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;script style="" src="http://hariswanindra.blogspot.com"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script src="http://drimawan.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=json-in-script&amp;amp;max-results=999&amp;amp;callback=loadtoc"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-2567399059605530358?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/2567399059605530358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/11/dafta-isi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/2567399059605530358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/2567399059605530358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/11/dafta-isi.html' title='Daftar Arsip'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-5678716236314770268</id><published>2009-07-01T17:52:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T18:45:07.108+07:00</updated><title type='text'>Forum</title><content type='html'>&lt;iframe name="InlineFrame1" id="InlineFrame1" src="http://drimawan.forumotion.net/index.htm" frameborder="0" height="700" width="630"&gt;Your browser does not support inline frames or is currently configured not to display inline frames.&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://drimawan.forumotion.net/admin/index.forum?part=admin&amp;amp;sid=d56f1527e784f7bcbbd20827d5c6e8e9" target="_new"&gt;&lt;img dragover="true" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 50px; height: 44px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/Svn3Ydr1RTI/AAAAAAAAABA/gXnObCBpgjA/s200/bukutamu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402621227665016114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-5678716236314770268?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/5678716236314770268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/11/forum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5678716236314770268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/5678716236314770268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/11/forum.html' title='Forum'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/Svn3Ydr1RTI/AAAAAAAAABA/gXnObCBpgjA/s72-c/bukutamu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-1770927363767012854</id><published>2009-07-01T17:30:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T18:45:31.182+07:00</updated><title type='text'>Buku Tamu</title><content type='html'>&lt;iframe name="InlineFrame1" id="InlineFrame1" src="http://drimawan.123guestbook.com/" width="630" frameborder="0" height="700"&gt;Your browser does not support inline frames or is currently configured not to display inline frames.&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.123guestbook.com/index.php" target="_new"&gt;&lt;img dragover="true" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 50px; height: 44px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/Svn3Ydr1RTI/AAAAAAAAABA/gXnObCBpgjA/s200/bukutamu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402621227665016114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-1770927363767012854?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/1770927363767012854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/11/buku-tamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/1770927363767012854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/1770927363767012854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/11/buku-tamu.html' title='Buku Tamu'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/Svn3Ydr1RTI/AAAAAAAAABA/gXnObCBpgjA/s72-c/bukutamu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-8626828554358740574</id><published>2009-07-01T01:21:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T18:46:10.990+07:00</updated><title type='text'>Kontak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyfU3IWtVdI/AAAAAAAAACo/FhWZYQPwLNg/s1600-h/propic.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyfU3IWtVdI/AAAAAAAAACo/FhWZYQPwLNg/s400/propic.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415531120536933842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaminari Production&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jl. Lodaya No. 81, Bandung&lt;br /&gt;Jawa Barat - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Office hours:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;+62.22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hotlines:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;+62.227024.9070&lt;br /&gt;+62.81.1210.709&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Email:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;deni_decor@yahoo.com&lt;br /&gt;drimawan@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Webpages&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;www.drimawan.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-8626828554358740574?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/8626828554358740574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/kontak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/8626828554358740574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/8626828554358740574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/kontak.html' title='Kontak'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SyfU3IWtVdI/AAAAAAAAACo/FhWZYQPwLNg/s72-c/propic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7416877126037210890.post-1017876935966870428</id><published>2009-07-01T00:42:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T18:47:55.136+07:00</updated><title type='text'>Foto Galeri</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;color:black;"  &gt;Harap klik foto untuk memperbesar ukurannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;color:black;"  &gt;Terima kasih&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe name="InlineFrame1" id="InlineFrame1" src="http://enescorporation.com/travellinks_blog/index.html" width="630" frameborder="0" height="2025"&gt;Your browser does not support inline frames or is currently configured not to display inline frames.&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PS&lt;/span&gt;: Foto-foto koleksi &lt;a href="http://travellinksindonesia.blogspot.com/"&gt;travellinks INDONESIA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7416877126037210890-1017876935966870428?l=drimawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drimawan.blogspot.com/feeds/1017876935966870428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/foto-galeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/1017876935966870428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7416877126037210890/posts/default/1017876935966870428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drimawan.blogspot.com/2009/10/foto-galeri.html' title='Foto Galeri'/><author><name>Deni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_A3RNjnmQ_KA/SvnCvLwEYkI/AAAAAAAAAAM/Tz78h08DL9k/S220/propic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
